<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373</id><updated>2012-01-17T12:34:23.243+07:00</updated><category term='kegiatan'/><category term='materi'/><category term='foto'/><category term='TES'/><category term='lagu'/><category term='news'/><category term='BANNER'/><title type='text'>SAKA BHAYANGKARA POLRES PONOROGO</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>296</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-2363937286811145449</id><published>2009-08-28T22:12:00.000+07:00</published><updated>2009-08-28T22:15:38.554+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Di Balik Mahalnya Harga Gula Pasir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Jum'at, 28 Agustus 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di Balik Mahalnya Harga Gula Pasir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Produksi Turun, Harga Lelang Tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MADIUN - Meningkatnya harga gula pasir di pasaran, salah satunya disebabkan menurunnya produksi. Di Pabrik Gula (PG) Redjo Agung Madiun misalnya, hasil olahan tebu menurun antara 5-10 persen di musim giling tahun ini. ''Ini (tingginya harga, Red) juga dikarenakan turunnya produksi tebu,'' ujar Koordinator Akutansi dan Keuangan PG itu, Tri Cipto Sugiharto, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk jumlah produksi gula musim ini, katanya, sebanyak 54.985 ton. Jumlah itu, jauh di bawah hasil olahan yang ditargetkan sejumlah 61.094 ton. Dengan kondisi itu, lanjutnya, menjadikan harga gula meningkat. Apalagi, permintaannya di bulan Ramadan ini melonjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain faktor itu, lanjutnya, kenaikan harga sudah terjadi di PG tersebut. Saat ini, harga per kilogramnya dari tempat pembuatan gula itu Rp 8.700. Sepekan sebelumnya hanya Rp 7.900. Harga itu, lanjutnya, hasil pelelangan yang dilakukan bersama Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) tiap minggunya. ''Maklum kalau di pasaran mahal, dari sini saja sudah naik,'' paparnya, kepada wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga lelang itu, lanjutnya, mengacu pada peraturan pemerintah tentang bagi hasil antara PG dan APTR. Besaran persentase yang diterima kedua belah pihak 66 persen untuk APTR dan 34 persen bagi PG. ''Mekanismenya seperti itu dan pabrik tidak turut menentukan harga,'' tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Tri, harga gula yang merangkak naik itu juga dipengaruhi harga komoditi tersebut di dunia internasional. Yakni, masuknya gula rafinasi yang masih dibutuhkan untuk pengusaha makanan dan minuman. ''Tapi untuk tahun ini pemanfaatan gula rafinasi sudah mulai berkurang dan menggunakan gula lokal,'' terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemana hasil produksi gula didistribusikan? Tri mengatakan, sebagian besar gula dari PG Redjo Agung dijual ke wilayah Jawa Tengah. Sedangkan petani yang menyetor tebu ke PG itu dari wilayah eks Karesidenan Madiun ditambah Nganjuk, Mojokerto dan Malang. Luas lahannya 8.966 hektare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, persediaan gula di gudang PG itu masih ada 1.405 ton. Dia optimistis, jumlah itu masih cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, meski harga gula menembus Rp 9.500 di pasaran belum membuat pihak Dinas Perindusrtrian, Perdagangan, Koperasi dan Pariwisata (Indagkoppar), Kota Madiun bertindak. Sebab, saat ini keberadaan komoditas berasa manis itu masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kalau untuk operasi pasar belum perlu dilakukan, karena gula tidak menghilang dari pasaran,'' ujar Kepala Dinas Indagkoppar, Agus Hendarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga gula, katanya, juga dipengaruhi tingginya kebutuhan. Dalam hal ini, hukum ekonomi berlaku. Yakni, bila permintaan semakin banyak maka harga suatu komoditas semakin mahal. ''Tapi kenaikannya masih wajar-wajar saja,'' tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski belum merencanakan OP, tambahnya, pihak pemkot tetap akan melakukan pemantauan harga. Sehingga, bila ada komoditas sembilan bahan pokok yang hilang di pasaran akan bisa dilakukan upaya mendatangkan dari distributor. ''Pantuan harga terus kami lakukan,'' lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Agus, peredaran sembako juga diperhatikan. Hal ini, untuk mencegah masuknya komoditas yang tidak sehat. Seperti, daging sapi glonggongan. ''Dalam waktu dekat kami akan action di lapangan,'' tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sehari, Kanigoro Produksi 150 Ton&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan PG Redjo Agung, produksi di PG Kanigoro Madiun relatif stabil. Rara-rata per harinya, produksi gula pasir mencapai 150 ton. Jumlah ini, cenderung sama pada musim giling sebelumnya. ''Tebu juga masih terus masuk dan penggilingan lancar,'' ujar Humas PG Kanigoro, Akuat, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, PG Kanigoro menargetkan produksi lebih dari 22.000 ton. Jumlah itu terhitung selama proses pengolahan tebu mulai Mei - Oktober 2009. Namun, hingga kini jumlah hasil produksi belum bisa dikalkulasi. Alasannya, banyak tebu dari para petani yang masih masuk di PG tersebut. ''Apalagi, datanya dibawa bagian umum,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebu sebagai bahan dasar gula itu berasal dari lahan petani seluas 1.600 hektare. Yakni, meliputi wilayah eks Karesidenan Madiun. Setelah jadi, lanjut Akuat, gula akan dikirim ke PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI di Surabaya. ''Untuk pemasaran menjadi kewenangan direksi di Surabaya dan termasuk harga lelangnya,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak adanya proses pelelangan harga di PG Kanigoro, lanjutnya, karena kapasitas produksi di pabrik itu sedikit. Yakni, hanya menghasilkan 17 ribu kuintal gula per hari. Jumlah itu, kata Kuat, terbilang paling kecil di banding PG yang berada di wilayah eks-Karesidenan Madiun. Seperti, PG Redjo Agung dan PG Poerwodadi di Magetan. Karena, di pabrik gula itu mampu menghasilkan 30 - 60 ribu kuintal per hari. (fik/irw)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-2363937286811145449?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/2363937286811145449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/08/di-balik-mahalnya-harga-gula-pasir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/2363937286811145449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/2363937286811145449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/08/di-balik-mahalnya-harga-gula-pasir.html' title='Di Balik Mahalnya Harga Gula Pasir'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-5456084663057938414</id><published>2009-08-28T22:11:00.000+07:00</published><updated>2009-08-28T22:12:37.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>INKA Garap 75 Gerbong KA Lebaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Jum'at, 28 Agustus 2009 ]&lt;br /&gt;MADIUN - PT Industri Kereta Api (INKA) di Madiun kembali menerima order. Tidak tanggung-tanggung, pesanannya mencapai 75 gerbong. Itu, berasal dari PT Kereta Api (KA) dan Departeman Perhubungan. Proses pembuatannya ditargetkan selesai 5 September mendatang. ''Ini untuk persiapan lebaran,'' ujar Humas PT INKA, Fathor Rasyid, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mengatakan, 75 gerbong KA itu terdiri dari tiga jenis. Yakni, 35 gerbong untuk KA kelas ekonomi atau K3. Untuk KA eksekutif atau K1 sebanyak 20 gerbong. Tidak hanya itu, KA komunitas atau tanpa kursi sebanyak 20 gerbong. ''Untuk kereta komunitas kami test run (uji coba, Red) kemarin ke Solo,'' katanya, kepada Radar Madiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengerjaan untuk gerbong K3, lanjutnya, sudah mencapai 80 persen. Tidak ketinggalan K1 dan KA komunitas juga sudah 70 persen. Dengan hasil sementara itu, pihak INKA optimistis KA pesanan itu siap dioperasionalkan untuk angkutan lebaran mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fathor menambahkan, desain warna gerbong K3 saat ini beda dengan sebelumnya. Yakni, dengan mengambil warna dasar hijau dan rangkaiannya ditambah crak grafis dan tambahan warna oranye. ''Diharapkan memilik daya tarik bagi penumpang,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, juga menambah pencitraan KA kelas ekonomi. Sebab, selama ini pelayanannya dinilai masyarakat minim. Sedangkan, gerbong angkutan lebaran itu dibuat oleh tim ahli. Sehingga, standar pembuatan, kelayakan dan keamanan sudah disesuaikan. (fik/irw)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-5456084663057938414?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/5456084663057938414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/08/inka-garap-75-gerbong-ka-lebaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5456084663057938414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5456084663057938414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/08/inka-garap-75-gerbong-ka-lebaran.html' title='INKA Garap 75 Gerbong KA Lebaran'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-8880031948826592743</id><published>2009-04-19T18:53:00.000+07:00</published><updated>2009-04-19T18:54:14.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Libatkan Aparat Kepolisian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Minggu, 19 April 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Libatkan Aparat Kepolisian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Soal Ujian Unas Didistribusikan&lt;br /&gt;PONOROGO - Menjelang pelaksanaan ujian akhir nasional (Unas) tingkat SMA dan sederajat kesibukan mulai tampak di Dinas Pendidikan (Dispendik) Ponorogo. Setelah dilakukan proses pemilahan soal yang diujikan, kini giliran pendistribusian ke subrayon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai prosedur, pendistribusian dokumen rahasia tersebut tidak hanya dilakukan oleh pihak Dispendik saja. Aparat kepolisian juga dilibatkan dalam penjagaan. Bahkan, hingga pelaksanaan Unas akan dikawal terus oleh polsek setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sudarmadji, Kepala Seksi SMA dan SMK Dispendik setempat mengatakan, sudah tidak ada lagi kendala dalam persiapan Unas 2009 kali ini. Sesuai rencana, besok (20/4) hingga empat hari ke depan, untuk tingkat SMA dan sederat sudah siap dilaksanakan. ''Untuk pesertanya sendiri sekitar sepuluh ribu, itu sudah meliputi seluruh sekolah setingkat SMA di Ponorogo,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menunjang pelaksanaan Unas berlangsung obyektif, pihaknya akan menurunkan pengawas mencapai 912 orang. Terdiri dari berbagai tenaga pendidik di sekolah yang bersangkutan. Yang kredibilitasnya sudah menjalani tahapan yang menjadi patokan dalam pelaksanaan Unas. ''Pokoknya sudah ada tahap-tahap dalam menentukan pengawas. Jadi tidak sembarang pengawas. Perinciannya, SMA dan MA berjumlah 628 orang. Sisanya, 284 pengawas dipersiapkan untuk SMK,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Dispendik juga bekerjasama dengan Tim Pemantau Independen (TPI) dari perguruan tinggi. Sesuai dengan anjuran Dispendik Pemprov Jatim, Universitas Muhamadiyah (Unmuh) Ponorogo ditunjuk sebagai TPI rayon 19 Jawa Timur. ''Ini untuk kelancaran dalam pelaksanaan. Untuk itu kami harus saling koordinatif persoalan ini,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, tidak ada kerancuan dalam pelaksanan Unas. Sehingga, dapat berlangsung sukses tanpa ada kecurangan terkait jual beli soal ujian. Seperti apa yang dikhawatirkan masyarakat selama ini. ''Semua pihak yang terlibat harus bertanggungjawab penuh,'' pungkasnya.(dip/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-8880031948826592743?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/8880031948826592743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/libatkan-aparat-kepolisian.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8880031948826592743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8880031948826592743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/libatkan-aparat-kepolisian.html' title='Libatkan Aparat Kepolisian'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-7834391641008096917</id><published>2009-04-19T18:52:00.000+07:00</published><updated>2009-04-19T18:53:10.837+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Sementara PDIP Unggul</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Minggu, 19 April 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sementara PDIP Unggul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hasil Rekapitulasi KPUD di Tujuh Kecamatan&lt;br /&gt;PONOROGO - Hasil pemilu legislatif (pileg) mulai terlihat. Untuk sementara, PDIP unggul. Tujuh kecamatan yang sudah menjalani rekapitulasi KPUD di Pendopo Agung kemarin (18/4), partai berlambang kepala banteng moncong putih tersebut mampu meraup 25.756 suara. Selisih 4.949 suara dari Partai Golkar yang nangkring di urutan kedua dengan 20.807 suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perolehan suara sementara tersebut, sedikit menguak peta politik hasil pemilihan pileg 9 April lalu. Setidaknya Kota Reyog masih menjadi basis PDIP untuk mengantarkan para calon legislatif (caleg) yang dijagokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, sampai sekarang belum ada titik terang berapa kursi yang diraih partai yang mengusung Megawati sebagai capres tersebut. ''Kami masih wait and see hingga ada rapat pleno KPUD yang memutuskan,'' terang Sutiyas Hadi Riyanto, fungsionaris DPC PDIP setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski berada dipuncak klasemen perolehan suara sementara, Sutiyas masih belum legowo. Mengingat, masih ada 14 kecamatan yang menjalani proses rekapitulasi. Yang rencananya pagi ini (19/4) merupakan titik puncak penghitungan suara. Artinya, siapa yang menjadi pemenang dalam pileg kali ini bakal terkuak. ''Tunggu saja besok (hari ini, red), baru bisa diketahui partai yang menjadi pemenangan,'' tegas pria yang masih menjabat angggota DPRD Ponorogo tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling sengit persaingan bakal terjadi dibawah PDIP. Pelan dan pasti, PKB terus mengusik Golkar yang berada di urutan kedua. Selisihnya cukup tipis, hanya 1.245 suara. Dengan jumlah total perolehan partai berlambang bulan dan bintang tersebut 19.562 suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, basis partai yang terus didera konflik intern tersebut berada di Kecamatan Babadan. Yang diklaim selama ini merupakan salah satu basis Golkar. PKB mampu meraup 8.643 suara. Unggul dengan partai besar lainnya. ''Babadan merupakan salah satu penyumbang suara terbesar perolehan suara kumulatif PKB,'' ucap Ibnu Multazam, Ketua DPC PKB Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara, Partai Demokrat (PD) harus puas di urutan ke empat dengan mengantongi 18.854 suara. Namun demikian, Mardjuki Ketua DPD Demokrat setempat optimistis PD mampu mendulang suara besar di sisa penghitungan suara. Sehingga mampu merengkuh target masuk tiga besar. ''Ini kan baru di bawah 30 persen, jadi peluang tetap terbuka untuk menggaet tiga besar,'' pungkasnya.(dip/eba) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-7834391641008096917?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/7834391641008096917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/sementara-pdip-unggul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7834391641008096917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7834391641008096917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/sementara-pdip-unggul.html' title='Sementara PDIP Unggul'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-6722965966694233799</id><published>2009-04-13T18:57:00.001+07:00</published><updated>2009-04-13T18:57:57.808+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>KPUD Tunggu Laporan PPK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 13 April 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KPUD Tunggu Laporan PPK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tetap Optimistis Penghitungan Suara Selesai Pekan Depan&lt;br /&gt;PONOROGO - Alur penghitungan suara pemilu legislatif (pileg) dfi Ponorogo terancam molor. Setidaknya, hingga kemarin belum ada satupun PPK yang memberikan rincian perolehan suara. Baik untuk suara calon legislatif (caleg) maupun partai politik (parpol) ke KPUD setempat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti dikatakan Fatchul Aziz, Ketua KPUD  Ponorogo. Menurut Aziz, pihaknya sampai saat ini masih menunggu hasil penghitungan di masing-masing PPK. ''Molor itu karena banyak rekapan yang harus diisi. Ya rata-rata untuk menyelesaikan membutuhkan waktu sekitar empat hari,'' katanya kemarin (12/4). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah ini, jelas Aziz merupakan kendala tersendiri. Sehingga pihaknya belum bisa memberikan secara akurat bagaimana komposisi termasuk perolehan masing-masing caleg di tiap dapil maupun komulatif raihan parpol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana, untuk rekapan di tiap kecamatan harus memasukan masing-masing TPS, nama caleg, nama partai. Mulai  tingkat DPRD, DPRD Provinsi maupun DPR-RI. ''Sehingga banyak rekan-rekan yang mengaku penyelanggaraan pemilu kali ini paling capek," ungkap Aziz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, rata-rata sehari PPK hanya mampu menyelesaikan lima desa saja.  Namun demikian, KPUD Ponorogo optimistis nantinya rekapituasi penghitungan suara akan rampung dalam sepekan kedepan. "Insya Allah 19 atau 20 April nanti sudah kelar untuk kita kirim ke KPU Provinsi," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kemarin, belum ada laporan keberatan hasil pemungutan suara yang gelar 9 April lalu. Meski demikian, KPUD minta agar pihak-pihak yang tidak puas dan merasa terutama terkait dengan rekapitulasi suara segera diselesaikan di tingkat bawah. ''Kami minta kalau semisal ada masalah segera dikomunikasikan dengan rekan-rekan saksi, panwas. Jadi nanti ada kesepahaman," pungkasnya. (tya/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-6722965966694233799?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/6722965966694233799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/kpud-tunggu-laporan-ppk.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6722965966694233799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6722965966694233799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/kpud-tunggu-laporan-ppk.html' title='KPUD Tunggu Laporan PPK'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-8717492423562031672</id><published>2009-04-13T18:55:00.000+07:00</published><updated>2009-04-13T18:56:39.482+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>14.000 Warga Buta Aksara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 13 April 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;14.000 Warga Buta Aksara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Warga yang masih belum bisa baca tulis (buta aksara) di Ponorogo masih cukup tinggi. Kendati tiap tahun berkurang, namun hingga saat ini angkanya ada sekitar 14.000 lebih. Mereka umurnya berusia antara 45 hingga 65 tahun. ''Yang buta aksara memang masih banyak. Tapi rata-rata usia lanjut,'' kata Kadiknas Ponorogo Dwikorahadi Meinanda, kemarin (12/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pihaknya terus melakukan langkah dengan menggalakkan program pemberantasan buta huruf. Kendati diakui ada di antara mereka usianya sekitar 40-an tahun. Hanya, untuk penyandang buta huruf di atas 60 tahun, rata-rata sulit diajari baca tulis. ''Kalau yang 40-an tahun masih bisa melalui beberapa program pengentasan buta huruf yang kita rintis,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk memasukkan data bagi 5.000 orang guna mendapatkan anggaran melalui blockgrant dari anggaran pemerintah pusat dan sharing APBD Provinsi Jatim. ''Mudah-mudahan bantuan bisa cair hingga bisa membantu mereka agar bisa baca tulis,'' jelas Dwikora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terpisah, Kabid Dikluspora Diknas Heru Tjahjo Prabawanto, menjelaskan angka riil masih berada di bawah lima persen dari total warga usia tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap menggalakkan program pemberantasan buta huruf. Sebelumnya telah menuntaskan buta huruf untuk usia 14-44 tahun. ''Nah sekarang  tugas kami untuk usia 45- 60 tahun,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal bantuan blockgrant, Heru mengungakapkan usulan 5.000 orang tersebut berasal dari usulan 24 lembaga. Mereka terdiri dari PKBM, ormas dan forum yang tersebar di berbagai wilayah di Ponorogo. ''Selain pemberantasan buta huruf, program keaksaraan fungsional ini juga berisi materi ketrampilan.'' (tya/sad) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-8717492423562031672?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/8717492423562031672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/14000-warga-buta-aksara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8717492423562031672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8717492423562031672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/14000-warga-buta-aksara.html' title='14.000 Warga Buta Aksara'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-8893960730794484294</id><published>2009-04-13T17:59:00.000+07:00</published><updated>2009-04-13T18:55:11.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Temukan Segel Kotak Terbuka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 13 April 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temukan Segel Kotak Terbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Sebuah kotak suara berisi dokumen hasil penghitungan suara pemilu legislatif (pileg) di Kecamatan Kauman, Ponorogo, ditemukan terbuka dan tak bersegel. Kotak itu tersimpan di antara ratusan kotak suara bersegel. Muncul dugaan, segel kotak suara TPS 5, Desa Ngrandu, Kauman, sengaja dirusak salah seorang panitia pemungutan suara (PPS) setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung, kejanggalan itu cepat diketahui Saifudin, calon legislatif (caleg) PPP Dapil VI Ponorogo (Badegan, Kauman, Sukorejo), yang kebetulan akan mengkroscek hasil rekapitulasi kepada panitia pemilihan kecamatan (PPK) setempat pukul 12.30. "Waktu itu, saya akan mencocokan data terakhir. Kok ada segel kotak suara yang sudah terbuka," katanya kemarin (12/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga, Marni, anggota PPS, langsung dipanggil panwascam untuk dimintai keterangan. Dia menyatakan hanya mencocokkan data. Menurut dia, data itu belum cocok dengan data yang dipegang. "Tapi, dokumennya belum dibuka. Jadi, hanya membuka segel saja," ungkap Ketua Panwascam Kauman Tarib. Setelah diklarifikasi, Marni berjanji tidak akan mengulang lagi. (tya/sad/jpnn/bh)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-8893960730794484294?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/8893960730794484294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/temukan-segel-kotak-terbuka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8893960730794484294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8893960730794484294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/temukan-segel-kotak-terbuka.html' title='Temukan Segel Kotak Terbuka'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-1645067350153627028</id><published>2009-04-12T14:32:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T14:33:35.771+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>PDIP Ajukan Gugatan ke MK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Minggu, 12 April 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PDIP Ajukan Gugatan ke MK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terkait DPT Bermasalah Pasca Pileg di Ponorogo&lt;br /&gt;PONOROGO-PDI Perjuangan (PDIP) tampaknya semakin getol mengungkap manipulasi Daftar pemilih tetap (DPT). Pasca pemilihan legislatif (pileg) 9 April lalu, telah ditemukan puluhan DPT bermasalah yang menyebar di tiga TPS berbeda. Yakni di TPS 01 dan 03 Kelurahan Purbosuman Ponorogo, TPS 08 Desa/Kecamatan Badegan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Eko Suwanto sekretaris posko PDIP dapil Jawa Timur VII mengatakan kejengkelan pihaknya terkait DPT bermasalah sudah terbukti. Mengingat, sebelumnya ada tudingan bahwa yang dilakukan PDIP dalam kasus pengungkapan kasus DPT hanyalah manuver politik. ''Di TPS 01 Purbosuman ditemukan pemilih yang berumur minus 14 tahun atas nama Miatoe. Yang lahir pada 30 Juni 2022,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu saja kasus yang menjadi kajiannya. Dalam kurun dua hari ini, pihaknya juga sudah menemukan sedikitnya 57 NIK (Nomor Induk Kependudukan) tidak standar. Yakni pada digit terakhir NIK tertulis huruf ''T''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan perundangan yang berlaku, lanjut Eko, NIK harus terdiri dari digit angka. Dengan demikian, NIK yang berakhir dengan huruf (bukan angka, Red) merupakan sebuah pelanggaran. ''Untuk itu kami terus menindaklanjuti temuan tersebut. Apalagi, DPT sudah melalui tahap validasi KPUD. Kok masih banyak ditemukan DPT yang bermasalah,'' tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pelanggaran tersebut, PDIP bakal menempuh jalur hukum. Yakni mengajukan gugatan ke Makamah Konstitusi (MK). ''Ini merupakan class action yang ditempuh PDIP. Tidak hanya itu, kami juga melaporkan temuan ini ke Panwaskab,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Arief Supriyadi Ketua Panwaskab Ponorogo membenarkan laporan DPT bermasalah tersebut melayang ke meja kerjanya. Pihaknya akan terus menindak lanjuti apa yang menjadi kejanggalan perhelatan pesta demokrasi beberapa waktu lalu. ''Kami sudah menerima pengaduan secara tertulis. Kami akan terus memproses temuan PDIP tersebut,'' pungkasnya.(dip/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-1645067350153627028?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/1645067350153627028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/pdip-ajukan-gugatan-ke-mk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1645067350153627028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1645067350153627028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/pdip-ajukan-gugatan-ke-mk.html' title='PDIP Ajukan Gugatan ke MK'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-1187744034546604297</id><published>2009-04-12T14:23:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T14:32:17.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Tokoh Kawakan Unggul</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Minggu, 12 April 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tokoh Kawakan Unggul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO-Perebutan kursi DPRD Ponorogo mulai nampak. Tokoh-tokoh kawakan mengklaim bakal mulus melenggang ke kantor yang berada di sebelah timur alun-alun Kota Reyog tersebut. Ini setelah perolehan suara sementara mereka sudah diambang BPP (Bilangan Pembagi Pemilih) yang disinyalir sekitar tujuh ribu suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari daerah pemilihan (dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Ponorogo dan Babadan, mencuatkan nama Yuni Widyaningsih dari Partai Golkar meraup suara terbanyak. Ida--bagitu panggilan Yuni mampu menyedot perolehan 9.500 suara. Sekaligus menjadi caleg dengan jumlah pemilih terbanyak dibanding 528 caleg lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan dapil 2 (Jenangan, Mlarak, Siman dan, Jetis). Wakil partai berlambang pohon beringin tersebut kembali memproklamirkan merebut suara terbanyak. Yakni Sukirno, caleg nomor urut satu tersebut mendapat suara tidak jauh beda, sekitar sembilan ribu pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, perolehan suara kumulatif Partai Golkar di dapil 2 ini mencapai 18 ribu. Sedangkan, Dwi Agus Prayitno yang diberangkatkan dari PKB juga memperoleh suara signifikan. Tokoh incumbent tersebut memperoleh suara sementara sekitar enam ribu. ''Untuk perolehan suara kumulatif partai mencapai 9 ribu,'' terang Dwi Agus Prayitno, dikonfirmasi koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kalah serunya di dapil 3 (Pulung, Sooko, Ngebel, Pudak dan Sawoo). Tiga kontestan dari partai berbeda bersaing ketat. Miseri Efendi dari Partai Demokrat menduduki posisi puncak dengan perolehan delapan ribu suara. Disusul, Rohmad Tofik dari Partai Golkar sekitar 4.600 suara. Dan, Puryono yang berangkat dari PAN bertengger dengan 2.500 suara. Hanya saja, suara kumulatif PAN disinyalir mencapai lima ribu suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dapil 4 (Sambit, Bungkal, Ngrayun dan Slahung) giliran PDI Perjuangan yang merajai. Ini setelah Agus Widodo salah satu caleg partai berlambang banteng dengan moncong putih tersebut berhasil menuai tujuh ribu suara. ''Secara pastinya masih menunggu para saksi. Hanya saja suara PDI Perjuangan bisa menembus belasan ribu,'' tegas Agus Widodo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapil 5 (Jambon, Balong dan, Babadan) perebutan suara masing-masing partai masih terbilang cukup alot. Meski Partai Demokrat menurunkan caleg Ketua DPC, Mardjuki belum sepenuhnya mengamankan posisi. Mardjuki meraup lima ribu suara. Sedangkan, kumulatif partai mencapai 8.500 suara. ''Kami masih menunggu data-data dari beberapa TPS yang sampai saat ini (kemarin, red) belum menjalani rekapitulasi,'' tutur Mardjuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu halnya dengan dapil 6 (Sukorejo, Sampung dan, Kauman). Perolehan suara masing-masing partai disinyalir jeblok. Belum ada satupun caleg entah itu notabane dari partai besar yang mengantongi suara aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya, Sutiyas Hadi Riyanto. Meski sudah dua hari sesudah pemilu pihaknya belum berani berkomentar suara yang diperoleh. ''Sama sekali masih tahap penghitungan. Untuk itu saya belum berani berspekulasi masalah ini,'' kata caleg dari PDI Perjuangan yang sementara ini mengantongi 4500 suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Sekretaris DPC Partai Demokrat Ponorogo, Misri Efendi mengaku kaget dengan adanya kabar kalau salah satau calegnya, yakni Sunoto dari dapil 2 mampu meraup 12 ribu suara. ''Tidak ada yang sampai segitu. Mungkin itu suara kumulatif partai,'' kata Misri. (dip/eba)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-1187744034546604297?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/1187744034546604297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/tokoh-kawakan-unggul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1187744034546604297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1187744034546604297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/tokoh-kawakan-unggul.html' title='Tokoh Kawakan Unggul'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-7538815014835904944</id><published>2009-04-11T17:28:00.001+07:00</published><updated>2009-04-11T17:30:39.330+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Caleg Masih Saling Tunggu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Sabtu, 11 April 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Caleg Masih Saling Tunggu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;KPUD Belum Keluarkan Rekapitulasi&lt;br /&gt;PONOROGO - Hasil penghitungan suara pemilu legislatif dan DPD merambat sangat pelan. Model contreng dan penentuan caleg terpilih lewat suara terbanyak benar-benar menyita waktu dan tenaga. Penghitungan suara di tingkat TPS saja rata-rata baru kelar Kamis malam (9/4) sekitar pukul 21.00.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para caleg kini banyak yang berharap-harap cemas. Lantaran juga buta akan perolehan suara rival-rivalnya. Mereka kebanyakan menurunkan saksi ke TPS, namun sebatas mencatat suara yang didapatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, hasil quick count (penghitungan cepat) beberapa lembaga survei yang mengunggulkan Partai Demokrat tampaknya juga tercermin dari penghitungan pemilu di Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kecamatan Sampung misalnya. Suara Partai Demokrat (PD) cukup signifikan lantaran diperkirakan tembus ke angka 10 ribu. Kendati suaranya masih terpaut dari PDIP yang melebihi 15 ribu. Namun, Partai Golkar kira-kira hanya mendapat tak lebih dari enam ribu suara. Popularitas Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) yang berangkat dari Dapil Jatim VII termasuk Ponorogo dimungkinkan ikut mendongkrak raihan suara PD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, rekor perolehan suara caleg dimungkinkan dipegang Sunoto dari PD yang maju dari daerah pemilihn (dapil) Ponorogo II lantaran menembus angka 12 ribu. Pertarungan seru terjadi antarcaleg di Dapil II meliputi Kecamatan Jenangan, Siman, Mlarak dan  Jetis ini, karena saling salip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caleg Partai Golkar, Ali Mufthi dan Sukirno disebut-sebut sama-sama mendapat suara di kisaran enam sampai tujuh ribu. Dwi Agus, caleg dari PKB juga meraih suara pemilih sekitar tujuh ribu. Yang menarik, caleg debutan baru dari Partai Hanura, Budi Hartini, mampu menggaet pemilih sampai empat ribu lebih. ''Data ini didapat dari tim sukses masing-masing calon, semuanya masih menunggu sekalian menghitung BPP (bilangan pembagi pemilihan),'' ungkap sumber terpercaya koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terang, Ketua DPC Partai Demokrat Ponorogo, Mardjuki juga memilih menunggu. Dia belum bersedia memperkirakan perolehan kursi partainya di dewan meski laporan saksi di TPS-TPS sudah memberi sinyal ada peningkatan suara berarti dibanding Pemilu 2004. ''Belum bisa ditentukan, siapa partai pemenang pemilu di Ponorogo. Laporan dari bawah, Partai Demokrat berada di atas angin,'' kata Mardjuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dia berani memastikan bahwa EBY bakal mulus masuk Senayan, disusul Ramadhan Pohan. Tak kalah yakin, Eko Suwanto, Sekretaris Posko Pemenangan PDIP Dapil Jatim VII yang sudah mengklaim partainya meloloskan Heri Achmadi dan Hasto Kristianto menjadi anggota DPR-RI. ''Dapil Jatim tujuh, PDIP dapat dua kursi di DPR-RI,'' tegas Eko sembari menyebut kantong suara Heri di Ponorogo, sedang Hasto berkonsentrasi di Ngawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, anggota KPUD Ponorogo Agung Nugroho belum dapat memberi jawaban tentang rekapitulasi sementara hasil Pemilu. Surat suara, kata dia, sampai kemarin masih berada di tingkat PPK. Jaringan KPU di tingkat kecamatan itu masih merekapitulasi hasil penghitungan di TPS-TPS. ''Belum seluruhnya terekapitulasi, kami menganut penghitungan manual,'' tegas Agung. (hw/dip/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-7538815014835904944?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/7538815014835904944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/caleg-masih-saling-tunggu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7538815014835904944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7538815014835904944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/caleg-masih-saling-tunggu.html' title='Caleg Masih Saling Tunggu'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-5068198274047839492</id><published>2009-04-11T17:27:00.000+07:00</published><updated>2009-04-11T17:28:17.735+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Gubernur Bidik Infrastruktur Jalan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Sabtu, 11 April 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gubernur Bidik Infrastruktur Jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anggap Jalan Provinsi Ponorogo-Madiun Sempit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mulai membidik infrastruktur jalan raya sebagai agenda seratus hari program kerja. Setelah mengunjungi beberapa lokasi di Kota Reyog, Kamis (9/4) lalu, Pakde Karwo-panggilan akrabnya- menyatakan masih banyak sarana vital tersebut yang harus diprioritaskan dalam penanganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya jalan provinsi yang menghubungkan Ponorogo-Madiun. Jalur utama antarkabupaten itu dianggap masih sempit dan perlu dilebarkan. ''Ya harus ditambah sekitar satu meter biar nanti tidak menimbulkan kemancetan,'' terang Soekarwo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, kerusakan jalan dapat menurunkan roda perekonomian masyarakat. Itulah alasannya mengapa kinerja seratus hari pemerintahan pasca pelantikan lebih difokuskan pada masalah klasik tersebut. ''Yang parah untuk di kawasan Jawa Timur bagian barat terdapat di Caruban. Permukaan jalan tidak rata. Hal itu tentunya dapat menimbulkan kecelakaan pada pengguna,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempercepat realisasi penanganan, pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Dengan demikian ada singkronitas dua kepentingan dalam memajukan perekonomian masyarakat. Jadi tidak hanya tanggung jawab pemerintah provinsi. ''Nanti akan segera kami koordinasikan dengan pak bupati, biar segera mendapat perhatian,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Pengprov Jatim tersebut juga menyinggung penangganan bencana banjir. Lanjut dia, bencana yang kerap kali melanda hampir di setiap daerah di Jatim tersebut merupakan masalah besar yang harus segera diselesaikan. ''Pendangkalan sungai yang menjadi penyebab utama banjir selama ini sudah mulai kami tindaklanjuti. Dengan cara dilakukan pengerukan sampah. Sehingga arus air dapat berjalan lancar,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, pihaknya sudah bekerjasama dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS) dalam penanggulangan banjir. Khususnya mengkaji permasalahan tata ruang kota. Mengingat selama ini gencar-gencarnya pembangunan yang mengindahkan keamanan dan ketertiban masyarakat umum. ''Salah satunya design pemukiman untuk terhindar dari banjir. Memang harus sedini mungkin dalam penangulangan banjir,'' pungkasnya. (dip/eba)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-5068198274047839492?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/5068198274047839492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/gubernur-bidik-infrastruktur-jalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5068198274047839492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5068198274047839492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/gubernur-bidik-infrastruktur-jalan.html' title='Gubernur Bidik Infrastruktur Jalan'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-4225110180612247463</id><published>2009-04-11T17:26:00.000+07:00</published><updated>2009-04-11T17:27:38.606+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Penyaluran BLT Bakal Molor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Sabtu, 11 April 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyaluran BLT Bakal Molor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Harapan 96 ribu rumah tangga sasaran (RTS) yang bakal menerima BLT tahap ketiga tampaknya harus dipendam. Meski sudah menginjak bulan keempat, namun belum ada kepastian kapan program pemerintah itu dapat dinikmati masyarakat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minarto, Kabid Sosial Budaya (Sosbud) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) mengungkapkan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Kantor Pos setempat. Sebagai pihak yang berkompeten dalam pendistribusian. ''Baru Selasa (14/4) pekan depan akan kami rapatkan mengenai tindaklanjut penyaluran BLT,'' terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, bila sudah ada kesepahaman antara pemkab dengan Kantor Pos, BLT segera dicairkan. Yakni seperti tahun sebelumnya, setiap RTS akan menerima Rp 100 ribu per bulan. ''Ya nanti akan dikalkulasikan pada saat pemberian. Jadi hak para RTS tidak akan hilang. Hanya saja, kemungkinan BLT baru dapat disalurkan awal Mei mendatang,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molornya penyaluran BLT tahap ketiga ini, lebih disebabkan akurasi data RTS yang belum seluruhnya masuk data base. Hanya saja sebagai patokan utama, pihaknya masih menggunakan verifikasi RTS tahun lalu. ''Untuk menentukan RTS kami harus berkoordinasi dengan BPS dan Dinas Sosial,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut dia, pihaknya akan terus melakukan akurasi data. Dengan demikian, anggaran konpensasi BBM tersebut dapat segera dinikmati masyarakat. ''Bagaimanapun akurasi data merupakan persyaratan mutlak,'' pungkasnya.(dip/eba) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-4225110180612247463?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/4225110180612247463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/penyaluran-blt-bakal-molor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4225110180612247463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4225110180612247463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/penyaluran-blt-bakal-molor.html' title='Penyaluran BLT Bakal Molor'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-8346857366303581975</id><published>2009-04-11T17:25:00.000+07:00</published><updated>2009-04-11T17:26:13.393+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Panwaskab Beber Ratusan Pemilih Fiktif</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Sabtu, 11 April 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panwaskab Beber Ratusan Pemilih Fiktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Kesemrawutan pileg terus terungkap. Panwaskab Ponorogo menemukan adanya indikasi penyalahgunaan 141 daftar pemilih tetap (DPT) di Kelurahan Singosaren, Kecamatan Jenangan, Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan pemilih fiktif turut mencontreng, meski tanpa melampirkan surat DPT yang bersangkutan. Modusnya, mereka menggantikan DPT orang yang sudah meninggal dunia dan pemilih yang sudah pindah rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seharusnya, itu dicoret atau dihapus. Bukan digantikan pemilih lain. Sebab, DPT itu berlaku mutlak, tidak boleh dibaliknamakan,'' terang Ari Trisilo, anggota panwaskab, saat dikonfirmasi koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPPS harus bertanggung jawab atas kasus tersebut. Sebab, mereka telah memberikan legalitas kepada pemilih yang tidak mempunyai hak pilih dalam menyalurkan suara. Padahal, setiap penentuan DPT baru harus disertai rekomendasi dari KPU. "Patokan para KPPS, mereka yang diperbolehkan menyalurkan suara sudah mengantongi DPS (daftar pemilih sementara)," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, penyalahgunaan DPT yang dilakukan di Kelurahan Singosaren tersebut termasuk pelanggaran. Yakni, menyalahi Perpu Nomor 1 Tahun 2009 tentang Perpanjangan dan Perbaikan DPT. Mereka semena-mena mengganti DPT tanpa ada persetujuan KPU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, pihaknya akan menindaklanjuti temuan penyalahgunaan DPT tersebut. Sebab, dikhawatirkan timbul konflik horizontal pasca penetapan pemenang pileg kali ini. "Ini sangat rawan konflik. Untuk itu, kami terus menurunkan petugas untuk mengumpulkan data pelanggaran seakurat mungkin,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agung Nugroho anggota KPUD Ponorogo, mengatakan belum menerima laporan dari PPK dan PPS terkait dengan kejadian itu. Hanya, bila ditemukan permasalahan penyalahgunaan DPT di tingkat bawah, pihaknya akan menindaklanjuti. "Permasalahan itu sama sekali belum ada di ruang kerja kami,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyatakan, validasi DPT dapat dilakukan hingga H-1 pemilu. Dalam proses validasi tersebut, jika ditemukan orang yang terdaftar sudah meninggal, namanya wajib dicoret. (dip/jpnn/bh)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-8346857366303581975?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/8346857366303581975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/panwaskab-beber-ratusan-pemilih-fiktif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8346857366303581975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8346857366303581975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/panwaskab-beber-ratusan-pemilih-fiktif.html' title='Panwaskab Beber Ratusan Pemilih Fiktif'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-3058559770262054438</id><published>2009-04-10T17:13:00.001+07:00</published><updated>2009-04-10T17:13:56.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Oknum PPK usir Wartawan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Jum'at, 10 April 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oknum PPk usir Wartawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Insiden kecil mewarnai perhelatan pemilihan legislatif (pileg), kemarin (9/4). Oknum PPK Kecamatan Jambon tanpa kompromi mengusir para wartawan yang sedang meliput di TPS 02 Desa Poko. Bahkan, secara kasar sempat mendorong juru tinta keluar dari lokasi TPS.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aksi paksa yang dilakukan oknum PPK tersebut menimbulkan ketegangan antara kedua belah pihak. Merasa kebebasan pers yang diembannya terganggu, beberapa wartawan terus mengklarifikasi persoalan tersebut pada yang bersangkutan. Sayangnya, belum sempat memberi pertanggung jawaban atas tindakannya, oknum PPK tersebut keburu kabur dari area TPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi brutal oknum PPK itu merupakan buntut dari penemuan surat suara nyasar di TPS 02 Desa Poko, Kecamatan Jambon. Sebanyak 20 lembar kertas suara DPRD I Provinsi Bali 3 ditemukan panitia pemilihan setempat saat mengecek jumlah surat suara. Sebelum pelaksanaan pemungutan suara dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan itu langsung dilaporkan ke PPK setempat. Namun hingga siang kemarin penanganan kasus surat suara nyasar tersebut terkesan diulur-ulur. ''Tindak lanjut masih menunggu PPK. Kami belum bisa memutuskan permasalahan ini,'' terang Anwar Rosidin, Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) saat dikonfirmasi koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ada kejanggalan kertas suara itu, pemungutan suara tetap dilaksanakan. Ini setelah ada persetujuan dari saksi yang hadir dalam pemungutan suara tersebut. ''Demi kelancaran kami tetap melanjutkan pemungutan suara. Meski terlambat dari waktu yang sudah ditentukan,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, kericuhan juga terjadi di TPS 13 Kelurahan Mangkujayan, Ponorogo. Lima orang pemilih yang menunggu giliran untuk menyalurkan aspirasi ditolak oleh KPPS setempat. Padahal, mereka sudah mengantri selama dua jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insiden tersebut membuat tegang suasana. Sebab, sempat terjadi perang adu mulut antara panitia pemungutan dengan kelima pemilih tersebut. Beruntung, petugas keamanan mampu mengendalikan keributan. ''Sejak pukul 10.00 sudah datang ketempat, eh tiba giliran mencontreng kok ditutup,'' keluh Supangat salah sorang pemilih yang terpaksa tidak dapat menyalurkan aspirasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikonfirmasi persoalan itu, Bambang Suhendra KPPS setempat mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya sudah sesuai prosedur. Yakni, batas waktu pemunggutan suara berakhir pukul 12.00. Seperti apa yang tercantum dalam peraturan KPU Nomor 13 tahun 2009 tentang tata cara pelaksanaan pemunggutan suara. ''Kami mengacu pada pasal 19 ayat 1. Intinya sudah disediakan 25 kursi tunggu. Tapi kenyataannya hingga dead line mereka berada diluar area TPS,'' kilahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, Agung Nugroho anggota KPUD Ponorogo saat dikonfirmasi koran ini belum ada laporan sama sekali perihal dua insiden tersebut. Hanya saja, pihaknya akan menindaklanjuti persoalan yang mencoreng pesta rakyat kali ini. ''Mungkin saja itu hanya miskomunikasi saja, kita tunggu saja laporan dari petugas yang terkait,'' katanya.(dip)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-3058559770262054438?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/3058559770262054438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/oknum-ppk-usir-wartawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/3058559770262054438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/3058559770262054438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/oknum-ppk-usir-wartawan.html' title='Oknum PPK usir Wartawan'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-8026350792514659313</id><published>2009-04-10T17:11:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T17:12:41.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Gubernur: Partisipasi Masyarakat di Pemilu Cukup Tinggi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Jum'at, 10 April 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gubernur: Partisipasi Masyarakat di Pemilu Cukup Tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Untuk kali pertama, Gubernur Jawa Timur Soekarwo meninjau langsung pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) di Kota Reyog. Meski waktu kunjungan Soekarwo cukup singkat, masyarakat tetap antusias menunggu di tiga TPS yang menjadi persingahan Pakdhe-panggilan akrabnya. Yakni TPS 07 Desa Pondok, kecamatan Babadan, TPS 03 dan 08 di Kelurahan Tonatan, Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba dilokasi, Soekarwo terus mengumbar senyum kepada warga yang antri sebelum menyalurkan hak suara. Sesekali bersalaman dan ngobrol-ngobrol dengan para pemilih. Tidak hanya itu saja, Pakdhe juga melihat absensi kehadiran pemilih. Dan, selanjutnya memprosentase jumlah kehadiran para pemilih. ''Rata-rata mencapai 70 persen. Ini berarti tingkat partisipasi masyarakat dalam menyalurkan haknya cukup tinggi,'' terangnya saat dikonfirmasi koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, kesuksesan pileg ini tidak lepas koordinasi pro aktif dengan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Diantaranya KPUD, pemerintah daerah, partai politik (parpol) dan Panwaskab. Keempat lembaga tersebut merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. ''Saling terikat satu sama yang lain, jadi tidak hanya KPU saja yang terkesan mempunyai tanggung jawab besar,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung carut marut DPT bermasalah, orang nomor satu di Jatim tersebut enggan menjawab. Hanya saja, empat kendala yang melatarbelakangi polemik DPT tersebut sampai sekarang menjadi kajiannya. Yakni NIK (nomor induk kependudukan) double, nama ganda, umur dibawah 17 tahun dan, pemilih yang tidak terdaftar. ''Masalah DPT saya kira itu sudah persoalan nasional. Untuk lebih jelas, KPUD yang lebih berkompeten,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kunjungan singkat itu, Soekarwo menyempatkan diri berfoto dengan warga dan PPS setempat. Bahkan, tak jarang memeluk dan merangkul warga yang mengeluk-elukanya. ''Justru semacam ini dapat menumbuhkan silaturahmi dengan rakyat. Apabila bisa langsung bertatap mata,'' pungkasnya.(dip)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-8026350792514659313?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/8026350792514659313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/gubernur-partisipasi-masyarakat-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8026350792514659313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8026350792514659313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/04/gubernur-partisipasi-masyarakat-di.html' title='Gubernur: Partisipasi Masyarakat di Pemilu Cukup Tinggi'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-4598058708192407596</id><published>2009-03-31T17:02:00.000+07:00</published><updated>2009-03-31T17:03:51.990+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Tertipu Komplotan Sales Jamu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Selasa, 31 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tertipu Komplotan Sales Jamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Ada Pembeli, Kemudian Muncul Sales&lt;br /&gt;PONOROGO - Kawanan penjual jamu yang berkeliling di kawasan Pulung, Ponorogo ini, menerapkan jurus licin. Seorang di antaranya sengaja mendatangi dahulu toko obat dengan mengaku hendak membeli jamu jahe telor dengan merk tertentu dalam partai besar. Dalihnya, jamu kemasan itu hendak dibawa ke Lampung. Selang dua jam kemudian, ada dua orang sales menyusul datang dengan menawarkan jamu yang dicari-cari itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akal-akalan kelompok sales jamu itu ternyata manjur meyakinkan Ibnu Mundir, 55, pemilik toko obat di Semanjur, Pulung, Ponorogo. Dia terpedaya lantaran lelaki yang mengaku bernama Rohmad ketika datang ke toko tampil meyakinkan. Rohmad bersedia membeli salah satu merk jamu jahe telor itu berapa pun jumlahnya. ''Juga ninggali nomor HP,'' sesal Ibnu Mundir, kemarin (30/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mencatat didatangi Rohmad sekitar pukul 09.00. Setelah itu, datang dua sales menawarkan jamu jahe telur dengan merk sama persis yang dicari Rohmad. Karenanya, Ibnu Mundir tak ragu lagi mengulak dua pak jamu seharga Rp 180 ribu. Korban lagi bergegas menghubungi nomor HP yang ditinggalkan Rohmad. ''Tidak dapat dihubungi,'' geram Ibnu Mundir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sengaja mengorankan nasib buruk yang menimpanya agar tidak muncul korban lain karena modus penipuan serupa. Ibnu Mundir menduga kuat antara Rohmad dan dua sales jamu itu sudah bersekongkol. Jurus tipu-tipu seperti ini sebelumnya kerap dilancarkan penjual barang antik. Sengaja mendatangi pedagang yang lain, seorang anggota kawanan mengaku sedang mencari barang antik berciri-ciri tertentu dan bersedia membeli dengan harga tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon pembeli pergi, datang penjual membawa barang yang disebut-sebut berharga mahal. Cerita akhirnya gampang ditebak, orang yang memesan barang tadi tak pernah kembali. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-4598058708192407596?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/4598058708192407596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/tertipu-komplotan-sales-jamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4598058708192407596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4598058708192407596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/tertipu-komplotan-sales-jamu.html' title='Tertipu Komplotan Sales Jamu'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-7315396830973251963</id><published>2009-03-31T16:55:00.001+07:00</published><updated>2009-03-31T16:55:48.137+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>PNS Kampanye Pilih Masuk Rutan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Selasa, 31 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PNS Kampanye Pilih Masuk Rutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Joko Supriyanto, 44, pasang badan. Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbukti berkampanye untuk caleg Partai Hanura, Rosidha Erliana, itu memilih menerima vonis penjara tiga bulan. Kemarin (30/3), Rosidha Erliana, yang tak lain istri Joko, juga sengaja membayar denda Rp 5 juta untuk suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, Joko kini resmi menjadi terpidana. Penilik sekolah beralamat di Tamansari, Sambit itu, terpaksa mendekam di Rutan Ponorogo. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yunianto kemarin membenarkan eksekusi Joko. Menariknya, jaksa tidak perlu susah-susah mencari terdakwanya. Joko datang sendiri ke kantor kejaksaan lalu menyatakan siap menjalani hukuman. ''Artinya, yang bersangkutan menerima putusan tanpa mengajukan banding,'' terang Yunianto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar mengingatkan, majelis hakim PN Ponorogo yang diketuai Eko Agus Siswanto,  pada Selasa (24/3), menjatuhkan hukuman tiga bulan penjara ditambah denda Rp 5 juta terhadap Joko lantaran terbukti terlibat dalam kampanye Pemilu. Aktivitas Joko dikhawatirkan memengaruhi netralitas PNS kendati caleg di nomor urut tiga Daerah Pemilihan (DP) IV Ponorogo meliputi Kecamatan Sambit, Bungkal, Slahung dan Ngrayun itu, adalah istrinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko pun rela menjalani hukuman penjara tiga bulan. Selain itu, denda sebesar Rp 5 juta juga sengaja dilunasi hingga dirinya luput dari pidana tambahan. Joko sendiri selama dalam persidangan tampak sudah memerhitungkan risiko buruk bila sewaktu-waktu harus berkorban demi sang istri. ''Perlu konsultasi dengan istri,'' ungkapnya selepas hakim membacakan putusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan Joko yang dituding ikut serta berkampanye itu saat membagi-bagikan stiker bergambar Rosidha Erliana di sebuah warnet di Tamansari, Sambit, pada 7 Maret lalu sekitar pukul 19.30. Panwaslu Sambit secara berjenjang sengaja mengusung kasus itu ke penyidik. Joko akhirnya disidangkan hingga penjara tiga bulan harus dijalaninya. (hw/sad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-7315396830973251963?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/7315396830973251963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pns-kampanye-pilih-masuk-rutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7315396830973251963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7315396830973251963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pns-kampanye-pilih-masuk-rutan.html' title='PNS Kampanye Pilih Masuk Rutan'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-1875216600336002495</id><published>2009-03-31T16:53:00.000+07:00</published><updated>2009-03-31T16:54:17.306+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Parent Day, Murid Pamer Kreativitas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 30 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Parent Day, Murid Pamer Kreativitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Untuk memperingati Hari Orang Tua (parent day), siswa SMP Terpadu Ponorogo berusaha memperlihatkan talenta yang dimiliki kepada orang tuanya. Seperti diperlihatkan ratusan siswa kemarin (29/3), yang ternyata mampu memberikan apresiasi positif bagi orng tua. Tak sedikit yang bangga dengan kreativitas buah hatinya. ''Ya tentu bangga dong punya anak di hadapan orang tua punya kreasi seperti ini,'' ungkap Dwiana Sulistiani, salah satu wali murid ketika melihat pameran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kreativitas anak seperti tarian tradisional, lukisan, majalah dinding (mading) dan siswa berjualan berbagai makanan khas Ponorogo sengaja diusung di hadapan orang tuanya. Hasilnya, karya mereka mampu menyedot kekaguman orang tua. "Ternyata anak-anak jaman sekarang lebih kreatif dan inovatif. Apalagi ketika melihat beberapa karya anak-anak kita,'' tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Maryono, kepala SMP Terpadu mengungkapkan, kegiatan yang dibungkus melalui acara parent day ditujukan untuk mensinergikan serta menjalin silaturahmi antara anak, orang tua serta sekolah. Mengingat kebanyakan orang tua siswa sering kurang memperhatikan bakat yang dimiliki anak mereka. ''Semoga dengan adanya kegiatan ini orang tua bisa meluangkan waktu lebih bagi anak,'' jelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan bahwa waktu yang diberikan kepada anak sangat sedikit, harus dicarikan solusi agar kreativitas anaknya mendapat perhatian sendiri. Apalagi jika orang tua anak pegawai yang pulang hingga larut, sehingga waktu yang diberikan sangat minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, pihak sekolah dalam pameran kreativitas ini hanya sebagai fasilitator serta perangsang bakat. Segala kreativitas yang ada murni dari ide anak itu sendiri. ''Segala kreativitas yang dipamerkan ini murni ide murid kami, pihak sekolah hanya sebagai motivator saja,'' pungkas Maryono. (tya/sad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-1875216600336002495?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/1875216600336002495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/parent-day-murid-pamer-kreativitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1875216600336002495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1875216600336002495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/parent-day-murid-pamer-kreativitas.html' title='Parent Day, Murid Pamer Kreativitas'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-8714751149191790007</id><published>2009-03-31T16:52:00.001+07:00</published><updated>2009-03-31T16:52:53.849+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Tim Penilai Adipura Mulai Turun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 30 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tim Penilai Adipura Mulai Turun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Tim penilai Adipura mulai blusukan ke sejumlah sudut Kota Ponorogo, kemarin (29/3). Tim tersebut terdiri dari unsur Pusat Regional Jawa, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jawa Timur serta perguruan tinggi di Jawa Timur. Sedangkan hasil penjurian Adipura, lambang supremasi kebersihan kota ini, baru akan diumumkan Juni mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lokasi strategis maupun tempat umum tak luput dari penilaian tim tersebut. Kemarin, tim sengaja masuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Tajug, Pasar Songgolangit juga jalan protokol. Tak ketinggalan lingkungan sekolah, pertokoan, fasilitas umum, kantor serta perumahan jadi bidikan dalam sidaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Lokasi penilaian ini memang sudah ketentuan dari pihak dewan juri, mengingat hal ini dipakai untuk kepentingan bersama. Semoga saja dari kabupaten peserta tidak hanya membersihkan wilayahnya ketika menjelang Adipura,'' kata Subarja, salah satu tim penilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, pihak Pemkab Ponorogo telah melakukan berbagai upaya untuk membuat Kota Reyog bersih setiap Jumat pagi. Seperti yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Sekkab Ponorogo. Yakni, menganjurkan kepada setiap instansi untuk membersihkan lingkungan kantor maupun fasilitas umum lainnya. ''Kegiatan ini (Jumat bersih) memang sudah ada sebelum adanya kabar penilaian Adipura,'' kata Setyo Budiono, kasubag Humas Protokol Pemkab yang juga ikut dalam rombongan tim penilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, pihaknya tidak melakukan persiapan secara mendadak jelang penilaian Adipura seperti ini saja. Disamping itu, lanjut Budiono, kegiatan Jumat bersih juga bertujuan untuk mempertahankan prestasi Kota Reyog. Dimana hingga saat ini Ponorogo sudah mengantongi tiga Piala Adipura. ''Sangat disayangkan kalau prestasi seperti ini tidak dipertahankan. Mengingat sangat sulit dan butuh waktu untuk meraih prestasi bergengsi ini,'' tegasnya. (tya/sad) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-8714751149191790007?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/8714751149191790007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/tim-penilai-adipura-mulai-turun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8714751149191790007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8714751149191790007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/tim-penilai-adipura-mulai-turun.html' title='Tim Penilai Adipura Mulai Turun'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-2809030021369825589</id><published>2009-03-31T16:51:00.001+07:00</published><updated>2009-03-31T16:51:58.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Mabuk, Hidung Belang Hajar PSK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 30 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mabuk, Hidung Belang Hajar PSK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terjadi di Lokalisasi PSK Kedungbanteng&lt;br /&gt;PONOROGO - Rusuh kembali pecah di lokalisasi Pekerja Seks Komersial (PSK) Kedungbanteng, Sukorejo, Ponorogo. Seorang pengunjung yang berada di bawah kendali alkohol selepas pesta minuman keras (miras) menghajar Yan, 31, salah satu penghuni lokalisasi. Bogem mentah Noerdichristiyanto, 34, pengunjung asal Somoroto, Kauman, akhirnya melukai mata kiri Yan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kesumat apa yang dipendam Noerdi hingga langsung naik pitam ketika melihat Yan, Jumat malam (27/3) sekitar pukul 20.30. Noerdi sengaja menarik lalu mendorong perempuan asal Tayuh, Poncol, Magetan itu. Yan sudah berupaya menghindar, namun Noerdi tetap saja mengejar. Pada satu kesempatan, kepalan kanan pelaku melayang keras ke korbannya. ''Saya sedang duduk di depan warung Pak Sugeng,'' ungkap Yan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak urung, keributan itu menyedot perhatian pengunjung yang lain. Noerdi segera diamankan sebelum membabi buta menyerang Yan lagi. Pembuat ricuh itu sudah teler berat setelah menggelar pesta miras bersama empat kawannya. Noerdi sengaja keluar warung lalu berjoget di jalan sebelum menganiaya Yan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi penganiayaan itu akhirnya sampai ke telinga polisi. Noerdi malam itu juga diboyong ke Mapolsek Sukorejo. Sebaliknya, Yan dengan mata bengkak dan terus mengeluarkan darah tetap tak menerima perlakuan buruk yang telah menimpanya. Korban menuntut kasus penganiayaan ini diproses tuntas. ''Celaka bagi Noerdi, penyidik menerapkan pasal 351 KUHP,'' kata seorang petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Kapolsek Sukorejo AKP Darmana menerbitkan surat perintah penahanan terhadap tersangkanya itu. Polisi beranggapan luka yang diderita korban menghalangi pekerjaannya sehari-hari. Aksi penganiayaan ini seakan menyusul ketika seorang pengunjung sengaja mengasari PSK yang dikencaninya. Persoalan sepele, terkait uang jasa keamanan sebesar Rp 5 ribu lantaran tamu hidung belang itu menginap semalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keributan selama ini kerap terjadi di Lokalisasi Kedungbanteng. Bila tidak dipicu bentrok antar pengunjung yang terpengaruh miras, juga persoalan cemburu. Seorang pengunjung pernah naik pitam lantaran tidak terima pacarnya yang PSK melayani tamu lain. (hw/sad)&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-2809030021369825589?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/2809030021369825589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/mabuk-hidung-belang-hajar-psk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/2809030021369825589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/2809030021369825589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/mabuk-hidung-belang-hajar-psk.html' title='Mabuk, Hidung Belang Hajar PSK'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-8798546544266866807</id><published>2009-03-31T16:50:00.000+07:00</published><updated>2009-03-31T16:51:06.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>HP dan Dompet Melayang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 30 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HP dan Dompet Melayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Ada saja akal bulus penipu untuk menelikung korbannya. Penipu yang mengadali Ahmad Romdhoni, 20, warga Jabung, Mlarak, Ponorogo ini, misalnya. Pelaku tahu benar calon korbannya sepulang membeli handphone (HP) baru di salah satu gerai di Jalan Diponegoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romdhoni sengaja dihentikan di tengah jalan, Jumat malam (27/3). Berdalih korbannya keliru bertransaksi, lelaki itu meminta HP yang baru saja dibeli sekalian dompet milik Romdhoni. Korban sengaja dibonceng balik arah ke kota. Kurang ajarnya, pelaku meninggalkan Romdhoni di Jalan Bhayangkara, tak jauh dari Mapolres Ponorogo. ''Disuruh menunggu, saya dihentikan di sekitar Winong, Jetis,'' ungkap Romdhoni saat melapor di Mapolres Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Romdhoni malam itu berboncengan motor dengan Andik Cahyono, 25, warga Jabung, Mlarak. Sebaliknya, pelaku seorang diri. Tampilan pelaku yang meyakinkan, membuat korbannya terkecoh. Romdhoni, bisa jadi, sudah mulai diincar sejak berada di gerai HP. ''Mengetahui merk dan harga HP yang saya beli,'' heran korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi kesulitan melacak pelaku penipuan yang menelikung mentah-mentah korbannya itu. Upaya mendapatkan bukti petunjuk dengan mendatangi gerai HP di Jalan Diponegoro juga tidak membawa hasil berarti. Sebab, pembeli yang datang lumayan banyak. Pemilik dan karyawan gerai HP itu tak mampu mengingat konsumennya satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kawanan penipu bermotif gendam juga berkeliaran mencari mangsa akhir-akhir ini. Mereka pernah memerdayai seorang mahasiswi sebuah universitas swasta di Surabaya dengan membawa kabur tas berisi dompet yang didalamnya terdapat uang Rp 1,95 juta, HP serta surat-surat penting. Aksi yang sama sebelumnya juga menelikung pengunjung salah satu swalayan dekat alun-alun hingga mulus membawa kabur cincin, kalung dan giwang emas yang dipakai korbannya. (hw/sad) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-8798546544266866807?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/8798546544266866807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/hp-dan-dompet-melayang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8798546544266866807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8798546544266866807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/hp-dan-dompet-melayang.html' title='HP dan Dompet Melayang'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-6315103845428037432</id><published>2009-03-31T16:46:00.000+07:00</published><updated>2009-03-31T16:49:48.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Akhir Pekan, Dua Nenek Tewas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 30 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akhir Pekan, Dua Nenek Tewas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Kematian mendadak kerap mewarnai akhir pekan. Bisa jadi kebetulan, dua korbannya adalah nenek-nenek. Tumini, 75, warga Tamanan, Kauman, Somoroto, memilih mengakhiri penderitaan sakit darah tinggi dengan cara gantung diri. Tumini memilih kesempatan ketika kondisi rumah sedang sepi. Pasutri Tukijo dan Katemi yang selama ini tinggal seatap dengan Tumini sedang sibuk bekerja di sawah, pada Sabtu pagi (28/3). ''Saya berangkat, masih tidur di kamar (Tumini),'' sesal Katemi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari sawah sekitar pukul 07.30 lalu hendak memberi pakan kambing piaraan, Katemi mendapati Tumini sudah kaku menggantung dengan kain setagen di bangunan kandang kambing. Sikap Tumini belakangan ini biasa saja, selain kerap mengeluh pusing akibat sakit darah tinggi yang lama menjangkitinya. Kapolsek Somoroto AKP Tulus Hariadi membenarkan terjadinya kasus gantung diri di wilayah hukumnya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang dari 24 jam sebelumnya, seorang lansia (lanjut usia) asal Jalan Terate Ponorogo, Wiji, 75, didapati sudah menjadi mayat di Pasar Burung Jalan Pacar. Korban yang berprofesi pedagang itu diduga mendapat serangan sakit jantung mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Wiji yang terkulai lemas kali pertama ditemukan Suroto, 46, sesama pedagang, Jumat sore (27/3). Ketika dicoba digerak-gerakkan, Wiji tak lagi bereaksi. Denyut nadi nenek ini ternyata sudah berhenti. Kematian di tengah pasar yang terjadi sekitar pukul 15.00 itu sempat menyedot perhatian massa. Petugas Polsekta Ponorogo akhirnya ikut dihubungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tak ada yang janggal di balik kasus kematian Wiji. Dia sudah mengeluh tak enak badan ketika hendak berangkat ke pasar. Perempuan tua ini juga dikenal mengidap kelainan jantung. Penyerahan mayat korban ke pihak keluarga pun tanpa melewati prosedur panjang. ''Keluarga membenarkan bahwa korban sebelumnya menderita sakit jantung,'' terang Kapolsekta Ponorogo AKP Suwito. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-6315103845428037432?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/6315103845428037432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/akhir-pekan-dua-nenek-tewas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6315103845428037432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6315103845428037432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/akhir-pekan-dua-nenek-tewas.html' title='Akhir Pekan, Dua Nenek Tewas'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-4808531563785781166</id><published>2009-03-28T17:27:00.001+07:00</published><updated>2009-03-28T17:27:52.126+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Hasyim Istighotsah di PKNU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Sabtu, 28 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hasyim Istighotsah di PKNU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Daya pikat tokoh nasional tampaknya masih menjadi andalan parpol untuk mendulang dukungan dalam Pemilu 2009 April mendatang. PKNU Kabupaten Ponorogo misalnya, kemarin mendatangkan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam istighotsah di lapangan kompleks Stadion Bathoro Kathong.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi, hadir di atas panggung, Hasyim menegaskan dirinya bukan menjadi juru kampanye. Sebelum membacakan doa istighotsah, pengasuh pesantren mahasiswa Al Hikam Malang mengutarakan maksud kedatangannya. ''Sekali lagi saya bukan juru kampanye dalam momen ini. Di sini saya hanya membaca doa istighotsah saja,'' terangnya, kemarin (27/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, para simpatisan PKNU tampak menginginkan orasi politik Hasyim Muzadi. ''Untuk kampanye dan jurkam biar dilaksankan oleh perwakilan PKNU Cabang Ponorogo saja,'' tambahnya. Beberapa simpatisan pun meninggalkan lokasi istighotsah. Sementara, pantauan koran ini dalam kampanye tersebut juga banyak dihadiri anak-anak. ''Teman-temannya banyak. Dan, kami juga diajak oleh bapak dan ibu,'' terang Iwan Nurcahyo, bocah yang baru menginjak usia 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ari Trisilo, anggota Panwaslu Kabupaten Ponorogo mengatakan bakal menindaklanjuti temuan di lapangan terkait pengerahan massa anak-anak dalam kampanye itu. Jika ditemukan unsur pelanggaran, bukan tidak mungkin bakal dijatuhkan sanksi. ''Kami klarifikasi dulu, baru bisa menentukan keputusan,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kota Madiun, PKNU juga melakukan kampanye. Yakni, di lapangan Pandean Jalan Serayu. Dalam kampanye itu, sebelumnya juga digelar istighotsah atau doa bersama. (dip/irw)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-4808531563785781166?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/4808531563785781166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/hasyim-istighotsah-di-pknu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4808531563785781166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4808531563785781166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/hasyim-istighotsah-di-pknu.html' title='Hasyim Istighotsah di PKNU'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-2168453650350233513</id><published>2009-03-28T17:26:00.000+07:00</published><updated>2009-03-28T17:27:02.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Mantan Santri Sikat HP di Ponpes</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Sabtu, 28 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mantan Santri Sikat HP di Ponpes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO-Berguru kepalang ajar bagai kembang, bunga tak jadi. Pribahasa itu tampaknya cocok dengan apa yang dilakukan Risetiyono, 21, warga Kelurahan Mangkujayan.&lt;br /&gt;Dia sengaja menyatroni salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kranggan, Sukorejo, Ponorogo, tempatnya dahulu pernah belajar ilmu agama. Dia faham betul suasana pondok hingga beraksi di waktu Subuh di saat penghuni tengah sibuk beraktivitas di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aris (panggilan Risetiyono) akhirnya mulus menggondol dua handphone milik santri, pada Sabtu (14/3) lalu sekitar pukul 04.30. Selepas menjual HP curiannya, tersangka memulai pelariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aris sempat pergi ke Jakarta sebelum akhirnya terdampar di Banyuwangi. Namun, petugas Unit Reskrim Polsek Sukorejo tetap saja mampu mencium jejak buruannya. Tersangka yang berparas rupawan itu ternyata sempat disembunyikan seorang waria di Banyuwangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Track record Aris selama ini ternyata cukup buruk. Dia cenderung bertabiat panjang tangan. Kemauannya belajar di pondok juga setengah-setengah hingga akhirnya harus drop out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan Aris adalah berwajah ganteng. Aksi lancangnya menyatroni dua HP milik santri pondok itu terungkap setelah ada saksi mata yang sempat melihat Aris berada di lokasi pada hari dan jam kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kapolsek Sukorejo, AKP Darmana pihaknya selama ini memilih memantau keberadaan tersangka. Polisi sengaja belum bergerak saat mengetahui Aris buron ke Jakarta dan selalu berpindah-pindah tempat. Informasi terakhir kali, buronan itu bersembunyi di Banyuwangi.  ''Baru kita kejar,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, perburuan tersangka kasus pencurian itu cukup melelahkan. Sebab, ada waria menaruh hati ke Aris hingga rela menyediakan tempat persembunyian. Namun, polisi tak kurang akal dengan menyamar sebagai keluarga tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil dibekuk, tersangka langsung diboyong ke Ponorogo. Aris sudah menjual dua HP merk Nokia dan Sony Erickson yang dicurinya untuk ongkos selama pelarian. (hw/eba)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-2168453650350233513?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/2168453650350233513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/mantan-santri-sikat-hp-di-ponpes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/2168453650350233513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/2168453650350233513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/mantan-santri-sikat-hp-di-ponpes.html' title='Mantan Santri Sikat HP di Ponpes'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-3669350670090937993</id><published>2009-03-28T17:22:00.000+07:00</published><updated>2009-03-28T17:26:23.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Ramai-Ramai Bayar Pajak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Sabtu, 28 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ramai-Ramai Bayar Pajak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PNS Pemkab Setorkan SPT&lt;br /&gt;PONOROGO-Taat pajak merupakan kesadaran yang perlu dikembangkan. Tidak hanya sekadar mengikat masyarakat yang sudah mengantongi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tapi juga untuk komunitas yang masih belum sadar akan wajib pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cermin itulah yang menjadi faktor utama para pejabat lingkup pemkab ramai-ramai menyerahkan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ponorogo, kemarin (27/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Muhadi Suyono yang didampingi Wabup Amin secara simbolis menyerahkan SPT tahunan 2008. NPWP orang nomor satu dilingkup pemkab itu 05.130.511.8-647. Sedangkan, Amin NPWP 08.685.265.4-674. ''Semua warga Indonesia wajib pajak. Baik itu pejabat, aparat maupun rakyat jelata tidak ada perbedaan,'' terang Muhadi Suyono, saat dikonfirmasi koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, kewajiban akan pajak harus ditumbuhkembangkan. Mengingat, masih banyak masyarakat yang tidak sadar akan kewajibannya itu. Padahal, disisi lain pajak sangat berguna meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. ''Kita membayar pajak, kita juga yang bakal menikmatinya. Jadi ini merupakan suatu rantai yang saling menguntungkan,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Elvis Yanwar Siregar Kepala KPP Pratama Ponorogo mengatakan, batas waktu wajib pajak perorangan penyampaian SPT tahunan berakhir hingga 31 Maret nanti. Sedang, badan hukum sudah harus menyerahkan SPT tahunan sampai 30 April mendatang.. ''Jika hingga batas yang telah ditentukan belum melapor ke pihak kami (KPP, red) bakal dikenai sanksi denda Rp 100 ribu per SPT. Sedangkan, untuk badan hukum bisa dikenai Rp 1 juta per NPWP,'' ucap Elvis Yanwar Siregar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung soal kesadaran masyarakat Ponorogo akan kewajiban membayar pajak, menurutnya cukup membanggakan. Terbukti, meski baru setahun terdapat kenaikan yang cukup signifikan. Sayangnya, mereka kurang peduli dalam proses pelaporan kepada dinas terkait. ''Kalau bayarnya gampang, hanya saja masyarakat cenderung pasif untuk melapor ke dinas terkait. Hal itulah yang biasanya menjadi persoalan bagi wajib pajak,'' tegasnya.(dip/eba)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-3669350670090937993?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/3669350670090937993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/ramai-ramai-bayar-pajak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/3669350670090937993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/3669350670090937993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/ramai-ramai-bayar-pajak.html' title='Ramai-Ramai Bayar Pajak'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-7148225533278152754</id><published>2009-03-26T17:20:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T17:21:30.937+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Curi Sepeda, Belikan Baju Adik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Kamis, 26 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Curi Sepeda, Belikan Baju Adik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Siswi salah satu MTs (Madrasah Tsanawiyah) swasta di Bungkal, Ponorogo, mencuri sepeda. Tak tanggung-tanggung, Upik (samaran), 14, itu mengondol dua sepeda sekaligus dari lain sekolah.  Aksi pencurian yang terjadi saat bel pulang di MTs Al-Islah, Kalisat, Bungkal itu, akhirnya terkuak. Upik sempat menjual satu sepeda curiannya seharga Rp 180 ribu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang mencengangkan, siswi asal Munggu, Bungkal itu, mengaku nekat mencuri lantaran ingin membelikan pakaian adiknya yang masih bayi. Selepas menjual sepeda mini curiannya, Upik sengaja membeli tiga stel baju untuk sang adik. ''Masih berumur dua bulan, saya kasihan dan sayang saja pada adik,'' ungkap Upik memelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi pencuri cilik itu awalnya tak tercium. Sebab, Upik masuk ke lokasi dengan berseragam sekolah. Baju putih lengan panjang, rok biru setumit lengkap dengan jilbab putihnya. Dia mengeluarkan sepeda dari tempat parkir lalu menaikinya pulang. Entah kebetulan atau tidak, dua sepeda yang dicuri itu sama-sama berwarna pink meski beda merk. ''Asal ambil saja,'' ungkap Upik saat ditanya tentang kecenderungan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas Polsek Bungkal kemarin (25/3) sengaja mengambil barang bukti sebuah sepeda dari rumah tersangkanya. Ayah Upik yang selama ini pekerja serabutan sempat meratapi perbuatan anak perempuannya. Tersangka anak itu hampir seharian harus menjalani pemeriksaan didampingi ayahnya. ''Kalau tidak mampu beli pakaian baru, bukan berarti harus mencuri,'' sesal ayah Upik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung, penyidik kali ini beriba hati ke tersangkanya. Kapolres Ponorogo AKBP Etik Margawati melalui Kasat Reskrim AKP Suhono menegaskan tidak menahan Upik. Kendati kasus pencurian yang melibatkan siswi sekolah yang masih di bawah umur ini tetap diproses lanjut. ''Kasusnya lanjut tapi tersangka tidak ditahan,'' terang Suhono. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-7148225533278152754?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/7148225533278152754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/curi-sepeda-belikan-baju-adik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7148225533278152754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7148225533278152754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/curi-sepeda-belikan-baju-adik.html' title='Curi Sepeda, Belikan Baju Adik'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-253607460135401582</id><published>2009-03-26T17:19:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T17:20:28.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Deadline Tinggal Dua Hari</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Kamis, 26 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Deadline Tinggal Dua Hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kasus PNS Kampanye Caleg&lt;br /&gt;PONOROGO - Nasib Joko Supriyanto, 44, PNS yang tervonis penjara tiga bulan karena dituduh terlibat kampanye Pemilu, berada di ujung tanduk. Sebab, jaksa kini menghitung ketat masa pikir-pikir terdakwanya itu. Deadline bagi Joko bakal habis Jumat besok (27/3).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila tanpa ada keterangan di masa waktu pikir-pikir, terdakwa dianggap menerima vonis yang ditelorkan majelis hakim yang diketuai Eko Agus Siswanto dengan anggota Subchi Eko Putro dan Achmad Peten Sili itu. Bila menyatakan banding, Pengadilan Tinggi (PT) Jatim juga hanya memiliki waktu seminggu mengeluarkan putusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajari Ponorogo Yono Salim membenarkan pihaknya sedang menunggu sikap terdakwa. Bila upaya banding dipilih, maka jaksa akan melaksanakan apa pun bunyi putusan  majelis hakim PT. Jaksa memilih bersikap pasif lantaran putusan hakim lebih tinggi dibanding tuntutan. ''Kalau terdakwa menerima, langsung masuk dia,'' terang Yono, kemarin (25/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan, hakim akhirnya menjatuhkan hukuman tiga bulan ditambah denda Rp 5 juta subsider tiga bulan kurungan terhadap Joko Supriyanto, penilik sekolah asal Tamansari, Sambit, Ponorogo, karena dinilai terbukti menyebarkan stiker bergambar caleg Rosidha Erliana dari  Partai Hanura. Rosidha Erliana adalah istri Joko, caleg nomor urut tiga Daerah Pemilihan (DP) IV Ponorogo (Kecamatan Sambit, Bungkal, Slahung dan Ngrayun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putusan hakim itu sempat menjadi polemik di lingkup parpol di saat membedah bunyi pasal 76, 81, 84 dan 273 UU 10/2008 tentang Pemilu Legislatif dan DPD. Sebagian kalangan parpol menilai perbuatan Joko belum termasuk kampanye yang definisinya kegiatan peserta Pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi dan program. Selain itu, Joko dipandang bukan pelaksana kampanye seperti diatur pasal 76. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-253607460135401582?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/253607460135401582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/deadline-tinggal-dua-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/253607460135401582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/253607460135401582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/deadline-tinggal-dua-hari.html' title='Deadline Tinggal Dua Hari'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-895991077700373104</id><published>2009-03-26T17:18:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T17:19:29.098+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Pendidikan Inklusi Perlu Dikembangkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Kamis, 26 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendidikan Inklusi Perlu Dikembangkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO--Pendidikan inklusi perlu dikembangkan. Model pengajaran untuk anak berkelainan atau cacat yang dipadukan bersama anak normal itu ternyata mampu memberi kesempatan siswa dalam berintegrasi lebih jauh dengan yang lain. Dengan demikian tidak ada perbedaan yang menonjol dalam berinteraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal itulah yang menjadi topik pembicaraan dalam seminar pendidikan inklusi bagi siswa berkebutuhan khusus di DOM Unmuh Ponorogo, kemarin. Banyak lembaga pendidikan sekarang ini masih menyampingkan tata kelola proses belajar mengajar (PBM) dengan pola inklusi tersebut. ''Dengan model inklusi ini dapat mengurangi jarak antara anak berkebutuhan khusus dan anak normal,'' terang Mulyana, sumber pembicara dari fakultas Psikologi Unair Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, pendidikan inklusi dapat memberi kesempatan kepada seluruh peserta didik agar dapat mengembangkan potensi diri secara optimal. Jadi tidak membeda-bedakan latar belakang yang dialami para siswa. Selain itu mampu memberi layanan yang terkait hak azasi peserta didik dalam memberi kebebasan dalam berkreasi dan berimajinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, peran tenaga pendidik juga sangat sentral dalam mengembangkan pendidikan inklusi. Mengingat, pola yang diajarkan harus seimbang dan mudah diterima oleh para siswa. Baik itu siswa yang cacat maupun normal. ''Memang tidak sama dengan mengajar anak-anak normal. Disini perlu kreatifitas dari seorang guru dalam menerapkan proses PBM,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut dia, bila inklusi diterapkan disetiap sekolah akan menambah wawasan tenaga pendidik mengenai karakter siswa. Sebab, guru dapat dengan mudah mengenali peta kekuatan dan kelemahan anak didiknya. Selain itu, meningkatkan kompetinsi guru. Sebab, lebih kreatif dan terampil dalam mengajar. ''Tidak hanya bermanfaat pada siswa saja, tenaga pemdidik pun juga banyak wawasan yang didapatkan,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, seminar inklusi bagi siswa berkebutuhan khusus ini merupakan sebagai wahana pencanangan bhakti pendidikan 2009. Dan, untuk menyambut hari pendidikan 2 Mei mendatang. ''Kami akan menentapkan bhakti pendidikan selama sebulan ini,'' tambah Sulton, rektor Unmuh Ponorogo.(dip)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-895991077700373104?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/895991077700373104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pendidikan-inklusi-perlu-dikembangkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/895991077700373104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/895991077700373104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pendidikan-inklusi-perlu-dikembangkan.html' title='Pendidikan Inklusi Perlu Dikembangkan'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-5210167942102029755</id><published>2009-03-25T17:46:00.000+07:00</published><updated>2009-03-25T17:47:21.139+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>PNS Kampanye Divonis Tiga Bulan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Rabu, 25 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PNS Kampanye Divonis Tiga Bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO-Joko Supriyanto, 44, PNS yang beristrikan seorang calon legislatif kena batunya. Lantaran tepergok ikut menyebarkan alat peraga kampanye, penilik sekolah asal Tamansari, Sambit, Ponorogo itu, kemarin (24/3) dipidana penjara tiga bulan. Serta membayar denda Rp 5 juta subsider tiga bulan kurungan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Vonis yang dijatuhkan majelis hakim dengan ketua Eko Agus Siswanto ini sedikit lebih berat dibanding tuntutan jaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duet Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yunianto dan Bambang Rudi Hartoko dalam sidang sehari sebelumnya, menuntut Joko Supriyanto hukuman penjara tiga bulan serta membayar denda Rp 3 juta subsider satu bulan kurungan. Hakim dan jaksa sepaham bahwa terdakwanya terbukti melanggar pasal 273 UU 10/2008 tentang Pemilu Legislatif dan Dewan Perwakilan Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim menilai, terdakwa Joko Supriyanto bertindak selaku pelaksana kampanye saat membagi-bagikan stiker bergambar caleg Rosidha Erliana dari  Partai Hanura. Rosidha sendiri berada di nomor urut tiga Daerah Pemilihan (DP) IV Ponorogo meliputi Kecamatan Sambit, Bungkal, Slahung dan Ngrayun.  Keikutsertaan pegawai negeri sipil dalam kegiatan kampanye termasuk larangan. ''Melanggar netralitas pegawai negeri sipil (PNS) dalam Pemilu,'' terang Eko Agus Siswanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim maupun jaksa tampak juga sependapat soal penerapan minimum penalty terkait hukuman minimal tiga bulan penjara serta denda paling sedikit Rp 3 juta sebagaimana ketentuan pidana di UU 10/2008. Terdakwa langsung lemas selepas hakim membacakan putusan. Joko memilih menyatakan pikr-pikir sebelum menyatakan menerima atau banding. Kesempatan Joko untuk pikir-pikir hanya tiga hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, dalam persidangan terasa belum teruji benar apakah aktivitas terdakwa menyebarkan alat paraga bergambar istrinya dengan tanda contreng di nomor tiga, pada Sabtu (7/3) lalu sekitar pukul 19.30, memenuhi definisi kampanye. Joko yang sudah menjadi PNS selama 20 tahun itu juga sudah diklaim sebagai pelaksana kampanye untuk caleg Partai Hanura. (hw/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-5210167942102029755?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/5210167942102029755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pns-kampanye-divonis-tiga-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5210167942102029755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5210167942102029755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pns-kampanye-divonis-tiga-bulan.html' title='PNS Kampanye Divonis Tiga Bulan'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-4419900367747494195</id><published>2009-03-25T17:44:00.000+07:00</published><updated>2009-03-25T17:45:44.011+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Tuding Ada Pengurus Parpol di KPPS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Rabu, 25 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tuding Ada Pengurus Parpol di KPPS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO-Pemilu semakin dekat. Sejumlah kejanggalan terus-menerus diungkit. Kemarin (24/3), giliran keterlibatan pengurus partai di tingkat anak cabang dan ranting sebagai anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sengaja diungkap. Sejumlah pentholan partai di Ponorogo akhirnya mengusung persoalan ini ke Panwaslu setempat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketua DPC PNBK Ponorogo, Agus Nugroho langsung menuding keterlibatan orang partai di KPPS itu sebagai kesengajaan untuk mengamankan suara. Secara kebetulan, sekretaris DPAC di Slahung dan salah satu pengurus ranting di Bungkal yang dilaporkan ke Panwaslu ini berasal dari partai besar. ''Apa jaminannya Pemilu akan berlangsung jurdil (jujur dan adil) kalau seperti ini,'' tegas Giguk, panggilan Agus Nugroho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berharap KPUD sebagai penyelanggara mencermati persoalan keterlibatan pengurus partai sebagai panitia pemungutan suara di TPS-TPS itu. Model suara terbanyak di pemilu kali ini, imbuh dia, rentan praktik kecurangan di tahap pemungutan suara. Indikasinya nanti, minimnya jumlah surat suara rusak di TPS dengan perolehan terpusat ke salah satu caleg. ''Patut dipertanyakan kalau hasil perhitungan suara nanti menunjuk ke data itu,'' tegas Giguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terang, masuknya pengurus partai sebagai KPPS itu sudah resmi dilaporkan Ketua DPC PPI Samboo Wijaya ke Panwaslu. Penerimaan laporan bernomor 13/III/2009 tadi ditandatangani Erwin Syahroni. Samboo sengaja melampirkan sususan pengurus DPAC salah satu partai di Slahung yang sekretarisnya diduga menjadi KPPS di Menggare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panwaslu Ponorogo Arief Supriyadi ketika dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan dari stafnya tentang laporan itu. Namun, dia berjanji bakal mengkaji lewat rapat pleno setiap kali ada laporan masuk. (hw/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-4419900367747494195?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/4419900367747494195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/tuding-ada-pengurus-parpol-di-kpps.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4419900367747494195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4419900367747494195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/tuding-ada-pengurus-parpol-di-kpps.html' title='Tuding Ada Pengurus Parpol di KPPS'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-7081128066836864808</id><published>2009-03-24T16:51:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T16:53:03.968+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Mengutil, Seorang Perempuan Ditahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Selasa, 24 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengutil, Seorang Perempuan Ditahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Kaum perempuan selama ini tercatat lebih 'gatal' tangan mengutil di swalayan. Terbukti, Partini, asal Duri, Slahung, Ponorogo, tepergok mencuri seslop rokok, 10 saset kopi instan dan bubuk kopi seberat lima ons. Partini tidak membawa bekal uang cukup saat harus membayar harga barang belanjaan senilai Rp 92.500 itu di Swalayan Surya Balong.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ulah Partini saat menyembunyikan barang-barang itu tepergok Ajis Setiawan, 33, karyawan Swalayan Surya. Ajis terus mengamati gerak-gerik Partini yang datang berkunjung pagi, sekitar pukul 09.00 ini. Hendak melewati meja kasir dengan kondisi badan menggelembung lantaran di balik bajunya tersimpan barang belanjaan, pengunjung nakal itu akhirnya harus melewati penggeledahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partini tak mampu lagi mengelak. Sementara itu, Ajis akhirnya melapor ke Alfalahu Mukti Hidayat, 35, atasannya, hingga kasus pencurian ini diusung ke Mapolsek Balong. Polisi langsung menetapkan Partini sebagai tersangka dengan jeratan pasal 362 KUHP tentang pencurian. ''Tanpa disertai pemberatan. Termasuk kasus pencurian biasa,'' terang Kapolsek Balong AKP Nyoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak urung, barang curian tersangka terpaksa menginap di mapolsek karena dijadikan alat bukti. Partini juga tidak diperbolehkan pulang pasca-Nyoto menerbitkan Surat Perintah Penahanan (SPP). ''Ancaman hukumannya memungkinkan untuk dikenai penahanan,'' ungkap Nyoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, dua pengunjung perempuan juga pernah tertangkap tangan mengutil di sebuah swalayan di Jalan Ahmad Dahlan. Ibu-ibu rumah tangga itu terlalu bernafsu mengambil barang belanjaan yang tak seimbang dengan jumlah uang belanja di dompet. Seorang calon TKW juga pernah tepergok mencuri pakaian di sebuah toko di Jalan Raya Ponorogo-Madiun, masuk Ngrupit, Jenangan. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-7081128066836864808?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/7081128066836864808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/mengutil-seorang-perempuan-ditahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7081128066836864808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7081128066836864808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/mengutil-seorang-perempuan-ditahan.html' title='Mengutil, Seorang Perempuan Ditahan'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-987100517479887756</id><published>2009-03-24T16:43:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T16:44:41.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Fokus Upaya Pengembalian Uang Negara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Selasa, 24 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fokus Upaya Pengembalian Uang Negara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Selepas merampungkan sidang sejumlah perkara korupsi, jaksa di Ponorogo kini mulai fokus mengupayakan pengembalian uang negara. Apalagi, bersamaan dengan turunnya putusan kasasi atas perkara korupsi dana Hibah Belanda. ''Sebagian terdakwa sudah ada yang membayar uang pengganti,'' terang Trimo, Kasi Pidsus Kejari Ponorogo, kemarin (23/3).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trimo lalu menyebut tiga terpidana perkara korupsi dana KUT di KUD Warga Makmur Pulung yang sudah mulai melunasi uang pengganti. Selain itu, Asep Hidayat, terpidana perkara korupsi dana pengadaan seragam hansip, juga bersedia mengangsur kewajiban membayar uang pengganti. ''Besok (hari ini), Rasit (terpidana kasus korupsi Hibah Belanda) rencananya membayar uang pengganti,'' terang Trimo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pundi-pundi kas negara bakal bertambah bila saja semua terpidana perkara korupsi segera melunasi uang pengganti. Ini belum termasuk denda yang harus dibayarkan bila terpidana tidak ingin menggantinya dengan hukuman badan. Trimo mengaku siap bila harus melakukan penyitaan harta benda milik terpidana bila uang pengganti hasil korupsi tidak segera dikembalikan ke kas negara. ''Posisi jaksa dalam hal ini sebagai pengacara negara,'' terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mau dirinci, uang pengganti dalam perkara korupsi dana pengadaan seragam hansip yang mengiringi gelaran Pemilu 2004 lalu, jumlahnya paling besar. Hakim memutuskan dua terdakwanya wajib membayar uang pengganti kerugian negara sejumlah Rp 576 juta. Jumlah ini semakin bengkak bila terpidananya nanti memilih membayar denda masing-masing Rp 100 juta. Jumlah dana ini bakal semakin besar bila terpidana perkara korupsi dana reses, KUT dan dana Hibah Belanda menyusul melunasi uang pengganti. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-987100517479887756?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/987100517479887756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/fokus-upaya-pengembalian-uang-negara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/987100517479887756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/987100517479887756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/fokus-upaya-pengembalian-uang-negara.html' title='Fokus Upaya Pengembalian Uang Negara'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-8451190523327729822</id><published>2009-03-24T16:42:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T16:43:14.904+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Jabatan Sekwan Belum Jelas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Selasa, 24 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jabatan Sekwan Belum Jelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Polemik seputar kekosongan pejabat Sekretaris DPRD (Sekwan) Ponorogo berhembus juga di kalangan eksekutif. Hingga empat bulan berselang, belum ada titik terang siapa yang bakal mengisi kursi eksekutif di lembaga wakil rakyat itu. Meski banyak sorotan dari dewan yang menuding pemkab lamban menangani permasalahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bupati Muhadi Suyono mengatakan, sudah ada calon yang mampir ke sakunya. Hanya, untuk saat ini belum bisa mempublikasikan kepada khalayak, nama-nama kandidatnya. ''Sudah ada calon, tapi akan dipublikasikan bila sudah real menjabat sekwan,'' terangnya, kepada koran ini, kemarin (23/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pelaksana tugas (Plt) sekwan dipegang Budi Warsito, yang juga Aisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekkab. Sejauh ini segala urusan di gedung DPRD itu masih berjalan dengan baik. Hal itulah, yang memunculkan spekulasi posisi sekwan seakan diulur-ulur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut bupati, butuh kandidat yang loyal dan berdedikasi tinggi untuk mengisi jabatan tersebut. Untuk itu, fit and proper test juga diterapkan sebelum diajukan ke legislatif. Sehingga siapa saja yang dicalonkan bisa dipertanggungjawabkan kredibilitasnya. ''Yang pasti siapa saja bisa menjabat, asalkan sesuai dengan kriteria yang telah dimandatkan,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan kekosongan sekwan itu terus berlanjut? orang nomor satu di lingkup pemkab itu belum berani komentar banyak. Dia mengatakan masih menunggu waktu tepat untuk mengajukan ke DPRD. ''Itu tinggal nanti, bisa sebulan lagi atau dua bulan lagi,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molornya pengisisam sekwan ini memunculkan reaksi beragam di DPRD. Sutiyas Hadi Riyanto, ketua Komisi D DPRD Ponorogo menegaskan, harus ada langkah konkrit dari pemkab untuk mengatasi krisis tersebut. ''Bila kebijakan tegas, seharusnya sudah ada hasil yang ditetapkan dalam masalah sekwan ini,'' ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekosongan sekwan, kata dia, dapat menyebabkan kepincangan kinerja legislatif. Oleh karena itu, harus secepatnya jabatan yang terkatung-katung itu ada titik terang. Sehingga, tidak ada tumpang tindih kepentingan di meja wakil rakyat itu. ''Segera diisi, kan kalau begitu masalahnya sudah beres,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kabar terakhir yang berkembang di kalangan dewan, ada empat kandidat yang santer menjadi pembicaraan untuk duduk di sekwan. Selain Budi Warsito, juga muncul nama Sukarni (Kabag Umum Sekwan), Heru Purwanto (Kabag Humas dan Protokol) dan Widhi Wahjoe Admojo (Kepala Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu). Meski belum secara formal, keempat kandidat itu dianggap cukup layak menggantikan Sartono yang sudah pensiun. (dip/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-8451190523327729822?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/8451190523327729822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/jabatan-sekwan-belum-jelas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8451190523327729822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8451190523327729822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/jabatan-sekwan-belum-jelas.html' title='Jabatan Sekwan Belum Jelas'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-9148409769956382080</id><published>2009-03-24T16:41:00.001+07:00</published><updated>2009-03-24T16:41:50.586+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Akibat Banjir, Hasil Panen Jeblok</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Selasa, 24 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akibat Banjir, Hasil Panen Jeblok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Panen raya padi kali ini dirasakan sebagian petani di Ponorogo kurang mengembirakan. Banjir yang sempat merendam lahan sawah sebulan lalu berimbas pada hasil panen. Mereka pun mengeluhkan penurunan hasil produksi gabah kering sawah (GKS) yang cukup signifikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan, petani di tiga kecamatan mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Yakni Kecamatan Jetis, Balong dan Siman. Sebab, selain tanaman padi mati, bulir padi juga tidak berisi alias gabuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakat, 46, salah seorang petani di Desa Gunting, Kecamatan Siman mengatakan, gagal panen yang menimpa sebagian petani setempat akibat tergenang air luapan sungai yang merendam lahan persawahan. Apalagi, terjadi hampir selama sebulan berturut-turut. ''Kalau hanya terendam selama satu hari, nggak masalah. Tetapi, karena lahan pertanian kami terendam selama berhari-hari akibatnya tanaman rusak dan tak dapat diperbaiki lagi,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga dilontarkan Poniyem 55, petani di Desa Winong, Kecamatan Jetis. Akibat gagal panen, kerugian yang diderita sekitar Rp 2 juta. Itu untuk benih padi, pupuk, biaya penggarapan lahan dan penanam. Menurut dia, jika dalam keadaan normal satu petak sawah (seluas 650 meter persegi), menghasilkan GKS mencapai lima kuintal per petak. Namun akibat kerusakan tersebut, hasil panen hanya 1,5 kuintal per petak. ''Jelas kami rugi besar. Wong panen sekarang tidak ada hasilnya sama sekali,'' keluhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Supriyanto, kepada Kantor Ketahanan Pangan setempat mengungkapkan, penurunan hasil panen disebabkan pertumbuhan vegetatif terganggu saat terendam air banjir. Sehingga jumlah anakan padi berkurang. ''Ruang udara yang sempit juga menganggu pertumbuhan, apalagi perakaran butuh oksigen,'' katanya saat dikonfirmasi koran ini, kemarin (23/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, gagal panen akibat banjir kali ini tidak menurunkan produksi GKS kumulatif di Ponorogo. Dari 30 ribu hektar lahan masih mampu mengejar target 3,4 juta ton. ''Tidak jauh beda dengan 2008 yang surplus 13 persen,'' pungkasnya.(dip/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-9148409769956382080?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/9148409769956382080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/akibat-banjir-hasil-panen-jeblok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/9148409769956382080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/9148409769956382080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/akibat-banjir-hasil-panen-jeblok.html' title='Akibat Banjir, Hasil Panen Jeblok'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-1463356699119427402</id><published>2009-03-24T16:38:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T16:39:37.685+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Fungsionaris Hanura Datangi PN Ponorogo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Selasa, 24 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fungsionaris Hanura Datangi PN Ponorogo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sidang Kasus PNS kampanye&lt;br /&gt;PONOROGO - Netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam gelaran Pemilu 2009 benar-benar diuji di ruang sidang PN Ponorogo, kemarin (23/3). Joko Supriyanto, 44, penilik sekolah di Sambit, harus duduk di kursi pesakitan lantaran didakwa menyebarkan stiker bergambar calon legislatif (caleg) Rosidha Erliana dari Partai Hanura yang berada di nomor urut tiga Daerah Pemilihan (DP) IV Ponorogo (Kecamatan Sambit, Bungkal, Slahung dan Ngrayun). Joko adalah suami Rosidha Erliana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Majelis hakim yang diketuai Eko Agus Siswanto dengan anggota Subchi Eko Putro dan Achmad Peten Sili mencecar pertanyaan ke sejumlah saksi tentang arti kampanye, jenis-jenis kampanye serta pelaksana kampanye. Bahkan, anggota Panwaslu sempat gelagapan mendapat berondongan pertanyaan yang menyangkut soal teknis sebagaimana aturan pasal 76, 81, 84 dan 273 UU 10/2008 tentang Pemilu legislatif itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pihak lain, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yunianto dan Bambang Rudi Hartoko mati-matian membuktikan dakwaannya. Terdakwa, menurut JPU, terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 273 UU 10/2008 karena ikut serta menjadi pelaksana kampanye. JPU sengaja menuntut terdakwanya dengan hukuman tiga bulan penjara serta membayar denda Rp 3 juta subsider satu bulan kurungan. ''Hal yang memberatkan, terdakwa tidak mengindahkan anjuran pemerintah tentang netralitas PNS dalam Pemilu,'' terang JPU Yunianto sebelum masuk ke materi tuntutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal yang meringankan, menurut JPU, terdakwa sopan dalam persidangan dan belum pernah dihukum. Terdakwa sempat menghiba dengan meminta maaf  di hadapan majelis hakim. Joko yang tampak polos selama menjalani sidang ini, mengaku tidak mengetahui larangan PNS terlibat sebagai pelaksana kampanye. Akivitasnya sebatas menyebar stiker sembari meminta doa restu atas nama istrinya yang mencalegkan diri dari Partai Hanura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang sidang utama PN Ponorogo kemarin dipadati fungsionaris Partai Hanura, kolega Joko sesama PNS serta jajaran Panwaslu. Ketua Majelis Hakim menjadwalkan sidang lanjutan hari dengan agenda pembacaan putusan.(hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-1463356699119427402?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/1463356699119427402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/fungsionaris-hanura-datangi-pn-ponorogo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1463356699119427402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1463356699119427402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/fungsionaris-hanura-datangi-pn-ponorogo.html' title='Fungsionaris Hanura Datangi PN Ponorogo'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-1546781471231175625</id><published>2009-03-24T16:36:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T16:38:11.751+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>PNPM Rp 42,9 Miliar untuk 19 Kecamatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 23 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PNPM Rp 42,9 Miliar untuk 19 Kecamatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Program Nasioanal Pemberdayan Masyarakat (PNPM) mandiri pedesaan bakal jadi tolok ukur pengentasan kemiskinan. Pada 2009, Kabupaten Ponorogo mendapat jatah dari APBN itu sebesar Rp 42,9 miliar. Rencananya, bakal digelontorkan ke 19 kecamatan. ''Kecamatan Ponorogo dan Siman sudah termasuk perkotaan, jadi tidak mendapatkan anggaran PNPM,'' terang Bupati Muhadi Suyono.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anggaran PNPM kali ini, tiga kali lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 15 miliar dan tersebar di tujuh kecamatan. Kenaikan signifikan tersebut merupakan pengajuan dari pemerintah daerah. Mengingat, hampir seluruh kecamatan di Ponorogo termasuk kategori miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, pemkab mengalokasikan dana sharing sebesar Rp 8,5 miliar sebagai pendamping PNPM tersebut. Sebab, pemerintah daerah wajib turut andil sebesar 20 persen dalam mengembangkan program nasional tersebut. ''Untuk dana pendamping sudah dianggarkan dalam PAK. Jadi sudah tidak menjadi persoalan lagi,'' ungkapnya usai memimpin rapat dengan seluruh camat di ruang Bantarangin, akhir pekan kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, bidikan utama dengan anggaran puluhan miliar itu untuk pengembangan ekonomi masyarakat dan pembenahan sarana infrastruktur. Dengan demikian masyarakat akan lebih menggeliat dalam menjalankan roda perekonomian. Mengingat, dampak krisis global sedikit banyak juga berimbas kepada pemenuhan kebutuhan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal dugaan proposal fiktif PNPM 2007 yang terjadi di Kecamatan Ngrayun, Muhadi akan meng-crosscheck temuan tersebut. Sebab, itu akan merugikan masyarakat sendiri. ''Harus diklarifikasi kebenarannya, praduga tak bersalah juga harus dijunjung tinggi,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga diungkapkan Najib Susilo, kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa. Pihaknya akan terus mengawal pencairan dan pelaksanaan PNPM tersebut. Hal itu dilakukan untuk menghindari penyelewengan anggaran. ''Ya kami sudah sepantasnya aktif mengawasi hingga ke kalangan penerima. Biar nantinya tepat sasaran,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dengan anggaran yang bakal segera dicairkan itu, sudah dilakukan sosialisasi ke pemerintahan desa. Yakni dengan menggelar musyawarah antar desa (MAD). Sehingga nantinya tidak terjadi kecemburuan dikalangan bawah. ''Besarnya anggaran yang diterima setiap kecamatan berbeda. Tergantung jumlah penduduk dan kemiskinan penduduk,'' tambah Najib. (tya/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-1546781471231175625?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/1546781471231175625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pnpm-rp-429-miliar-untuk-19-kecamatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1546781471231175625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1546781471231175625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pnpm-rp-429-miliar-untuk-19-kecamatan.html' title='PNPM Rp 42,9 Miliar untuk 19 Kecamatan'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-4130067130159333881</id><published>2009-03-24T16:34:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T16:36:10.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Dua Pengedar Uang Palsu Dikeler</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 23 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dua Pengedar Uang Palsu Dikeler&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Dua pengedar uang palsu kemarin (22/3) dikeler polisi. Mereka digelandang ke tempat-tempat yang pernah didatangi saat membelanjakan pecahan uang kertas seratus ribu imitasi. Tersangka Sunardi, 42, oknum karyawan Subid Kebersihan dan Pertamanan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ponorogo yang terlibat dalam kasus peredaran uang palsu ini, sempat menunjuk sebuah toko di kawasan Somoroto. Yakni saat pernah membeli rokok hingga mendapatkan kembalian uang asli.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyidik juga sempat mencecar pertanyaan seputar keberadaan uang kertas palsu senilai lima juta yang pernah dimasukkan ke kotak amal Masjid Agung Ponorogo. Hanya saja, Sunardi mencoba menimpakan kesalahan ke Sumiran, 46, warga Kartoharjo, Nganjuk, yang ikut tertangkap dalam kasus peredaran uang palsu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut seorang penyidik, pemeriksaan lapangan kemarin untuk memastikan tersangka pernah berupaya mengedarkan uang palsunya. Namun, dalam proses reka ulang itu juga terkuak bahwa Sunardi tidak mampu melempar uang palsunya ke pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PNS ini ragu-ragu lantaran buruknya kualitas cetakan uang palsu yang didapatnya dari Sumiran itu. ''Belum banyak yang beredar, salah satu uji cobanya, ya dimasukkan ke kotak amal masjid,'' terang seorang penyidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar mengingatkan, Sunardi tertangkap di sebuah warung dawet di kawasan Mlarak ketika hendak menawarkan 44 lembar uang kertas palsunya. Dia mematok nilai tukar dengan perbandingan 2:1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, 44 lembar uang kertas palsu pecahan seratus ribu di tangan Sunardi hanya cukup ditukar dengan uang asli sejumlah Rp 2,2 juta. Polisi akhirnya juga menangkap Sumiran, 46, warga Kartoharjo, Nganjuk. Dengan barang bukti 119 lembar uang kertas palsu pecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kasus-kasus pemalsuan uang yang pernah terungkap, ada pemalsu yang nekat memanfaatkan mesin printer sederhana. Pelaku sengaja menempeli satu per satu uang kopiannya dengan plastik kecil vertikal seolah-olah security thread (benang pengaman). Pengedar uang palsu yang lain berdalih sekadar memenuhi nadar selepas sembuh dari sakit lewat berderma dalam jumlah besar ke masjid-masjid serta mushola. (hw/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-4130067130159333881?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/4130067130159333881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/dua-pengedar-uang-palsu-dikeler.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4130067130159333881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4130067130159333881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/dua-pengedar-uang-palsu-dikeler.html' title='Dua Pengedar Uang Palsu Dikeler'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-2239021225716042263</id><published>2009-03-24T16:30:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T16:33:22.640+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Broker Proyek Mulai Gentayangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 23 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Broker Proyek Mulai Gentayangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Broker proyek bergentayangan. Mereka mulai bergerilya secara berkelompok menawarkan proyek dengan fee ugal-ugalan. Paket proyek senilai Rp 50 juta saja yang dianggarkan di tahun ini, bakal dikenai potongan sejumlah 20 persen. ''Praktik yang sama sebenarnya sudah berlangsung selama dua tahun,'' tegas Tabris Thaib, Ketua LSM Bhakti Nusantara, kemarin (22/3).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Broker proyek itu leluasa beraksi, menurut dia, lantaran jumlah rekanan di Ponorogo mencapai 300 yang terbagi dalam 13 asosiasi. Nah, broker proyek sengaja bermain, di tengah ketatnya persaingan antarrekanan. Tabris menilai rekanan cenderung menjadi bahan eksploitasi para broker. ''Di sini, gratifikasi seakan sudah menjadi barang lumrah,'' terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabris sengaja merinci hitung-hitungan paket proyek senilai Rp 50 juta yang kini dimakelari lewat fee 20 persen itu. Maka, dana yang diterima rekanan tak seberapa, belum lagi dipotong pajak. ''Kurangi lagi dengan keuntungan yang harus diterima rekanan. Bagaimana dengan kualitas hasil proyeknya nanti?'' urainya sembari mengungkapkan broker banyak bermain di paket pekerjaan Rp 50 juta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabris sempat memberi warning agar broker tak lagi bermain dalam pelaksanaan proyek pemerintah tahun ini. Dia mengancam tak segan-segan mengusung persoalan ini ke ranah hukum. Tabris menglasifikasikan para broker itu sebagai kelompok terlarang ikut mendulang rejeki di dunia proyek. ''Silakan minggir, mereka mestinya sadar akan risiko karena bermain-main dengan uang negara,'' ungkap Tabris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Tabris menyarankan agar rekanan juga tidak mudah meminjamkan bendera ke pihak lain yang tidak berhak mengerjakan proyek. Sayangnya, imbuh dia, dari 300 rekanan yang ada hanya sekitar 40 persen saja memenuhi syarat sesuai bidang pekerjaan dan sertifikasi usahanya. ''Ini menyangkut tenaga teknis saat pra kualifikasi,'' jelasnya. (hw/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-2239021225716042263?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/2239021225716042263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/broker-proyek-mulai-gentayangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/2239021225716042263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/2239021225716042263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/broker-proyek-mulai-gentayangan.html' title='Broker Proyek Mulai Gentayangan'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-8502058128674037803</id><published>2009-03-21T14:27:00.001+07:00</published><updated>2009-03-21T14:29:31.135+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Digendam,Mahasiswi Merugi Rp6Juta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Sabtu, 21-03-2009)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Digendam,Mahasiswi Merugi Rp6Juta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Kawanan penipu bermotif gendam berkeliaran mencari mangsa.Mereka siang kemarin(20/3)mulus memerdayai Karmita,25,mahasiswi asal Talun,Ngebel, Ponorogo.Aksi penipuan ini terjadi persis di depan SDN 2 Bangunsari Jalan Sultan Agung,sekitar pukul 13.30.Ada dua lelaki sengaja mendekati Karmita lalu mengajak berbincang.Seorang di antaranya berkilah meramal bahwa calon korbannya itu memiliki penyakit.Seorang pelaku yang berumur lebih tua sengaja bersilat lidah mampu menyembuhkan penyakit Karmita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selepas itu,korban merasa di bawah alam sadar hingga rela menyerahkan tas berisi dompet yang di dalamnya terdapat uang sebesar Rp1,95juta,handphone serta surat-surat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karmita juga terdiam ketika kalung dan cincin emas yang dikenakannya dilucuti.Saat tersadar,dia sudah tidak melihat lagi dua lelaki yang telah menipunya itu.Seingat Karmita,seorang dari dua lelaki penipu tadi berpostur tinggi kurus berumur sekitar 25 tahun. Satunya lebih tua dan berbadan besar.''Logat bicaranya seperti orang luar Jawa,''ungkap Karmita saat melapor ke Sat Reskrim Polres Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat aksi penipuan bermodus gendam yang menimpanya, korban merugi sekitar Rp6juta.Selain menyesalkan kehilangan uang tunai,handphone dan perhiasan emas, korban juga merisaukan KTP,STNK dan kartu mahasiswa miliknya yang ikut raib digondol dua kawanan penipu itu.''Mudah-mudahan segera tertangkap agar tidak muncul korban yang lain,''harap Karmita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik ciri-ciri yang mampu diingat korban,pelaku yang sama diduga pernah beraksi memerdayai Supiyah, 29,warga Ngraket,Balong,akhir November lalu.Penipu mengaku bernama Imam dan Slamet ketika bertemu dengan Supiyah di sebuah swalayan dekat alun-alun.Berlagak menanyakan sebuah alamat,Slamet yang berlogat Sumatera itu akhirnya sukses memreteli cincin,kalung dan giwang emas yang dipakai Supiyah.Uang sejumlah Rp600ribu di dompet juga ikut ludes.Kurang ajarnya,lelaki yang menyaru bernama Imam itu saat berkenalan sempat memberikan nomor telepon selulernya.(hw/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-8502058128674037803?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/8502058128674037803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/digendammahasiswi-merugi-rp6juta.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8502058128674037803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8502058128674037803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/digendammahasiswi-merugi-rp6juta.html' title='Digendam,Mahasiswi Merugi Rp6Juta'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-7482729526677290994</id><published>2009-03-21T14:23:00.001+07:00</published><updated>2009-03-21T14:25:32.094+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Lima Ruang SMPN 5 Terbakar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Sabtu, 21 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lima Ruang SMPN 5 Terbakar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Satu Pekerja Terjatuh saat Coba Padamkan Api&lt;br /&gt;PONOROGO - Kebakaran hebat kembali menghanguskan bangunan sekolah. Setelah SD Keniten, kali ini SMPN 5 yang berada di Jalan dr Soetomo Ponorogo kemarin (20/3) terbakar. Lima ruang kelas dan ludes dilalap si jago merah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang menggemparkan Kota Reyog itu. Namun, Suhadi 46, warga Desa/Kecamatan Slahung salah seorang pekerja proyek yang sempat membantu pemadaman api terpaksa dilarikan ke RS Aisiyah. Setelah terjatuh dari atap gedung sekolah setinggi empat meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah kebakaran itu sendiri terjadi sekitar pukul 05.00. Diawali percikan api dan munculnya kepulan asap tebal dari salah satu ruang sekolah. Tidak berselang lama, si jago merah merembet ke ruang lainnya yang mengakibatkan api membumbung tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga yang berada di sekitar kejadian langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan ala kadarnya. Angin yang bertiup kencang membuat api sulit dipadamkan. Bahkan, kobaran api terus membesar. ''Api sudah besar, warga sulit memadamkannya,'' terang Eko Rusdianyanto, salah seorang sanksi mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah jam kemudian, petugas pemadam kebakaran terjun kelokasi dengan dua unit truk pemadam. Lokasi kebakaran yang padat penduduk dan bangunan gapura terlalu rendah memaksa petugas kesulitan mencari lokasi strategis untuk secepatnya memadamkan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru dua jam kemudian, api mampu dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran. Namun, sejumlah fasilitas belajar mengajar di lima ruang kelas terlanjur hangus terbakar. ''Yang paling parah kelas 2.6, kelas 2.7 dan kelas 2.8. Serta ruang pramuka dan parkir,'' terang Hariyanto, Kepala SMPN 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan, kerugian dalam musibah kebakaran tersebut mencapai Rp 536 juta. Kerugian terbesar terdapat pada tiga ruang kelas dan tempat parkir yang ditafsir mencapai Rp 400 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penyebab kebakaran sendiri belum bisa diketahui. Karena petugas dari Polda Jatim masih menjalani uji forensik di tempat kejadian perkara (TKP). Dugaan sementara, api berasal dari konseleting arus pendek yang terjadi di ruang pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Dwikora Hadi Meinanda Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo mengatakan, siswa SMPN 5 untuk sementara waktu menjalani belajar mengajar di rumah masing-masing. Dan, rencananya, kegiatan belajar mengajar baru berjalan normal Senin pekan depan. ''Ini kan kondisi sekolah tidak memungkinkan,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, Suhadi korban yang terjatuh saat memadamkan api, kondisinya sudah membaik. Setelah diadakan pemeriksaan oleh tim medis dinyatakan tidak ada luka serius. Hanya, sedikit mengalami trauma dan luka lecet di kaki dan tangannya. ''Sudah agak mendingan,'' ucapnya singkat.(dip/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-7482729526677290994?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/7482729526677290994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/lima-ruang-smpn-5-terbakar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7482729526677290994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7482729526677290994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/lima-ruang-smpn-5-terbakar.html' title='Lima Ruang SMPN 5 Terbakar'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-1272127955178527712</id><published>2009-03-20T17:11:00.000+07:00</published><updated>2009-03-20T17:12:33.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Dua Baliho Raksasa Ambruk</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Jum'at, 20 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dua Baliho Raksasa Ambruk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Kekhawatiran sebagian warga terhadap dampak buruk maraknya baliho raksasa partai politik (parpol) dan calon legislatif (caleg) terbukti. Dalam waktu hampir bersamaan di dua lokasi berbeda, dua baliho berukuran 4 x 6 meter ambruk. Meski tidak menimbulkan korban, akibat peristiwa itu sempat memacetkan lalu lintas. Sebab, posisi baliho tepat melintang di tengah jalan raya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali pertama, robohnya baliho jumbo tersebut terjadi di Jalan Basuki Rahmat. Tepatnya, di depan terminal lama sekitar pukul 14.45. Belum genap 10 menit, baliho yang sama juga ambruk di Jalan Gajah Mada. Bahkan, kejadian yang kedua itu hampir menimpa pengendara sepeda motor. ''Beruntung tadi tidak mengenai sepeda motor yang berada di bawahnya,'' terang Muhammad Iksan, salah seorang warga yang melihat langsung robohnya baliho itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dugaan sementara, tiang yang dipergunakan dalam pemasangan baliho tersebut tidak sesuai dengan beban yang ada. Sehingga tidak mampu menahan hempasan angin. Apalagi, beberapa hari ini angin berhembus cukup kencang. ''Lha wong cuma menggunakan pipa besi berukuran beberapa millimeter saja. Jadi tidak bisa kokoh,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski mengganggu ketertiban lalu lintas kejadian itu terkesan kurang mendapat respon. Hanya beberapa petugas Satpol PP yang terlihat mengemasi baliho jumbo tersebut. Sehingga membutuhkan waktu lebih dua jam untuk merapikannya kembali. ''Sudah dilapori sejak tadi kok belum ada yang datang. Kami sebagai warga kasihan pada pengguna jalan raya,'' ucap Iksan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga mengaku merasa was-was adanya baliho raksasa yang terpasang hampir di setiap sudut kota. Apalagi, mereka yang bersangkutan dalam proses pemasangan terkesan tidak menghiraukan segi keamanan dan keselamatan umum. ''Bagaimana pun kami juga khawatir keberadaan baliho yang besar-besar tersebut,'' ungkapnya. (dip/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-1272127955178527712?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/1272127955178527712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/dua-baliho-raksasa-ambruk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1272127955178527712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1272127955178527712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/dua-baliho-raksasa-ambruk.html' title='Dua Baliho Raksasa Ambruk'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-4626001855712124706</id><published>2009-03-20T17:10:00.000+07:00</published><updated>2009-03-20T17:11:34.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Gara-Gara Uang Rp 5.000</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gara-Gara Uang Rp 5.000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Ricuh lagi-lagi pecah di Lokalisasi Pekerja Seks Komersial (PSK) Kedungbanteng, Ponorogo. Seorang pengunjung tanpa ba-bi-bu menghajar PSK yang hendak dikencaninya. Padahal, korban sudah telanjur telanjang bulat di dalam kamar siap tempur. Ribut-ribut antara lelaki hidung belang dan perempuan pramusyahwat itu akhirnya bermuara ke Mapolsek Sukorejo.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ceritanya, Met, 40, warga Lembah, Babadan, Ponorogo, sengaja berkunjung ke lokalisasi itu ketika malam sudah larut. Dia langsung mengajak Yat, 34, PSK asal Blitar. Lantaran lokalisasi akan tutup, maka pengunjung yang menginap harus membayar uang keamanan Rp 5.000. Yat rela menalangi uang jasa keamanan itu. Namun, Met memilih pasif ketika sudah berdua di kamar dengan Yat. Tak peduli meski lawan mainnya sudah melucuti semua pakaian. ''Kalau memang tidak jadi, saya hanya minta uang keamanan diganti. Cuma lima ribu rupiah,'' ungkap Yat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Met malah memilih mengasari Yat. Perempuan ini ditendangnya. Tidak berhenti disitu, Met juga mendorong tubuh Yat ke pintu kamar. Ribut-ribut di salah satu kamar lokalisasi itu akhirnya mengundang kedatangan penjaga keamanan. Persoalan sengaja diusung ke polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolsek Sukorejo AKP Darmana membenarkan masuknya laporan kasus penganiayaan yang menimpa salah satu penghuni lokalisasi itu. Namun, menilik luka korban sesuai hasil VER (visum et repertum), penyidik hanya menerapkan pasal 352 KUHP tentang penganiayaan ringan. Tersangka pun luput dari status penahanan. ''Hanya tipiring (tindak pidana ringan), proses persidangannya cepat,'' terang Darmana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keributan selama ini kerap terjadi di Lokalisasi Kedungbanteng. Bila tidak dipicu bentrok antarpengunjung yang terpengaruh minuman keras, juga persoalan cemburu. Seorang pengunjung pernah naik pitam lantaran tidak terima pacarnya yang PSK melayani tamu lain. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-4626001855712124706?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/4626001855712124706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/gara-gara-uang-rp-5000.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4626001855712124706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4626001855712124706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/gara-gara-uang-rp-5000.html' title='Gara-Gara Uang Rp 5.000'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-4590549987465756491</id><published>2009-03-20T17:09:00.000+07:00</published><updated>2009-03-20T17:10:33.130+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>PDIP Ungkap Manipulasi DPT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Jum'at, 20 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PDIP Ungkap Manipulasi DPT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;544 Pemilih Siluman dari Pondok Tonatan&lt;br /&gt;PONOROGO - Di sisa waktu Pemilu Legislatif (Pileg) 2009 yang mulai mepet, PDIP tambah getol memelototi dugaan manipulasi DPT (daftar pemilih tetap). Kemarin (19/3), giliran Heri Achmadi, Koordinator Posko PDIP Dapil Jatim 7, mengungkap modus baru pemalsuan data pemilih. ''Ada TPS siluman dengan 544 pemilih diduga fiktif,'' tegas Heri saat menggelar jumpa pers di Posko PDIP Jalan Bhayangkara Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Heri yang juga tercatat sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI dan mencalonkan diri lagi di nomor urut satu ini, berani menyebut NIK (nomor induk kependudukan) 544 pemilih di TPS 12 Kelurahan Tonatan, Ponorogo itu, cacat. Sebab, NIK yang biasanya terdiri atas 16 digit nomor, hanya diterakan 15 digit. Ini pun di tiga angka terakhir sengaja diganti dengan huruf XXX (triple X). ''Tidak ada di seluruh Indonesia, NIK dengan kode triple X. Ini akal-akalan dari mana,'' tegas Heri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dia langsung menuding pencatatan 544 pemilih yang semuanya beralamat di Pondok Tonatan itu merupakan upaya masif dan sistematis manipulasi DPT. Kedua kata ini disadur Heri dari putusan MK saat memerintahkan Pilgub Jatim ulang di Madura. Di Kelurahan Tonatan, menurut dia, hanya terdapat 11 TPS. ''Saya akan lakukan koordinasi lintas partai untuk menyikapi persoalan ini lebih tegas,'' tandas Heri sembari menyontohkan sikap Surya Darma Ali dan Wiranto bersama Poros Keadilan yang juga menyoal DPT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sempat mengaku menelepon Pramono Anung, Sekjen DPP PDIP, tentang temuannya di daerah. Kesimpulan Heri, Pemilu kali ini dilaksanakan amburadul. Heri sebelumnya sudah merilis tujuh modus operandi manipulasi pemalsuan DPT yang terjadi di Trenggalek, Magetan dan Ngawi. Yakni, NIK sama; NIK dan nama sama; NIK, nama dan tempat tanggal lahir sama; NIK, nama dan tempat tanggal lahir dan alamat sama; NIK tidak standar, belum cukup umur; dan pemilih dengan data kosong karena tanpa NIK, tempat tanggal lahir, umur, status perkawinan serta alamat. ''TPS siluman adalah modus ke delapan,'' terang Heri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskkannya, cacat daftar pemilih bakal berdampak ke cacat Pemilu dan akhirnya mencederai demokrasi. Heri menilai sudah ada kesalahan sejak awal lantaran KPU tidak menyerahkan DPS maupun DPT ke parpol. Celakanya, soft copy DPT yang dimiliki KPU tidak standar karena disusun dengan format berbeda. ''Memasukkan data pemilih secara manual, kami kesulitan meneliti melalui software yang ada,'' tandas Heri. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-4590549987465756491?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/4590549987465756491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pdip-ungkap-manipulasi-dpt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4590549987465756491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4590549987465756491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pdip-ungkap-manipulasi-dpt.html' title='PDIP Ungkap Manipulasi DPT'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-4364725842652400647</id><published>2009-03-20T17:07:00.000+07:00</published><updated>2009-03-20T17:09:27.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Panwas Temukan DPT Ganda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Jum'at, 20 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panwas Temukan DPT Ganda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Masalah teknis menodai perhelatan pemilu legislatif (pileg) 9 April mendatang. Panitia pengawas (panwas) menemukan sedikitnya 16 orang masuk daftar pemilih tetap (DPT) dobel alias fiktif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manipulasi data itu ditengarai bakal dijadikan rekayasa pengelumbungan suara oleh partai politik (parpol) atau calon legislatif (caleg) tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panwas Ponorogo Arief Supriyadi mengatakan, DPT fiktif tersebut ditemukan dari daerah pemilihan (dapil) Ponorogo IV (Bungkal, Sambit, Slahung, dan Ngrayun). Untuk dapil yang lain, sampai saat ini belum ditemukan penggandaan DPT. ''Laporan dari masyarakat, setelah kami telusuri, ternyata benar,'' tegas Arief Supriyadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan panwas itu langsung dilaporkan ke KPU setempat. Itu dilakukan agar secepatnya ditindaklanjuti komisi penyelenggara pemilu tersebut. Mengingat, sisa waktu pesta demokrasi tinggal tiga minggu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Biar di-crosscheck. Sebab, ini rawan sekali terjadi konflik di kalangan bawah. Apalagi, suhu politik sejak kampanye terbuka digelar mulai menghangat,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya panwas, Ketua DPC PKB Ponorogo Ibnu Multazam mengklaim ada ratusan DPT di dapil VI (Kauman, Sampung, Sukorejo) yang diduga fiktif. (dip/jpnn/zen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-4364725842652400647?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/4364725842652400647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/panwas-temukan-dpt-ganda.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4364725842652400647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4364725842652400647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/panwas-temukan-dpt-ganda.html' title='Panwas Temukan DPT Ganda'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-4669401606729616695</id><published>2009-03-17T16:56:00.000+07:00</published><updated>2009-03-17T16:57:06.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Remaja Cabul Dituntut Lima Tahun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Selasa, 17 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Remaja Cabul Dituntut Lima Tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Hukuman berat terus berjatuhan terhadap pelaku pencabul anak. Jaksa kemarin (16/3) menuntut Jok, 15, terdakwa yang mencabuli Mawar, gadis bau kencur asal Jetis, dengan hukuman penjara lima tahun. Perbuatan tak senonoh itu terungkap ketika Mawar diajak pesta minuman keras (miras) di GOR Singodimedjo Ponorogo selepas digauli, pada 13 Januari lalu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jaksa Tartilah seakan tak memedulikan usia terdakwa yang juga belum cukup umur. Tuntutan berat terhadap terdakwa perkara susila selama ini turun atas rekomendasi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Terapan pasal di UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak memang mengatur hukuman minimal dalam hitungan tahun serta denda puluhan juta rupiah untuk pelanggarnya. ''Potong masa tahanan,'' jelas Tartilah sesuai sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidang dengan hakim tunggal Achmad Peten Sili di PN Ponorogo kemarin (16/3) berlangsung tertutup. Hakim dan jaksa harus melepas toganya tatkala terdakwa Jok yang beralamat di Tugu, Mlarak itu, duduk di kursi pesakitan. Sidang ditunda Senin (23/3) depan dengan agenda mendengarkan putusan hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaksa sebelum sampai ke tuntutannya sengaja mengurai ulah Jok saat tega meniduri Mawar. Perbuatan layaknya suami istri itu terjadi di rumah Bayu Widya, 19, asal Bedi Wetan (disidangkan terpisah). Mawar sedianya hendak dijadikan piala bergilir ketika malam hari diajak berpesta miras di GOR Singodimedjo. Bayu mencuri kesempatan dengan menggerayangi Mawar ketika Jok meninggalkannya berdua. Aksi seronok anak muda berlainan jenis ini akhirnya tepergok petugas Samapta Polres Ponorogo yang tengah berpatroli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar vonis hakim PN Ponorogo yang jatuh terhadap terdakwa perkara kesusilaan semuanya antara tiga dan empat tahun ditambah denda puluhan juta rupiah. Hakim dan jaksa tampak sepakat pada pemberlakuan minimum penalty mengacu aturan pasal di UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Hanya, kasus kekerasan seksual yang menimpa anak perempuan terus saja bermunculan. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-4669401606729616695?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/4669401606729616695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/remaja-cabul-dituntut-lima-tahun.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4669401606729616695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4669401606729616695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/remaja-cabul-dituntut-lima-tahun.html' title='Remaja Cabul Dituntut Lima Tahun'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-3855208194083290512</id><published>2009-03-17T16:54:00.000+07:00</published><updated>2009-03-17T16:55:56.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Kampanye Bersama sebagai Perkenalan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Selasa, 17 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kampanye Bersama sebagai Perkenalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Kampanye perdana Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April mendatang, kemarin (16/3) serentak digelar di berbagai daerah. Di Kabupaten Ponorogo, 29 partai politik (parpol) turut andil mendeklarasian nota kesepakatan kampanye damai bersama dalam pesta demokrasi kali ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seluruh perwakilan parpol yang turut dalam gelanggang pileg, menandatangani kesepakatan bersama tersebut. Kegiatan ini disaksikan langsung Bupati Muhadi Suyono, Kapolres AKBP Etik Margawati dan Kajari Yono Salim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen tersebut, juga ditandai dengan konvoi keliling. Diawali dari  kantor KPUD Jalan Soekarno-Hatta menuju ke beberapa kecamatan di Ponorogo. Seperti Babadan, Jenangan, Sukorejo, Badegan, Jambon dan Mlarak. ''Ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat. Jadi intinya hanya sekadar sosialisasi,'' terang Agung Nugroho, anggota KPUD setempat kepada koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, rasa damai dan kebersamaan yang terbangun selama ini harus dijunjung tinggi dalam pileg nanti. Sehingga masyarakat sebagai pemegang hak suara bisa tersalurkan sesuai dengan hati nuraninya. Tidak ada indikasi pemaksaan dan intimidasai terhadap rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa yang menjadi kekhawatiran pihaknya dalam perjalanan pesta demokrasi nanti. ''Hal-hal yang memecah belah kerukunan masyarakat harus dihindari. Apalagi ini kan untuk memilih wakil- sebagai wadah aspirasi rakyat,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesepakatan bersama tersebut, bakal menjadi acuan untuk melaksanakan pileg sesuai azas langsung, umum, bebas dan rahasia (luber). Sehingga tanggung jawab tidak hanya pada lembaga penyelenggara pemilu. Pemerintah daerah dan Parpol juga mempunyai andil besar untuk menyukseskannya. ''Harus saling koordinasi. Tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Hal itulah kenapa kami terus berupaya aktif,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, meski sudah ada larangan pengerahan massa yang banyak, kampanye damai bersama kemarin diwarnai beberapa parpol yang mengusung simpatisannya dengan jumlah besar. ''Kami sebenarnya sudah membatasi setiap parpol hanya boleh menurunkan tujuh kendaraan dan satu mobil sound system. Parpol yang melanggar pasti akan kami tindak lanjuti,'' pungkasnya.(dip/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-3855208194083290512?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/3855208194083290512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/kampanye-bersama-sebagai-perkenalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/3855208194083290512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/3855208194083290512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/kampanye-bersama-sebagai-perkenalan.html' title='Kampanye Bersama sebagai Perkenalan'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-8501650772960962920</id><published>2009-03-17T16:51:00.000+07:00</published><updated>2009-03-17T16:54:07.177+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Hakim Tolak Praperadilan Sulami</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Selasa, 17 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hakim Tolak Praperadilan Sulami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Praperadilan Sulami kemarin (16/3) kandas. Hakim Subchi Eko Putro menilai terlalu prematur menyimpulkan polisi telah menghentikan penyidikan kasus penipuan yang dilaporkan warga Jalan Tirtotejo Ponorogo itu. Dari setumpuk surat bukti yang diajukan Sulami, tidak satu pun menunjuk adanya SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Subchi juga menyatakan polisi masih sebatas melakukan penyelidikan. Dia sengaja mendefiniskan kata penyidikan sesuai Kitab Undang-Undang Hukuman Acara Pidana (KUHAP) untuk membedakannya dengan arti penyelidikan. Polisi, imbuh Subchi, masih berupaya mencari bukti untuk meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan.  ''Permohonan praperadilan tidak dapat diterima,'' tegasnya sebelum mengetukkan palu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim tunggal itu akhirnya membebankan biaya sidang ke Sulami. Kendati begitu, ada peluang bagi Sulami untuk memperbarui laporannya. Tatkala melaporkan Ie Sam Pat, rekan bisnisnya, dalam dugaan penipuan jual beli tanah berikut bangunan di Jalan dr Sutomo 1 Ponorogo, pada 25 Juni 2003, Sulami dianggap sebatas membuat surat pengaduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun, ketika dirinya ganti melaporkan Edy Cahyono dalam perkara sumpah palsu atau keterangan palsu buntut putusan bebas perkara penggelapan yang mendudukkan Sulami sebagai terdakwa. Sulami sebelumnya pernah kalah dalam gugatan perdata melawan Edy Cahyono atas kepemilikan tanah seluas 1.350 meter persegi di Jalan dr Sutomo itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sidang putusan kemarin digelar, Sulami sempat meminta agar orang-orang yang dilaporkannya itu ditangkap. Perempuan berumur 57 tahun ini seakan tak lelah memerjuangkan haknya selama 20 tahun. Selepas sidang, sempat terjadi dialog antara Sulami dan Kasat Reskrim AKP Suhono. ''Saya minta ibu lebih kooperatif, mari berusaha bersama-sama mengumpulkan alat bukti,'' pinta Suhono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangkal persoalan yang dihadapi Sulami sebenarnya berawal ketika dirinya melakukan transaksi tanah serta rumah dengan Ie Sam Pat, sekitar 1981. Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah di Dr Sutomo itu atas nama Edy Cahyono yang diklaim sebagai pembantu Ie Sam Pat. Hanya saja, Sulami pada akhirnya kalah berperkara perdata melawan Edy Cahyono. Puncaknya, tanah dan rumah di Jalan Dr Sutomo itu akhirnya dieksekusi dari penguasaan Sulami. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-8501650772960962920?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/8501650772960962920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/hakim-tolak-praperadilan-sulami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8501650772960962920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8501650772960962920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/hakim-tolak-praperadilan-sulami.html' title='Hakim Tolak Praperadilan Sulami'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-1139834715549451191</id><published>2009-03-16T19:26:00.001+07:00</published><updated>2009-03-16T19:28:07.989+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='materi'/><title type='text'>Kebakaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebakaran adalah situasi dimana suatu tempat/lahan/bangunan dilanda api serta hasilnya menimbulkan kerugian. Sedangkan Kebakaran lahan dan hutan adalah keadaan dimana lahan dan hutan dilanda api sehingga mengakibatkan kerusakan lahan dan hutan serta hasil-hasilnya dan menimbulkan kerugian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Petunjuk Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagi Warga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Bila Melihat Kebakaran Hutan Dan Lahan, Segera Laporkan Kepada Ketua Rt dan/atau Pemuka Masyarakat Supaya Mengusahakan Pemadaman Api.&lt;br /&gt;2. Bila Api Terus Menjalar, Segera Laporkan Kepada Posko Kebakaran Terdekat&lt;br /&gt;3. Bila Terjadi Kebakaran Gunakan Peralatan Yang Dapat mematikan api secara cepat dan tepat&lt;br /&gt;4. Tidak Membuang Puntung Rokok Sembarangan.&lt;br /&gt;5. Matikan Api Setelah Kegiatan Berkemah Selesai&lt;br /&gt;6. Gunakan Masker Bila Udara Telah Berasap, Berikan Bantuan Kepada Saudara-Saudara Kita Yang Menderita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagi Peladang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Hindari Sejauh Mungkin Praktek Penyiapan Lahan Pertanian Dengan Pembakaran, Apabila Pembakaran Terpaksa Harus Dilakukan, Usahakan Bergiliran (Bukan Pada Waktu Yang Sama), Dan Harus Terus Dipantau.&lt;br /&gt;2. Bahan Yang Dibakar Harus Sekering Mungkin Dan Minta Pimpinan Masyarakat Untuk Mengatur Giliran Pembakaran Tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: www.basarnas.go.id&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-1139834715549451191?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/1139834715549451191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/kebakaran.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1139834715549451191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1139834715549451191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/kebakaran.html' title='Kebakaran'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-6326583013965126740</id><published>2009-03-16T19:09:00.003+07:00</published><updated>2009-03-16T19:22:40.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foto'/><title type='text'>LOKABHARA 2008</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LOKABHARA 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/11.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/LOKA1.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/13.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/14.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/15.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/16.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/18.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/19.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/20.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/21.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/22.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/23.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/24.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/37.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/25.jpg" width="210" border="0" height="280" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/26.jpg" width="210" border="0" height="280" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/27.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/28.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/29.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/30.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/31.jpg" width="210" border="0" height="280" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/33.jpg" width="210" border="0" height="280" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/32.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/34.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/35.jpg" width="210" border="0" height="280" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/36.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/37.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/38.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/39.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/40.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/41.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/42.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/43.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/44.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/45.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/46.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/47.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/48.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/49.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/50.jpg" width="210" border="0" height="280" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/51.jpg" width="210" border="0" height="280" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/52.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/53.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/54.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/55.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/57.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/58.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/56.jpg" width="210" border="0" height="280" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/59.jpg" width="210" border="0" height="280" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/60.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/61.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/62.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/63.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/64.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/65.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/66.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/67.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/69.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/68.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/70.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/71.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/72.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/73.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/74.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/75.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/76.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/77.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/78.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/79.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/80.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/84.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/85.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/99.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/100.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/102.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/103.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/104.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/105.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/106.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/107.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/108.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/110.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/111.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/113.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/114.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/115.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/116.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/117.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/118.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/119.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/120.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/121.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/123.jpg" width="210" border="0" height="158" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/122.jpg" width="210" border="0" height="280" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="LOKABHARA" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/59.jpg" width="210" border="0" height="280" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-6326583013965126740?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/6326583013965126740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/lokabhara-2008.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6326583013965126740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6326583013965126740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/lokabhara-2008.html' title='LOKABHARA 2008'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-2068873657109863770</id><published>2009-03-16T19:04:00.001+07:00</published><updated>2009-03-16T19:06:30.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foto'/><title type='text'>HALAL BI HALAL 2008</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HALAL BIHALAL&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/48h.jpg" width="230" border="0" height="307" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/49h.jpg" width="230" border="0" height="307" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/5h.jpg" width="230" border="0" height="307" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/46h.jpg" width="230" border="0" height="307" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/2h.jpg" width="230" border="0" height="307" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/3h.jpg" width="230" border="0" height="307" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/50h.jpg" width="230" border="0" height="307" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/2h.jpg" width="230" border="0" height="307" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/42h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/44h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/43h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/4h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/1h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/6h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/7h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/8h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/9h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/10h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/11h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img style="width: 230px; height: 173px;" alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/19h.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/13h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/14h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/15h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/16h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/17h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/18h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/19h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/20h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/21h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/22h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/23h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/24h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/25h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/26h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/26h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/27h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/28h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/29h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="width: 230px; height: 173px;" alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/34h.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/31h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/32h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/34h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/35h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/36h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/37h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/38h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/39h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/40h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/41h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/45h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/47h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;img alt="halal" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/47h.jpg" width="230" border="0" height="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-2068873657109863770?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/2068873657109863770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/halal-bi-halal-2008.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/2068873657109863770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/2068873657109863770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/halal-bi-halal-2008.html' title='HALAL BI HALAL 2008'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-1139133803697508729</id><published>2009-03-16T18:44:00.007+07:00</published><updated>2009-03-16T19:00:56.052+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foto'/><title type='text'>HUT SATPAM 2008</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;HIKING HUT SATPAM 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam1.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;__&lt;/span&gt;&lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam3.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;__&lt;/span&gt;&lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam5.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;__&lt;/span&gt;&lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam7.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;__&lt;/span&gt;&lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam8.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam9.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;__&lt;/span&gt;&lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam10.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam11.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;__&lt;/span&gt;&lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam12.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam13.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;__&lt;/span&gt;&lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam14.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam15.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;__&lt;/span&gt;&lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam16.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam17.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;__&lt;/span&gt;&lt;img style="width: 290px; height: 210px;" alt="satpam" src="http://prasbhara.ponorogo.googlepages.com/satpam18.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-1139133803697508729?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/1139133803697508729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/hut-satpam-2008.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1139133803697508729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1139133803697508729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/hut-satpam-2008.html' title='HUT SATPAM 2008'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-4793627981946464252</id><published>2009-03-16T18:10:00.000+07:00</published><updated>2009-03-16T18:11:28.308+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Pengidap Gangguan Jiwa Tewas Terpasung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 16 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengidap Gangguan Jiwa Tewas Terpasung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Memelas nian nasib Moch Hasan, 37, penderita gangguan jiwa yang ditemukan tewas dalam kondisi 'terpasung' di dalam kamar. Kedua pasang tangan dan kaki warga Setono, Jenangan, Ponorogo itu, terikat. Hasan juga bertelanjang bulat. Hasil pemeriksaan medis menunjuk bahwa pengidap sakit ingatan itu tewas akibat tersedak makanan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasan ditemukan sudah menjadi mayat, Sabtu (14/3) siang sekitar pukul 12.30. Saksi matanya adalah Sri Maharwati, 33, adik perempuannya sendiri. Sri curiga lantaran tanda-tanda kehidupan tidak tampak dari dalam kamar, tempat kakaknya selama ini dikurung. Melongok ke dalam kamar, dia mendapati Hasan sudah menjadi mayat. Jatah sarapan yang disodorkan pagi hari hanya dijamah sedikit. ''Saya langsung lapor Pak RT,'' terang Sri Maharwati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan itu akhirnya diteruskan ke Mapolsek Jenangan. Polisi mendapati sepasang tangan Hasan terborgol ke depan. Dua kakinya juga dirantai dan dikunci gembok. Lelaki bertelanjang bulat itu semasa hidupnya kerap mengamuk bila sakit jiwanya kambuh. Pihak keluarga akhirnya memutuskan mengurung Hasan dalam kamar dengan kondisi tangan dan kaki terikat. ''Kita sengaja libatkan paramedis saat melakukan olah TKP,'' terang Kapolsek Badegan AKP Tuminto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pemeriksaan mayat merujuk bahwa Hasan diduga kuat tersedak makanan sampai rongga pernafasannya tersumbat. Mulut penderita sakit jiwa itu berbuih. Dari lubang pembuangan belakang juga keluar kotoran. Petugas medis merekomendasikan tidak didapatinya bekas-bekas penganiayaan atau keracunan. Keterangan lain yang didapat, Hasan sudah menderita sakit selama empat hari sebelum bertemu ajal. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-4793627981946464252?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/4793627981946464252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pengidap-gangguan-jiwa-tewas-terpasung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4793627981946464252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4793627981946464252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pengidap-gangguan-jiwa-tewas-terpasung.html' title='Pengidap Gangguan Jiwa Tewas Terpasung'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-4847951084647098752</id><published>2009-03-16T18:09:00.000+07:00</published><updated>2009-03-16T18:10:36.967+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Lomba Komputer Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 16 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lomba Komputer Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Komputer bukan lagi dominasi orang dewasa baik untuk bekerja maupun mengakses informasi. Anak-anak juga sudah mulai mengutak-utik perangkat canggih tersebut. Karena itu, agar tidak tertinggal informasi atau gagap tehnologi (gaptek), sejak usia dini harus sudah kenal dengan program yang ada dalam kompurter.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti terlihat kemarin (15/3), sekitar 225 anak-anak usia taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) terlihat enjoy bermain kompurter yang digelar pusat pendidikan kumpoter anak Interaktif Ponorogo. Selama ini anak-anak masih sebatas bermain game. ''Padahal saat ini anak-anak harus sudah bisa mengakses beberapa program terkait dengan pelajaran di sekolah. Nah, kita sebagai orang tua harus bisa membimbing sekaligus mengarahkan,'' kata Dedi Setiawan, CEO Interaktif pada koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba dengan tiping (belajar mengetik dengan 10 jari) dan puzzle, panitia mematok waktu hanya lima menit. Hasilnya, peserta rata-rata sudah menguasai. Kendati sebagian masih bingung dengan program baru yang selama ini belum dikenal. ''Kalau menulis atau game kita memang sudah sering. Tapi kalau sudah program lain yang njlimet, baru kali ini mengetahui. Tapi ini pengalaman,'' kata Shavrizal Azam, peserta dari TK Az Zalva, Pacitan. (tya/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-4847951084647098752?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/4847951084647098752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/lomba-komputer-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4847951084647098752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4847951084647098752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/lomba-komputer-anak.html' title='Lomba Komputer Anak'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-8620542196281238578</id><published>2009-03-16T18:08:00.000+07:00</published><updated>2009-03-16T18:09:30.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Curanmor Masih Terjadi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 16 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Curanmor Masih Terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) belum tamat riwayat. Meski sempat mereda setelah sindikat asal luar kota tertangkap di Madiun, sekali-dua masih saja ada motor hilang dicuri. Aksi curanmor paling akhir terjadi di halaman SMP Pancasila, Kauman, Ponorogo. Motor Yamaha Jupiter Z Nopol AE 2506 SH diketahui raib, Sabtu (14/3) pagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aksi itu sebenarnya sempat dipergoki Triyanto, 29, penjaga sekolah. Hanya, Triyanto menduga motor milik Eko Rudi Hermanto, 19, itu dipinjam temannya. Saksi mata akhirnya curiga seperempat jam kemudian setelah melihat motor bercat merah hitam tersebut dinaiki orang yang tak dikenalnya. ''Saya lalu bertanya ke pemiliknya,'' ungkap Triyanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlambat sudah. Kunci kontak motor keluaran tahun 2007 itu ternyata masih di tangan Eko Rudi Hermanto. Polisi sempat dibuat kelabakan dengan aksi di pagi hari ini. Upaya penghadangan yang melibatkan sejumlah polsek di Wonogiri juga tetap tidak membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, aksi curanmor dua kali beruntun di wilayah hukum Polsek Somoroto. Sebelumnya, Honda Supra X 125 Nopol S 6570 GA hilang dari dalam rumah kontrakan di Niten, Somoroto, 4 Maret lalu. Polisi sempat memetakan bahwa asal pelaku tidak jauh TKP (tempat kejadian perkara). ''Ini ulat hidup tak jauh dari daun yang digerogotinya,'' ungkap seorang petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus curanmor selama ini menempati ranking atas jenis kriminalitas. Sepanjang perjalanan tahun 2008 lalu, aksi pencurian motor saling menyalip dengan kasus pencurian biasa di angka 50 kali dalam setahun. Kasus perjudian tetap menempati ranking teratas dengan menyumbang angka 170. Disusul curat (pencurian dengan pemberatan terulang 94 kali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi di Ponorogo sebenarnya berharap dengan tertangkapnya dua pelaku curanmor asal Pasuruan yang kini ditahan di Polres Madiun, intensitas kasus serupa bakal berkurang. Namun, sindikat curanmor tampaknya terpecah menjadi beberapa kelompok. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-8620542196281238578?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/8620542196281238578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/curanmor-masih-terjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8620542196281238578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8620542196281238578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/curanmor-masih-terjadi.html' title='Curanmor Masih Terjadi'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-485279950075537783</id><published>2009-03-16T18:07:00.000+07:00</published><updated>2009-03-16T18:08:35.145+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Pentingnya Sebuah Buku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 16 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pentingnya Sebuah Buku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Kegemaran membaca semakin lama kian menghilang. Kondisi ini membuat prihatin Diana AV Sasa, salah satu aktivis sekaligus pengarang buku melihat fenomena yang terjadi saat ini. ''Kondisi ini harus kita pikirkan bersama agar mulai dini anak-anak dibiasakan punya hobi membaca buku,'' katanya di sela-sela sosialisasi pentingnya buku di taman Jalan Pramuka Ponorogo, kemarin (15/3).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pengamatannya beberapa waktu lalu, sejumlah perpustakaan daerah semakin hari semakin sepi. Padahal sebuah buku merupakan sumber informasi serta sebuah jendela dunia. Pasalnya, sebuah buku merupakan salah satu sumber informasi dan alat pembelajaran yang sangat efisien. Selain itu sebuah buku merupakan teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Padahal peranan buku sangat besar. Apalagi di saat senggang kita juga bisa membaca. Namun sayangnya sampai saat ini masih banyak orang yang masih belum mau membaca,'' keluh Diana didampingi Muhidin M Dahlan, penulis novel yang ikut mendampingi di hadapan puluhan pelajar Kota Reyog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menjelaskan betapa pentingnya sebuah buku, wanita kelahiran Bandar, Pacitan ini, juga menjelaskan betapa pentingnya menulis. Menurutnya, dengan menulis bisa menghilangkan kepenatan, kejenuhan, stres serta menjadi obat hati. Paling tidak, ketika segala permasalahan ditulis didalam buku atau diary, akan bisa terekam untuk dibuat semacam arsip penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saya yakin, segala permasalahan jika ditulis di dalam diary bisa mengurangi masalah dalam hati,'' jelasnya. Selain itu, buku diary merupakan salah satu alat pengingat sejarah seseorang. Mengingat segala kenang- kenangan yang ada tertulis lengkap di dalam sebuah buku diary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, Diana juga memberikan beberapa trik menulis sebuah novel. Yakni, membiasakan menulis, paling tidak dalam dua hari bisa menulis satu lembar serta tulisan yang digunakan bahasa bertutur atau bercerita. ''Menulis menggunakan bahasa bertutur saya kira semua orang bisa. Selain itu, bahasa bertutur sangat mudah dipahami,'' tambah Muhidin. (tya/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-485279950075537783?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/485279950075537783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pentingnya-sebuah-buku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/485279950075537783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/485279950075537783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pentingnya-sebuah-buku.html' title='Pentingnya Sebuah Buku'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-7690532985159600195</id><published>2009-03-16T17:34:00.001+07:00</published><updated>2009-03-16T17:44:39.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Ibu Buang Bayi di Lubang WC</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 16 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibu Buang Bayi di Lubang WC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Ngeri sekali ulah para orang tua yang tak menghendaki bayinya. Di Ponorogo banyak terjadi kasus buang bayi akhir-akhir ini. Aksi terbaru adalah kasus buang bayi ke septictank yang terjadi di Sidoharjo, Jambon, Ponorogo. Tumini, 25, ibu kandung bayi perempuan itu sendiri, tega membuang darah dagingnya selepas menjalani persalinan Kamis (12/3) sore.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak tanggung-tanggung, penyidik akhirnya menjeratkan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana terhadap Tumini. Selain itu, dia dijerat pasal berlapis UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Tumini terancam hukuman berat. Di depan penyidik tersangka berdalih bayi perempuannya tersebut lahir prematur. Tapi, kondisi mayat bayi menandakan bahwa dia terlahir saat sudah cukup bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi juga menyita celana yang penuh bercak darah yang digunakan membungkus bayi sebelum dimasukkan ke septictank. Penanganan kasus tersebut sekarang diambil alih penyidik PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Ponorogo. "Ada dua kasus sama yang kini sedang ditangani penyidik PPA," terang Kasatreskrim AKP Suhono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati sulit dinalar, kasus buang bayi sudah sering terjadi. Seorang pembantu rumah tangga di Ngasinan, Jetis, juga tega menelantarkan bayi laki-laki yang baru dilahirkannya di tumpukan rongsokan besi. (hw/jpnn/end)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-7690532985159600195?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/7690532985159600195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/ibu-buang-bayi-di-lubang-wc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7690532985159600195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7690532985159600195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/ibu-buang-bayi-di-lubang-wc.html' title='Ibu Buang Bayi di Lubang WC'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-415841360765310939</id><published>2009-03-15T18:49:00.000+07:00</published><updated>2009-03-15T18:50:28.919+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Refreshing, Pejabat Salurkan Hobi Menembak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Minggu, 15 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refreshing, Pejabat Salurkan Hobi Menembak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO-Refreshing. Itulah yang dilakukan pejabat Pemkab Ponorogo untuk mengusir kejenuhan setelah beraktivitas di pemerintahan. Salah satunya, dengan menyalurkan hobi menembak.Seperti yang terlihat di Lapangan tembak Nglegok, Desa Tajuk Kecamatan Siman, kemarin (14/3). Mereka berakting layaknya seorang hunter.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski terkesan canggung, orang-orang penting tersebut sangat menikmati hobi tersebut. Bahkan, diantara mereka tidak puas hanya dengan memuntahkan satu atau dua pelor saja. ''Baru kali pertama ini ada kegiatan bersama menyalurkan hobi menembak oleh para pejabat,'' terang Setyo Budiyono, Kasubag Humas Protokol Pemkab Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahana refreshing itu tidak hanya sebagai penyalur hobi. Tapi lebih dititikberatkan pada pengenalan senjata TNI dan bagaimana cara penggunaannya. Mengingat, selama ini kalangan sipil awam akan perlengkapan senjata yang dimiliki TNI. ''Sekilas mudah dilakukan, tapi kalau sudah mencoba akan mengetahui betapa sulit dalam menggunakan,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, menembak identik dengan hobi atau jenis olahraga berbahaya. Untuk pemula butuh seorang instruktur sebagai pemandu. Karena itu, tidak banyak masyarakat awam terjun ke dalamnya. Mengingat, selain itu butuh kocek tebal dan perlengkapan memadai untuk berkecimpung dalam dunia sniper. ''Harus benar-benar terlatih. Salah sasaran bisa nyawa menjadi taruhannya,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, hobi keras itu akan terus diperkenalkan dan diberdayakan. Bukan hanya untuk kalangan berduit saja. Tapi, pihaknya juga membidik kalangan menengah ke bawah untuk bisa terjun dalam menyalurkan hobi menembak. ''Yang namanya hobi uang itu tidak menjadi persoalan. Apalagi bila kegiatan menembak semacam ini yang diikuti oleh banyak peminat biaya yang dikeluarkan tidak terlalu membengkak,'' pungkasnya.(dip/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-415841360765310939?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/415841360765310939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/refreshing-pejabat-salurkan-hobi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/415841360765310939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/415841360765310939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/refreshing-pejabat-salurkan-hobi.html' title='Refreshing, Pejabat Salurkan Hobi Menembak'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-174350094848442691</id><published>2009-03-15T18:47:00.001+07:00</published><updated>2009-03-15T18:48:36.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Pernikahan Dini Rawan Kanker</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Minggu, 15 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pernikahan Dini Rawan Kanker&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO-Setiap wanita beresiko tinggi terkena kanker leher rahim atau serviks tanpa memandang usia maupun gaya hidup. Yayasan Kanker Indonesia (YKI) pun mencatat kasus baru. Sebanyak 40-45 orang per hari terkena kanker. Dengan resiko kematian mencapai separoh lebih. Atau setiap satu jam, seorang wanita meninggal karena mengindap serviks.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal itulah yang menjadi topik pembicaraan dalam seminar kesehatan vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) sebagai upaya pencegahan kanker leher rahim di Gedung Bappeda Ponorogo, kemarin (14/3). ''Kanker leher rahim merupakan masalah kesehatan yang tidak hanya mengganggu fisik dan kehidupan seksual saja. Tetapi juga mengganggu psikologis,'' terang dr Arief Prijatna, salah seorang pembicara pada koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan dini salah satu penyebab utama terjadinya kanker leher rahim pada wanita. Pada masa transisi (remaja, Red) rawan akan terjadinya infeksi saat berhubungan suami istri. ''Tidak itu saja, terlalu sering melahirkan, kontrasepsi oral jangka panjang dan kurangnya perawatan kebersihan juga berpeluang terkena serviks,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, kanker leher rahim sendiri dapat dihindari oleh kaum wanita dengan melakukan pemeriksaan secara rutin untuk deteksi dini. Sebagai upaya pencegahan sekunder. Serta melakukan vaksinasi HPV sebagai upaya pencegahan primer. ''Untuk itu sekarang ini setiap Polindes dan Puskesmas sudah disediakan alat khusus guna mendeteksi serviks,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanker leher rahim dapat disembuhkan asalkan ditemukan pada stadium dini. Kenyataan yang terjadi kasus serviks ditemukan pada stadium lanjut. Sehingga sulit disembuhkan, bahkan berujung pada kematian. ''Untuk menjalankan operasi dalam stadium dini masih bisa dilakukan. Tetapi kalau sudah stadium lanjut sudah rawan akan kematian,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, ketua panitia seminar tersebut, Listyorini Barunanto mengungkapkan bahwa kaum hawa selama ini cenderung pasif dalam masalah kesehatan. Untuk itu, pihaknya akan merangsang mereka aktif dalam melakukan pemeriksaan di Polindes dan Puskesmas terdekat. ''Sekarang fasilitasnya kan sudah banyak terpenuhi. Jadi setiap wanita harus sering kali menjalankan pemeriksaan kesehatan,'' tambanya.(dip/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-174350094848442691?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/174350094848442691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pernikahan-dini-rawan-kanker.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/174350094848442691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/174350094848442691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pernikahan-dini-rawan-kanker.html' title='Pernikahan Dini Rawan Kanker'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-6565427681787371478</id><published>2009-03-15T18:45:00.000+07:00</published><updated>2009-03-15T18:47:00.535+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Dewan Tuding Dispendik Tebang Pilih</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Minggu, 15 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dewan Tuding Dispendik Tebang Pilih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam Penyaluran Dana Rehab Sekolah&lt;br /&gt;PONOROGO-Penyaluran anggaran rehab kesejumlah sekolah dituding tidak tepat sasaran. Banyak sekolah yang berada di daerah terpencil sama sekali belum menikmati kucuran dana tersebut. Bahkan, dalam menjalankan proses belajar mengajar (PBM) terpaksa menggunakan dana swadaya siswa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi memprihatinkan semacam itu salah satunya dialami SMP PGRI Ngrayun. Bangunan yang digunakan menempati bekas SDN I Binade. Meski sudah tidak layak untuk proses PBM, 80 siswa tetap menjalankan pendidikan di lokasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah mengajukan bantuan rehab bangunan sekolah ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Ponorogo, namun hingga sekarang belum ada lampu hijau. ''Sudah berkali-kali mengajukan bantuan untuk memperbaiki bangunan yang semakin mengkhawatirkan ini,'' terang  Winarsih, guru sekaligus bagian Tata Usaha (TU) SMP PGRI Ngrayun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, bila hujan turun, proses PBM sering dihentikan. Dan, para siswa terpaksa dipulangkan. Itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat, atap ruangan yang digunakan sudah lapuk dan rapuh. ''Takutnya bila roboh sewaktu-waktu. Hal itulah kenapa keputusan tersebut kami ambil demi keselamatan siswa dan guru,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya temuan itu, memaksa kalangan legislatif angkat bicara. Dinas terkait disinyalir tebang pilih dalam menyalurkan anggaran rehab. Mengingat, sekolah-sekolah penerima bantuan rehab berkutat di kawasan kota saja. ''Harusnya yang kondisi bangunan memprihatinkan itu lebih didahulukan,'' tegas Dwi Agus Prayitno, anggota Komisi D DPRD Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, hal itu dapat menyebabkan kecemburuan antarlembaga pendidikan. Bila ini terjadi di Kota Reyog akan sangat berbahaya sekali. Untuk itu, Dispendik diharapkan lebih selektif dalam menentukan sekolah yang berhak menerima bantuan rehab. ''Kasihan yang kondisinya memprihatinkan. Jadi harus benar-benar selektif itu saja,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Dwikora Hadi Meinanda, Kepala Dispendik setempat mengatakan apa yang dilakukan pihaknya sudah sesuai dengan mekanisme berlaku. Bila ada sekolah yang kondisinya sudah tidak layak dalam proses PBM diharapkan mengajukan proposal bantuan. ''Tapi kami akan menyeleksi terlebih dahulu. Pokoknya, harus tepat sasaran,'' pungkasnya.(dip/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-6565427681787371478?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/6565427681787371478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/dewan-tuding-dispendik-tebang-pilih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6565427681787371478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6565427681787371478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/dewan-tuding-dispendik-tebang-pilih.html' title='Dewan Tuding Dispendik Tebang Pilih'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-5308796613908192458</id><published>2009-03-13T19:39:00.000+07:00</published><updated>2009-03-13T19:40:23.292+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Oknum PNS Edarkan Upal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Jum'at, 13 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oknum PNS Edarkan Upal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terperangkap di Sebuah Warung Dawet&lt;br /&gt;PONOROGO - Oknum PNS di Subid Kebersihan dan Pertamanan Ponorogo diduga kuat terlibat peredaran uang palsu. Sunardi, 42, asal Singgahan, Pulung itu, kedapatan membawa uang kertas palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 44 lembar. Sunardi masuk perangkap polisi yang dipasang di sebuah warung dawet di Demangan, Siman, Rabu (11/3) tengah malam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sunardi sedianya hendak menjual uang palsunya dengan rasio 2:1. Uang palsu sejumlah 4,4 juta cukup ditukar uang asli sebesar Rp 2,2 juta. Tim reserse mobile (Resmob) Polres Ponorogo akhirnya mendapat keterangan berharga dari mulut Sunardi. Uang palsu itu ternyata didapat dari Sumiran, 46, warga Kartoharjo, Nganjuk. Sumiran sengaja dipancing hingga bersedia keluar sarang di kawasan hutan Saradan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kita dapatkan barang bukti lebih besar dari tersangka kedua,'' terang Kasat Reskrim AKP Suhono saat mendampingi Kapolres Ponorogo AKBP Etik Margawati sambil menyebut jumlah 119 lembar uang kertas palsu pecahan Rp 100 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, jaringan atas Sumiran putus. Dia menyebut satu nama yang sampai kemarin masih berhasil buron. Seorang anggota jaringan lainnya ternyata sudah lebih dahulu ditangkap petugas Polres Tulungagung. Suhono sempat mengklaim tersangkanya belum mampu mengedarkan uang palsunya dalam jumlah besar di Ponorogo. ''Sebelumnya sudah pernah kita pancing transaksi, dengan nilai barter dua berbanding satu juga,'' terang Suhono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyita 163 lembar uang kertas palsu pecahan Rp 100 ribu terdiri sembilan seri, polisi juga menyita motor Yamaha Jupiter Z Nopol AE 5910 SQ dan Honda Revo Nopol AG 6299 WK dari dua tersangkanya. Menariknya, empat seri uang itu ternyata cocok dengan 50 lembar uang kertas Rp 100 ribu yang pernah dimasukkan ke kotak amal di Masjid Agung Ponorogo, pertengahan Januari lalu. Polisi akhirnya mencurigai pengamal uang palsu itu adalah Sunardi atau Sumiran. ''Keterangan dua tersangka akan kita cross check,'' terang Suhono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak urung, tersangka Sunardi dan Sumiran kini resmi menghuni ruang tahanan. Polisi menerapkan pasal 245 KUHP tentang peredaran uang palsu dengan ancaman  hukuman 15 tahun penjara. Suhono  berharap masyarakat tak terlampau cemas dengan tetap melakukan langkah 3D (Dilihat, Diraba dan Diterawang) setiap kali memeriksa keaslian uang kertas. Meski kualitas cetakan uang palsu yang diedarkan tersangka lumayan bagus, namun cepat lusuh bila sering dipegang. ''Uang palsu tidak akan mungkin menyamai uang asli,'' terang Suhono. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-5308796613908192458?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/5308796613908192458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/oknum-pns-edarkan-upal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5308796613908192458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5308796613908192458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/oknum-pns-edarkan-upal.html' title='Oknum PNS Edarkan Upal'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-12246938331571455</id><published>2009-03-13T19:35:00.000+07:00</published><updated>2009-03-13T19:38:16.764+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Dua Terpidana Dirutankan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[ Jum'at, 13 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dua Terpidana Dirutankan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kasus Korupsi Dana Hibah Belanda 2001&lt;br /&gt;PONOROGO - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ponorogo Yono Salim memenuhi janjinya mengeksekusi dua terpidana perkara korupsi dana hibah Belanda. Onisimus Rasit HP dan Awan Mega Pertiwi yang kasasinya ditolak Mahkamah Agung (MA), kemarin (12/3), resmi dijebloskan ke penjara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penahanan itu mengandaskan upaya kedua terpidana mengajukan penundaan pelaksanaan putusan. Mega sempat mengajukan grasi setelah amar putusan kasasinya turun. Sebaliknya, Kajari sejak awal menandaskan bahwa upaya hukum apa pun tidak dapat menunda pelaksanaan eksekusi. Kasasi, menurut dia, adalah upaya hukum terakhir hingga putusan MA sudah berkekuatan hukum tetap. ''PK (peninjauan kembali) dan grasi tidak menghalangi eksekusi, jaksa selaku eksekutornya,'' tegas Yono Salim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda Rasit dan Mega bakal dieksekusi sudah terasa mulai siang. Keduanya dikumpulkan di ruang Kasi Pidsus Trimo. Suasana di ruang itu amat tegang. Rasit dan Mega didampingi sejumlah kerabatnya. Menyusul datang ke kantor kejaksaan adalah Advokat Ernawati. Tim jaksa langsung memeriksa ulang identitas masing-masing terpidana. ''Agar tidak salah orang,'' ungkap seorang jaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu berita acara penahanan disodorkan ke terpidana untuk ditandatangani, bus tahanan kejaksaan langsung parkir di depan pintu utama. Rasit yang lebih dahulu naik, lalu disusul Mega. Kesibukan akhirnya beralih di Rutan Ponorogo bersamaan penyerahan kedua terpidana itu. ''Lamanya hukuman yang tersisa setelah dipotong masa penahanan, biar dihitung pihak Rutan,'' ungkap Trimo yang sengaja bergegas menyusul bus tahanannya ke Rutan Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar mengingatkan, MA mendongkrak hukuman Awan Mega Pertiwi menjadi empat tahun penjara. Mantan bendahara BPC Gapensi Ponorogo itu sebelumnya hanya dihukum satu tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo dan Pengadilan Tinggi (PT) Jatim. Hukuman denda bagi Mega juga dikerek dari Rp 10 juta ke Rp 200 juta. Selain itu, Mega diwajibkan membayar uang pengganti Rp Rp 11.337.232 dari nominal awal yang hanya Rp 2,775 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib Rasit lebih beruntung lantaran MA hanya memvonisnya dengan hukuman satu tahun penjara, denda Rp 15 juta serta melunasi uang pengganti sebesar Rp 48 juta. Putusan kasasi Rasit ini sama persis dengan putusan majelis hakim PN dan PT. Advokat Ernawati sempat menyoal sikap MA yang memberlakukan standar ganda. Sebab, dua terdakwa dengan kasus yang sama ternyata dihukum berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awan Mega dan Rasid adalah dua dari 12 terdakwa Hibah Belanda. Empat di antaranya tercatat sebagai pengambil kebijakan yang mengalihkan proyek swakelola rehab rehab gedung sekolah melalui program School Improvement Grant Program (SIGP) yang turun di 84 sekolah pada 2001 silam ke tangan para rekanan.  Dalam juklak dan juknis SIGP, rehab gedung yang didanai hibah dari Negeri Belanda senilai Rp 6,47 miliar bagi 84 SD/MI serta SMP/MTs di Ponorogo itu harus dilaksanakan komite sekolah. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-12246938331571455?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/12246938331571455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/dua-terpidana-dirutankan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/12246938331571455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/12246938331571455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/dua-terpidana-dirutankan.html' title='Dua Terpidana Dirutankan'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-7579171734093294908</id><published>2009-03-13T19:31:00.001+07:00</published><updated>2009-03-13T19:35:00.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Karyawan Dibekali Penanggulangan Kebakaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Jum'at, 13 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karyawan Dibekali Penanggulangan Kebakaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Rumah sakit Aisiyah di Jalan dr Soetomo Ponorogo bergemuruh. Api yang menjalar di lantai dua membuat panik para karyawan dan pasien. Mereka pun berhamburan ke pintu keluar untuk menyelamatkan diri. Beberapa petugas security dengan tabung pemadam api berisi gas CO2 mencoba mematikan sumber api tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suasana mencekam itu merupakan simulasi penanggulangan kebakaran yang dilakukan petugas pemadam kebakaran (PMK) Ponorogo dan karyawan RS Aisiyah, kemarin (12/3). ''Antisipasi kebakaran sangat perlu. Hal ini untuk memberi pembekalan pada karyawan,'' terang  Rini Krisnawati, direktur RS Aisiyah kepada koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah sakit ber potensi terjadi musibah kebakaran. Sebab kawasan tersebut padat peralatan medis dan manusia. Apalagi, peralatan medis sangat riskan menimbulkan percikan api. ''Yang penting kesiagaan karyawan. Selain itu juga harus berhati-hati pada puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh keluarga pasien,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, meski agenda simulasi itu baru kali pertama digelar, rencananya bakal penjadi program rutin. Untuk itu pihaknya akan menggandeng pemkab dalam penyelenggaraan simulasi selanjutnya. ''Bila sering dilakukan mungkin para karyawan akan lebih mengerti banyak ancaman musibah kebakaran,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga dilontarkan Didik Mudjiono, Kasubag PMK Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Ponorogo. Setiap bangunan yang melindungi hajat orang banyak, perlengkapan pemadam kebakaran harus tersedia. Sebab perlengkapan tersebut sangat vital. ''Harus benar-benar memperhatikan perlengkapan itu. Jangan dibuat sembarangan, bisa menjadi fatal akibatnya,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korsleting listrik merupakan penyebab kebakaran yang sering terjadi. Sebab, percikan api yang ditimbulkan dapat langsung menjalar ke dinding rumah. ''Untuk itu apabila ada kabel terkelupas lebih baik segera diganti,'' pungkasnya.(dip/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-7579171734093294908?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/7579171734093294908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/karyawan-dibekali-penanggulangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7579171734093294908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7579171734093294908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/karyawan-dibekali-penanggulangan.html' title='Karyawan Dibekali Penanggulangan Kebakaran'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-1411402415407822461</id><published>2009-03-12T16:18:00.000+07:00</published><updated>2009-03-12T16:19:29.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Ditinggal Merantau, Rumah Ludes Terbakar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Kamis, 12 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ditinggal Merantau, Rumah Ludes Terbakar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Kebakaran hebat menghanguskan rumah Misnati, 35, warga Dusun Tosari, Desa Munggung, Kecamatan Pulung Selasa (10/3) malam. Kurang dari dua jam rumah yang baru dibangun tiga bulan lalu itu ludes dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, kerugian material ditafsir mencapai ratusan juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yatemi, 60, saksi mata yang juga ibu korban, mengungkapkan api menjalar dari bagian dapur. Dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah kepada korsleting listrik. Sebab, bangunan tersebut ditinggal penghuninya (Misnati, red) merantau ke Jakarta . ''Tahu-tahu api sudah membubung tinggi. Warga kesulitan menyelamatkan barang-barang berharga,'' terang Yatemi saat dikonfirmasi koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin yang cukup kencang menyebabkan kobaran api merembet ke ruang lainnya. Warga sebenarnya sudah berusaha maksimal memadamkan kobaran si jago merah dengan menyiram lokasi kejadian secara bergotong-royong. Namun karena sumber air yang cukup jauh, usaha spontan yang dilakukan warga tidak banyak membuahkan hasil. ''Seluruh warga sudah beramai-ramai memadamkan api, hanya saja hasilnya kurang maksimal,'' tutur wanita yang sering menjaga rumah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berselang lama, dua regu pemadam kebakaran (PMK) Ponorogo tiba di tempat kejadian. Lokasi yang sulit dijangkau menyebabkan petugas kerepotan memadamkan api. Kerja keras PMK akhirnya mampu memadamkan kobaran si jago merah sekitar pukul 19.45. ''Dua truk pemadam sulit menjangkau ke lokasi. Itulah yang menyebabkan bangunan luluh lantah,'' terang Didik Mudjiono, Kasubag PMK Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian yang diderita cukup besar. Hanya beberapa perabotan rumah tangga saja yang bisa diselamatkan. Sebagian besar sudah hangus. Sepeda motor Honda Tiger juga tidak luput dari amukan si jago merah tersebut. ''Ada beberapa barang berharga yang tidak bisa diselamatkan,'' pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh tapi nyata. Rumah-rumah hunian para perempuan tua yang terbakar akhir-akhir ini. Setidaknya, sudah ada tiga kasus dengan modus serupa sebelum kebakaran hebat melanda hunian Yatemi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, rumah nenek renta di Pohsawit, Karangan, Badegan, juga ambruk dilalap api Jumat (6/3) sekitar pukul 09.30. Kebakaran terjadi pagi hari bersamaan Paniyem, 90, penghuni rumah itu, masih berada di dalam. Upaya pemadaman akhirnya diwarnai evakuasi korban dari jilatan api. Tidak ada korban jiwa, namun rumah Paniyem yang berdinding bambu itu remuk dimakan api. Asal-muasal api, versi polisi, diduga dari korsleting listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaris sama, rumah Katiyem, 65, janda di Kunti, Sampung, juga ludes dilalap si jago merah, 20 Januari lalu. Pemilik rumah, terlupa bepergian dengan meninggalkan bara api yang masih menyala di tungku dapur. Katiyem merugi lumayan besar lantaran di rumahnya tersimpan 5 kuintal gabah, 60 kilogram jagung, 50 kilogram beras dan belasan balok jati. Uang sejumlah Rp 3 juta simpanan nyonya rumah akhirnya ikut berubah menjadi abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas itu, ganti rumah nenek Soinem, 70, di Wonoketro, Jetis, musnah dimakan api, pada 31 Januari. Ketika kebakaran terjadi malam hari, penghuni rumah terlelap tidur hingga harus digotong keluar. Asal-usul api ditengarai juga berasal dari korsleting arus listrik. Ada kabel terhubung ke stop kontak yang tertempel ke salah satu tiang. Nah, atap rumah Soinem kebetulan bocor tepat di atas stop kontak itu. Terjadi hubungan pendek aliran listrik hingga memercikkan api lalu membakar bangunan rumah berdinding bambu ini. (dip/hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-1411402415407822461?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/1411402415407822461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/ditinggal-merantau-rumah-ludes-terbakar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1411402415407822461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1411402415407822461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/ditinggal-merantau-rumah-ludes-terbakar.html' title='Ditinggal Merantau, Rumah Ludes Terbakar'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-5396040081412799523</id><published>2009-03-12T16:16:00.000+07:00</published><updated>2009-03-12T16:17:35.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Dewan Bakal Panggil Kadisperta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Kamis, 12 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dewan Bakal Panggil Kadisperta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rekanan Dituding Tidak Kooperatif&lt;br /&gt;PONOROGO - Dugaan nyantolnya bantuan peralatan dan mesin pertanian dari APBD 2008 ke sejumlah kelompok tani (klomtan) di Ponorogo mulai bergulir di meja dewan. Rencananya, legislatif bakal memanggil Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Ponorogo Nardianto untuk klarifikasi. Sebab, bantuan yang seharusnya di realisasikan 28 Januari 2008 itu dituding ada unsur manipulasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wakil Ketua DPRD Marsudin Boking Hasan mengatakan pihaknya akan mengadakan hearing terkait mandeknya bantuan traktor yang dinominalkan mencapai Rp 890 juta itu. ''Bila itu benar terjadi, kami tidak segan-segan memanggil kadisperta guna mempertanggungjawabkan,'' jelas Marsudin, kepada koran ini, kemarin (11/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam persoalan itu, disperta menjadi kunci permasalahan. Mengingat, kewenangan mutlak dalam perihal penyaluran ke sejumlah klomtan sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya. ''Ini kan yang menaungi disperta, jadi bagaimana pun titik persoalan berada di mejanya (disperta, red),'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, sungguh ironis bila bantuan traktor itu tidak tepat sasaran. Sebab, bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan swasembada pangan di Ponorogo. Seperti yang menjadi agenda utama pemerintah daerah untuk lebih memacu sektor pertanian. ''Kasihan sekali nasib para petani tidak bisa menikmati bantuan traktor untuk meningkatkan produktivitas pangan. Ya cukup lucu bila itu terjadi,'' ungkap legislator Partai Golkar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Nardiyanto hingga kemarin belum bisa dikonfirmasi. Sedangkan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Supriyanto mengaku tidak tahu persis masalah tersebut. Seakan tidak ingin dipersalahkan, dia menuding rekanan pemenang lelang yang tidak kooperatif. Menurutnya, anggaran ratusan juta rupiah itu sudah dicairkan kepada rekanan. Sesuai perjanjian akan dialokasikan 40 unit traktor. ''Itu yang menangani sudah pemenang tender,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, pihaknya sudah memberikan peringatan secara lesan maupun tertulis untuk segera merealisasikan bantuan tersebut. Tapi, peringatan itu sampai sekarang tidak digubris sama sekali. ''Bagaimana lagi, peringatan dalam bentuk apa pun sudah kami berikan,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Sumeru Hadi Prastewo, pemenang tender dalam pengadaan peralatan dan mesin pertanian tersebut, juga balik menuding sejumlah oknum anggota dewan terlibat dalam kasus ini. Para wakil rakyat dituding ikut rebutan untuk menyalurkan bantuan tersebut ke masyarakat. Mengingat, bantuan itu bisa menjadi media kampanye gratis menjelang perhelatan Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April mendatang. ''Saya siap kapan pun traktor disalurkan ke klomtan. Hanya saja mekanisme penyaluran harus benar-benar fair play. Tidak ada unsur-unsur lain yang ada di belakang,'' pungkasnya.(dip/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-5396040081412799523?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/5396040081412799523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/dewan-bakal-panggil-kadisperta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5396040081412799523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5396040081412799523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/dewan-bakal-panggil-kadisperta.html' title='Dewan Bakal Panggil Kadisperta'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-6462249962475087935</id><published>2009-03-12T16:14:00.000+07:00</published><updated>2009-03-12T16:16:04.723+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Oknum PNS Kampanye Caleg</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Kamis, 12 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oknum PNS Kampanye Caleg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Gelar pasukan pengamanan Pemilu Legislatif (Pileg) 2009 di Ponorogo kemarin (11/3) diwarnai laporan tindak pidana Pemilu. Seorang penilik TK/SD di Sambit yang notabene Pegawai Negeri Sipil (PNS) diduga melakukan kampanye untuk salah satu calon legislatif (caleg) Partai Hanura. Sejumlah saksi dengan didampingi Panwaslu kemarin tampak diperiksa di ruang penyidik Sat Reskrim Polres Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Informasi yang berhasil dihimpun, penilik sekolah itu membagi-bagikan stiker bergambar caleg perempuan nomor urut tiga dari Partai Hanura untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Ponorogo (Sambit, Bungkal, Slahung dan Ngrayun). Pembagian alat peraga kampanye itu terjadi Sabtu (7/3) lalu sekitar pukul 19.30. Caleg perempuan tadi ternyata istri penilik sekolah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panwaslu secara berjenjang sengaja mengusung kasus itu ke penyidik. Hanya saja, menurut anggota Panwaslu Ponorogo Ary Trisilo, dugaan tindak pidana Pemilu berupa keterlibatan PNS dalam kampanye ini masih sebatas dibahas di sentra Gakkumdu (penegakan hukum terpadu) yang beranggotakan panitia pengawas, penyidik kepolisian dan jaksa. ''Masih dibahas di Gakkumdu,'' ungkap Ary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, penyidik sudah langsung tancap gas dengan memeriksa saksi serta anggota Panwascam Sambit. Setumpuk stiker bergambar caleg juga sudah diamankan sebagai barang bukti. ''Tinggal menunggu terbitnya laporan polisi,'' terang Kasat Reskrim AKP Suhono saat mendampingi Kapolres Ponorogo AKBP Etik Margawati, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, gelar pasukan dalam pengamanan Pileg, 9 April mendatang, kemarin berlangsung di Alun-Alun Ponorogo. Polres setempat bakal menurunkan 536 anggotanya mengamankan 2.085 TPS. Dari jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang membengkak itu, 48 di antaranya dipetakan rawan secara geografis. ''Pengamanan berbeda antara TPS yang masuk kategori rawan dan aman,''  ungkap Pj Kabag Ops Kompol Purwo Sudartono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada H-2, menurut dia, ratusan polisi itu harus sudah berada di polsek sesuai ploting. Nah, H-1 mereka diwajibkan merapat ke TPS-TPS. Pola pengamanan yang dipakai untuk TPS rawan adalah 2:4:8. Yakni, dua polisi mengamankan empat TPS dibantu delapan petugas linmas. Sedang TPS yang dinilai rawan, rasio pengamanannya dibuat 2:6:12.(hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-6462249962475087935?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/6462249962475087935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/oknum-pns-kampanye-caleg.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6462249962475087935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6462249962475087935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/oknum-pns-kampanye-caleg.html' title='Oknum PNS Kampanye Caleg'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-5328187461739752532</id><published>2009-03-11T18:56:00.000+07:00</published><updated>2009-03-11T18:57:52.417+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Cerdas Cermat Peringati Maulid Nabi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Rabu, 11 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerdas Cermat Peringati Maulid Nabi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Berbagai acara digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satunya dengan kegiatan yang dapat mengasah pola pikir. Madrasah Ibtidaiyah Sabilil Mutaqien Desa Jimbe, Kecamatan Jenangan, Ponorogo misalnya, mengadakan cerdas cermat menyusun kalimat bertema religi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Acara yang tampak sederhana itu mampu menyuguhkan tontonan menarik. Apalagi dalam cerdas cermat itu tidak hanya dibutuhkan wawasan tinggi terkait pengetahuan agama. Tapi juga kecepatan dalam menyusun kata-kata dalam membentuk kalimat. Yang merupakan jawaban dari pertanyaan dewan juri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Pertanyaan yang diajukan masih seputar pendidikan agama. Hanya saja kadang diselingi pertanyaan bernuansa umum,'' terang Hawin Prasetya Aji, ketua panitia kepada koran ini, kemarin (10/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, tujuan utama dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan kreativitas anak-anak. Khususnya dalam bidang agama. Selain itu, untuk wahana pengenalan hari besar Islam yang diperingati setiap tahun tersebut. ''Kegiatan-kegiatan positif yang kami lakukan merupakan inisiatif bersama. Jadi untuk menciptakan suasana lain dalam peringatan Maulid Nabi kali ini,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena respon cukup antusias dari peserta dan warga, kegiatan semacam itu rencananya bakal menjadi agenda rutin tahunan. Sehingga, mampu memberi warna tersendiri dalam perayaan tahun-tahun mendatang. ''Akan terus kami kembangan kegiatan ini, toh anak-anak sangat tertarik sekali,'' ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Ernawati, salah seorang peserta, mengaku cukup senang dengan kegiatan itu. Apalagi acara peringatan semacam itu baru kali pertama diadakan. ''Berharap saja kegiatan kayak ini sering dilakukan. Ini kan menambah pengetahuan tentang agama dan mungkin bisa menambah teman,'' kata gadis yang baru menginjak usia 9 tahun tersebut. (dip/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-5328187461739752532?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/5328187461739752532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/cerdas-cermat-peringati-maulid-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5328187461739752532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5328187461739752532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/cerdas-cermat-peringati-maulid-nabi.html' title='Cerdas Cermat Peringati Maulid Nabi'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-6174895989407533052</id><published>2009-03-11T18:53:00.001+07:00</published><updated>2009-03-11T18:55:52.739+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Bantuan Traktor Terancam Hangus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Rabu, 11 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bantuan Traktor Terancam Hangus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Bantuan peralatan dan mesin pertanian ke sejumlah kelompok tani (klomtan) di Ponorogo dari APBD 2008 terancam menguap. Anggaran yang mencapai ratusan juta itu hingga sekarang baru terealisasi 60 persen. Sisanya, masih menjadi perdebatan hangat di DPRD dan Dinas Pertanian (Disperta) setempat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mandeknya pendistribusian bantuan itu disinyalir kurang koordinasi satuan kerja (satker) terkait dengan rekanan yang menangani pengadaan peralatan dan mesin pertanian tersebut. Sebab, meski sudah berlangsung setahun lebih belum ada titik terang penyelesaian. Hal itu membuat sebagian anggota legislatif seakan kebakaran jenggot. ''Kenapa yang menjadi korban harus petani? Bantuan traktor itu hak mereka. Ya jangan menjadi permainan,'' terang Puryono, anggota Komisi D DPRD setempat kepada koran ini, kemarin (10/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan itu sudah membuktikan betapa cerobohnya pemkab dalam mengadakan pelelangan proyek. Mengingat, buntutnya berimbas pada petani. Yang seharusnya dapat menikmati bantuan traktor tersebut untuk memacu produktifitas pertanian. ''Ini akan menjadi pelajaran pemkab dimasa mendatang. Jangan sampai anggaran yang nyantol itu terulang lagi,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, harus segera dicairkan dalam bulan ini. Sebab, bila polemik bantuan itu belum tersalurkan kepada klomtan, sudah dipastikan akan hangus. ''Jika tidak segera direalisasikan, April mendatang anggaran itu akan hangus. Tentu saja akan merugikan petani yang harusnya menerima,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Tamsir, salah seorang Ketua Klomtan Sayuk Tani, Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, mengungkapkan pihaknya sampai saat ini belum menerima bantuan traktor tersebut. Padahal, berita acara penerimaan bantuan itu sudah ditandatangani 28 Januari 2008 lalu. ''Kami sudah mengurusnya ke Disperta. Tapi belum ada kejelasan kapan bantuan itu akan diterimakan,'' keluhnya kepada koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, ada tiga kecamatan yang belum menerima bantuan traktor tersebut. Yakni Kecamatan  Mlarak, Jambon dan Jenangan. Hanya, berapa jumlah keseluruhan klomtan yang berhak masih dalam penggodokan Disperta. ''Yang pasti sudah ada data yang menerima,'' ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Disperta terkesan cuci tangan terkait masalah nyantolnya anggaran bantuan traktor tersebut. Nardiyanto, kepala Disperta Ponorogo ditemui di kantornya enggan menjawab pertanyaan wartawan persoalan itu. ''Saya masih pusing, ini ada keperluan mendadak,'' tegasnya.(dip/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-6174895989407533052?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/6174895989407533052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/bantuan-traktor-terancam-hangus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6174895989407533052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6174895989407533052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/bantuan-traktor-terancam-hangus.html' title='Bantuan Traktor Terancam Hangus'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-6221643658728438213</id><published>2009-03-10T16:36:00.000+07:00</published><updated>2009-03-10T16:38:30.867+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Untuk Foto Bersama, Jembatan Putus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Selasa, 10 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Untuk Foto Bersama, Jembatan Putus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sembilan Belas Siswa SMA Terluka&lt;br /&gt;PONOROGO - Keceriaan siswa kelas XII IA SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo berakhir petaka. Saat asyik foto bersama untuk album kenangan acara perpisahan kelas di Jembatan Mbolu, Desa Jimbe, Kecamatan Jenangan, tiba-tiba salah satu tali pengikat jembatan putus. Akibatnya, mereka terjatuh di sungai yang ketinggiannya mencapai 12 meter.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kejadian itu 19 siswa terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Aisiyah Ponorogo. Empat di antaranya harus menjalani perawatan intensif lantaran terluka serius di kepala dan kaki. Mereka adalah Wahyu Ida, 18; Erni Widiawati, 17; Ika Prastati, 18; dan Titin Suryani, 17. ''Sampai saat ini empat siswa masih dirawat di UGD,'' terang Watik Setyanigrum, salah seorang perawat Rumah Sakit Aisiyah kepada koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa tragis itu berawal ketika 40 siswa dan satu guru pembimbing mengadakan foto bersama untuk album kenangan di jembatan gantung Mbolu sekitar pukul 09.30 kemarin (9/3). Diduga tidak mampu menahan beban kerena banyaknya siswa di atas jembatan, salah satu tali penahan sepanjang 8 meter itu putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Foto bersama ini memang inisiatif teman-teman satu kelas. Awalnya kita memilih berfoto bersama di bendungan dekat jembatan. Namun, ketika melihat jembatan tersebut, kita tertarik untuk foto bersama di sana,'' jelas Titin Suryani, salah satu siswa yang masih menjalani perawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titin juga tidak begitu tahu awal mula kejadian tersebut. Yang jelas, kejadian ini berlangsung cepat. Ketika itu anak-anak berpose di tengah-tengah jembatan yang dibangun pada 80-an itu. ''Tadi sudah berfoto tiga kali. Namun, ketika foto keempat, terdengar suara keras dan jembatan langsung terbalik,'' tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutrisno, salah satu warga, sebenarnya sempat memperingatkan para siswa agar berhati-hati. Sebab, jembatan tersebut sudah rapuh. Tetapi, imbauan itu tidak digubris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui peristiwa itu, warga sekitar lokasi langsung mengevakuasi korban. Proses evakuasi sempat mengalami kesulitan. Pasalnya, jumlah korban lebih banyak dibanding warga yang menolong. Di samping itu lokasi sulit dijangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Suhono masih menyelidiki putusnya tali penahan jembatan gantung Mbolu yang menyebabkan banyak korban luka tersebut. Beberapa petugas diterjunkan untuk olah tempat kejadian perkara (TKP). (dip/jpnn/zen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-6221643658728438213?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/6221643658728438213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/untuk-foto-bersama-jembatan-putus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6221643658728438213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6221643658728438213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/untuk-foto-bersama-jembatan-putus.html' title='Untuk Foto Bersama, Jembatan Putus'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-173378618004529292</id><published>2009-03-05T22:27:00.001+07:00</published><updated>2009-03-05T22:30:15.259+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Polres Ponorogo Dipraperadilankan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Kamis, 05-03-2009)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Polres Ponorogo Dipraperadilankan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dua Laporan Penggugat Diabaikan&lt;br /&gt;PONOROGO - Gugatan praperadilan kembali digelar di Pengadilan Negeri(PN)Ponorogo.Kinerja polisi yang lagi-lagi disoal.Adalah Sulami binti Ismun,57,warga Tirtotejo,Kelurahan Cokromenggalan,Ponorogo,yang merasa dua laporannya ke Polres Ponorogo diabaikan. Bahkan,Sulami mengaku balik dijadikan tersangka dalam kasus penggelapan sertifikat tanah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Praperadilan yang disidangkan kemarin(4/3)itu tercatat kali kedua.Sebab,penyidik Polwil Madiun beberapa waktu lalu pernah dipraperadilankan karena menerbitkan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan) kasus penipuan dan atau penggelapan terkait klaim asuransi jiwa senilai Rp5miliar produk PT Prudential Life Assurance (PLA)yang gagal cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulami juga sengaja mempersoalkan laporan tindak pidana penipuan yang pernah diajukannya,pada 25 Juni 2003.Dia waktu itu melaporkan Le Sam Pat,mantan kolega bisnisnya,dalam jual beli tanah berikut bangunan di Jalan Dr Sutomo 1 Ponorogo.Belakangan,Sulami harus kehilangan hak kepemilikannya atas tanah seluas 1.350 meter ini.''Laporan saya bukannya diproses,tetapi saya dijadikan tersangka dalam perkara penggelapan,'' terang Sulami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kemarin berani maju sendirian tanpa didampingi penasihat hukum ke persidangan yang dipimpin hakim tunggal Subchi Eko Putro.Sulami sengaja menyebut nama Edy Cahyono sebagai orang yang telah melaporkannya dalam kasus penggelapan sertifikat itu.Edy,tuding Sulami,telah memberikan keterangan palsu selama persidangan.''Hakim melepaskan saya dari segala tuntutan hukum.Merehabilitasi kedudukan,harkat dan martabat saya,''urai Sulami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari putusan bebas itu,Sulami ganti melaporkan Edy Cahyono dalam perkara sumpah palsu atau keterangan palsu,pada 4 Januari 2007.Pangkal persoalan yang dihadapi Sulami sebenarnya berawal ketika dirinya melakukan transaksi tanah serta rumah di Jalan Dr Sutomo 1 dengan Le Sam Pat,sekitar 1981.Harga disepakati Rp20ribu per meter lewat pembayaran dengan cara mengangsur berupa barang dagangan serta uang tunai.Sertifikat asli, menurut Sulami,akhirnya diserahkan kepadanya bersamaan penyerahan cek senilai Rp6,5juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya,Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah di Dr Sutomo itu ternyata atas nama Edy Cahyono yang diklaim sebagai pembantu Le Sam Pat.Sulami kenyataannya kalah berperkara perdata melawan Edy Cahyono.Puncaknya, tanah dan rumah di Jalan Dr Sutomo itu akhirnya dieksekusi dari penguasaan Sulami.''Tapi sekarang didiami anak Sam Pat,bukan pembantunya,''tegas Sulami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi gugatan pra peradilan itu,Polwil Madiun menurunkan Tim Advokasi terdiri Kompol Arifin Purwanto dan AKP Suhono.Kedua perwira polisi ini bakal memberikan jawaban rinci dalam sidang Jumat(6/3) besok.AKP Suhono yang baru sepekan menjabat Kasat Reskrim Polres Ponorogo sempat menyebut bahwa Sulami selama ini sebenarnya masih sebatas konseling ke penyidik.''Sulit dalam pembuktian.Kalau saja ada novum (bukti baru),kita bisa memprosesnya,''ungkap Suhono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulami menuntut agar penyidikan perkara yang dilaporkannya segera dilanjutkan.Pengaduan Sulami memang tidak tuntas selama Polres Ponorogo berganti tiga kali kasat reskrim.Mulai AKP Moch Zaeni,AKP Aris Supriyanto sampai AKP Edi Susanto.Bola hangat kini ganti bergulir ke AKP Suhono.(hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-173378618004529292?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/173378618004529292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/polres-ponorogo-dipraperadilankan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/173378618004529292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/173378618004529292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/polres-ponorogo-dipraperadilankan.html' title='Polres Ponorogo Dipraperadilankan'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-1916298347422624825</id><published>2009-03-05T22:17:00.001+07:00</published><updated>2009-03-05T22:19:43.257+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Caleg Sakti Masuk Ponorogo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Kamis, 05-03-2009)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Caleg Sakti Masuk Ponorogo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di DCT Tiga Parpol,Tiga Dapil Berbeda&lt;br /&gt;PONOROGO-Tidak hanya KPUD Magetan dan Kota Madiun yang kecolongan ulah calon legislatif (caleg)'sakti'Andri Wijaya.KPUD Ponorogo pun turut puyeng.Ternyata dia juga terdaftar di Daftar Calon Tetap(DCT)Partai Hanura Daerah Pemilihan (Dapil)I(Kecamatan Ponorogo dan Babadan)dengan nomor urut 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dalam Pemilu Legislatif(Pileg)9 April mendatang Andri terdaftar di tiga daerah.Sekaligus tiga parpol berbeda.Di KPUD Magetan terdaftar sebagai caleg Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia(PKPI) Dapil 2(Kecamatan Magetan,Ngariboyo dan Parang)nomor urut 1.Sedangkan di KPUD Kota Madiun dia terdaftar sebagai caleg PAN Dapil Kartoharjo dengan nomor urut 9.''Memang dia (Andri Wijaya,red) juga terdaftar di KPUD Ponorogo,''terang Hadi Prayitno,sekretaris KPUD Ponorogo kepada koran ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya,pihaknya belum berani komentar lebih lanjut. Apalagi anggota KPUD yang berhak menangani pencalegan masih dalam kunjungan kerja di Jakarta.''Masalah itu bukan wewenang saya,biar Pak Agung Nugroho(anggota KPUD,red)saja yang menjawabnya nanti.Sebab,persoalan itu divisi kerjanya Pak Agung,''paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan itu juga membuat Panwas setempat kebakaran jenggot.KPUD dianggap terlalu ceroboh saat mengadakan verifikasi penetapan DCT.Sehingga,caleg Andri Wijaya yang berasal dari lintas daerah dan parpol lolos dari syarat pencalegan.''Birokrasi pemerintahan juga mempunyai andil dalam persoalan itu.Mengingat, identitas yang bersangkutan setidaknya ada legalitas dari dinas terkait,''tegas Ari Trisilo,anggota Panwas Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia,KPUD harus bertindak tegas.Yakni mencoret pencalegan Andri Wijaya dalam pemilu legislatif nanti. Hal itu berdasar pada UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum.Khususnya mengacu pasal 50 ayat 1 yang menyatakan caleg hanya terdaftar di salah satu dapil. ''Sudah jelas apa yang dilakukan Andri menyalahi UU yang menjadi patokan pemilu,''tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Ketua DPC Hanura Ponorogo Sudarsono mengakui bahwa Andri merupakan salah seorang kader yang dicalonkan dalam pemilu nanti.Hanya,saat ini sudah tidak aktif sebagai anggota partai nomor urut 1 itu. ''Sudah lama yang bersangkutan tidak lagi berkecimpung sebagai caleg di Hanura,''katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan,polemik yang juga menyeret Partai Hanura itu murni kesalahan yang bersangkutan. Mengingat,dalam hal ini parpol hanya sebagai wadah penampung para caleg yang bakal berkompetisi dalam pemilu nanti.''Kami hanya sebagai jembatan saja,'' jawabnya singkat(dip/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-1916298347422624825?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/1916298347422624825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/caleg-sakti-masuk-ponorogo.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1916298347422624825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1916298347422624825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/caleg-sakti-masuk-ponorogo.html' title='Caleg Sakti Masuk Ponorogo'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-2341616223290613849</id><published>2009-03-05T22:13:00.001+07:00</published><updated>2009-03-05T22:16:09.461+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>RAJA PENGAMEN JALANAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Kamis, 05-03-2009)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RAJA PENGAMEN JALANAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Patung macan di Alun-Alun Ponorogo sebelah barat diusili.Mungkin agar sebagian masyarakat mengira patung itu sebagai rajanya pengamen jalanan.Sebab,ditaringnya tergantung gitar.Dan,maskot Kota Reyog itu pun terkesan kurang mendapat perhatian dari petugas yang berwenang. Sebab,sudah dua hari ini,sampai kemarin(4/3) belum ada pembersihan di kawasan tersebut.(dip/sad)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img alt="-" src="http://radarmadiun.co.id/picture/05-po-A%20macan.bmp" width="auto" border="0" height="auto" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-2341616223290613849?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/2341616223290613849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/raja-pengamen-jalanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/2341616223290613849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/2341616223290613849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/raja-pengamen-jalanan.html' title='RAJA PENGAMEN JALANAN'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-8132958873628506558</id><published>2009-03-05T22:10:00.000+07:00</published><updated>2009-03-05T22:11:16.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Digerebek, Dadu saat Maghrib</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Kamis, 05 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Digerebek, Dadu saat Maghrib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Pejudi dadu di Sampung, Ponorogo, salah besar. Mereka menduga polisi tak mencium praktik perjudian yang berlangsung di salah satu rumah penduduk bersamaan hujan deras dan azan Maghrib berkumandang. Penggerebekan yang dilakukan tim reserse mobile (resmob) itu berlangsung Senin (2/3) petang di saat hujan turun lebat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak urung, Giyono, 36, bandar lokalan, langsung dirangket bersamaan bukti seperangkat alat judi dadu dan uang taruhan sebesar Rp 117 ribu. Giyono di depan polisi mengaku baru menghelat dadu sekitar satu jam sebelum polisi datang menggerebeg. Dia sama sekali tidak menyangka bakal tertangkap lantaran saat itu sedang hujan. ''Ya, daripada bingung menunggu hujan,'' kilah Giyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dikejar pertanyaan mengapa tak kenal waktu Maghrib, Giyono sambil tersipu mengaku jarang menunaikan sembahyang. Kondisi hujan di saat petang hari, membuat kedatangan polisi tidak tercium Giyono dan penomboknya yang sedang asyik berjudi dadu. Mereka baru semburat melarikan diri setelah mendengar perintah jangan bergerak. Tidak terdengar bunyi tembakan peringatan ke udara yang sering mengiringi penggerebekan judi dadu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ampun, Giyono akhirnya dijebloskan ke tahanan. Kapolres Ponorogo AKBP Etik Margawati melalui Kasat Reskrim AKP Suhono membenarkan telah menerbitkan Surat Perintah Penahanan (SPP) tersangka pelanggar pasal 303 KUHP tentang perjudian  atas nama Giyono itu. ''Tidak ada penangguhan penahanan. Jangan sekali-kali percaya bila ada yang mengaku pejabat Polri dan menjanjikan mengalihkan perkara atau menangguhkan penahanan,'' terang Suhono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terang, Giyono nanti di dalam penjara bakal bertemu bandar dan kasir dadu, Suwito, 36 dan Mujiono, 47, yang tertangkap buntut penggerebegan arena judi dadu di Ngasinan, Sukorejo, beberapa waktu lalu. Seperti penyakit endemis, perjudian jenis dadu tetap mewabah di Ponorogo. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-8132958873628506558?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/8132958873628506558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/digerebek-dadu-saat-maghrib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8132958873628506558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8132958873628506558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/digerebek-dadu-saat-maghrib.html' title='Digerebek, Dadu saat Maghrib'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-7266570713420403710</id><published>2009-03-04T18:20:00.002+07:00</published><updated>2009-03-04T18:23:28.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>SKJ 2008 Dikenalkan Warga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Rabu, 04-03-2009)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SKJ 2008 Dikenalkan Warga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.Pepatah itu sedang digalakan Pemkab Ponorogo untuk menumbuhkan kesadaran berolahraga masyarakat. Kemarin(3/3),ratusan warga turut serta dalam pengenalan Senam Kesehatan Jasmani(SKJ)2008 di Gedung Bulutangkis Jalan Pramuka Ponorogo.Tidak bisa dipungkiri,sekarang ini masyarakat cenderung apatis akan olahraga.Padahal,apapun jenis olahraga sangat berguna untuk kesehatan jasmani.''Yang penting sekarang ini bagaimana cara pemberdayaan olah raga ke masyarakat,''terang Etty Muhadi Suyono,ketua panitia kepada koran ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan yang cukup jarang diadakan di Kota Reyog itu rencananya akan dijadikan ajang rutin tahunan. Mengingat,senam selama ini seakan mati suri.Belum mampu bersaing dengan daerah lain.''Jangan hanya mengenalkan ke masyarakat saja,tapi juga harus ada prestasi sebagai bukti keseriusan kami,''tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img alt="-" src="http://radarmadiun.co.id/picture/04-po-A.bmp" width="auto" border="0" height="auto" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar tidak berhenti di tengah jalan,pihaknya akan menjaring 20 peserta terbaik.Yang nantinya bakal diturunkan dalam even bertaraf regional Jatim.Selain itu,untuk mencari bakat-bakat yang dimiliki pesenam junior potensial.''Harus ada kesinambungan,jadi perlu dicari bibit-bibit yang mempunyai talenta untuk dikembangkan,''tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yety Novianti,salah seorang peserta,mengharapkan ada kelanjutan dalam pengembangan dunia senam pada masyarakat.Sebab,senam merupakan olahraga simpel yang mudah dilakukan.Dan,tentunya sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.''Sebenarnya masyarakat itu banyak yang antusias.Untuk itu perlu ada sosialisasi ketingkat bawah,''ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia,sosialisasi senam akan lebih efektif bila melibatkan berbagai elemen masyarakat.Tidak hanya kalangan atas semata,tapi kalangan bawah juga harus menjadi bidikan dalam pengembangan senam.''Untuk yang berduit biasanya hanya untuk menghilangkan kejenuhan semata.Jadi harus dari berbagai aspek masyarakat dalam sosialisasi,''pungkasnya.(dip/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-7266570713420403710?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/7266570713420403710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/skj-2008-dikenalkan-warga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7266570713420403710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7266570713420403710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/skj-2008-dikenalkan-warga.html' title='SKJ 2008 Dikenalkan Warga'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-4921685692497901800</id><published>2009-03-04T18:15:00.001+07:00</published><updated>2009-03-04T18:17:18.554+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Vonis Kasasi 10 Terdakwa Menyusul</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[ Rabu, 04 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Vonis Kasasi 10 Terdakwa Menyusul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Belanda&lt;br /&gt;PONOROGO - Putusan banding dan kasasi bakal terus berjatuhan terhadap 12 terdakwa perkara dugaan korupsi dana Hibah Belanda. Terdakwa Awan Mega Pertiwi dan Onisimus Rasid HP yang putusan kasasinya telah turun tercatat dua dari empat rombongan rekanan yang paling pertama disidangkan. Dua nama lainnya adalah Marsono dan Sarto.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selepas itu, empat pengambil kebijakan yang sengaja mengalihkan proyek rehab gedung dari komite sekolah ke rekanan giliran disidangkan. Mereka adalah mantan Ketua Bappeda Purwanto dan stafnya Priyo Nugroho, serta Kasubdin Dikjur Diknas, Jemikan dan Ketua BPC Gapensi Ponorogo Hadi Suryono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi akhirnya kembali menetapkan empat rekanan sebagai tersangka kasus korupsi Hibah Belanda hingga perkaranya mulus disidangkan. Rombongan terakhir ini terdiri Gunung Ahmadi, Firman, Suparnu dan R Sedyo Utomo.  ''Ada yang masih banding atau kasasi,'' terang Trimo, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaksa, lanjut dia, selama ini menerapkan tuntutan pukul rata dengan menuntut hukuman empat tahun, membayar denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan serta melunasi uang pengganti sesuai jumlah kerugian negara hasil audit BPKP terhadap delapan rekanan yang terlibat dalam perkara korupsi dana Hibah Belanda. ''Sesuai ancaman minimal pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1, 2, 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi yang diperbarui dengan UU Nomor 20 Tahun 2001,'' rinci Trimo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo yang menyidangkan perkara itu dahulu sempat melontarkan sederet pertanyaan. Yakni, apakah rehab gedung sekolah lewat School Improvement Grant Program (SIGP) yang didanai hibah dari Belanda boleh dikerjakan rekanan? Apakah dana hibah termasuk uang negara? Apakah diperkenankan mengalihkan peruntukan dananya tanpa berita acara? Dan, apakah adil terdakwa dihukum empat tahun? Hakim akhirnya menjatuhkan hukuman seragam berupa penjara satu tahun terhadap delapan rekanan terdakwa Hibah Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lain hakim di tingkat PN beda pula hakim agung. Majelis Hakim Agung yang diketuai H Parman Soeparman sengaja mendongkrak hukuman terdakwa Awan Mega Pertiwi menjadi empat tahun penjara, membayar denda Rp 200 juta dan melunasi uang pengganti Rp 11.337.232. Sebaliknya, Majelis Hakim Mahkamah Agung lainnya hanya menghukum  Onisimus Rasid HP, sesama terdakwa koruptor dana Hibah Belanda, penjara satu tahun, denda Rp 15 juta serta melunasi uang pengganti sebesar Rp 48 juta. Nasib Mega dan Rasid berbeda. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-4921685692497901800?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/4921685692497901800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/vonis-kasasi-10-terdakwa-menyusul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4921685692497901800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4921685692497901800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/vonis-kasasi-10-terdakwa-menyusul.html' title='Vonis Kasasi 10 Terdakwa Menyusul'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-7412585246231120097</id><published>2009-03-04T18:13:00.000+07:00</published><updated>2009-03-04T18:14:58.325+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Surat Suara DPD Bergambar Sepak Bola</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Rabu, 04 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Surat Suara DPD Bergambar Sepak Bola&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Ada yang mengejutkan saat proses pelipatan surat suara pemilu untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Gedung Sasana Praja Ponorogo, kemarin (3/2). Dua lembar surat suara terdapat gambar pemain sepak bola dan produk iklan handphone (HP). Meski tercetak di bagian belakang, namun tampilan gambar tersebut tembus di bagian depan yang terdapat gambar para caleg DPD.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah seorang staf logistik sekretariat KPUD Ponorogo, Surosomengatakan dua lembar surat suara bergambar sepak bola itu ditemukan dalam satu paket yang berisi 500 lembar. ''Surat suara tersebut ditemukan saat pengecekan sebelum menjalani proses pelipatan,'' terang Suroso, kepada koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, untuk sementara waktu surat suara tersebut dikategorikan surat suara yang dinyatakan rusak. Mengingat, hampir seluruh bagian terdapat gambar pemain bola. Selain itu, gambar tersebut tampak jelas. Sehingga ini dikhawatirkan akan mempengaruhi pemilih saat menyalurkan hak suaranya 9 April mendatang. ''Ya sudah tentu masuk data base KPUD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab jumlah keseluruhan akhir harus sinkron. Tidak boleh ada kekurangan selembarpun,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data terakhir surat suara DPD yang mengalami kerusakan mencapai 1.803 lembar. Dari jumlah total yang sudah terlipat dan menjalani pengecekan sebanyak 559.489 lembar. Jumlah itu disinyalir masih akan bertambah lagi. Sebab, surat suara yang belum di cross check kurang sekitar 200 ribu lembar. ''Pastinya akan terus bertambah. Ini kan baru sekitar 75 persen saja yang sudah menjalani pengecekan,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi kerusakan adanya block tinta di bagian gambar caleg DPD. Selain itu, beberapa surat suara juga mengalamai robek di bagian ujung kertas. ''Ya ada tinta yang menempel di bagian depan,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisa waktu ini, persiapan logistik KPUD sudah mencapai 75 persen. Ini setelah distribusi tahap kedua berupa surat suara DPRD I dan DPR RI sudah terealisasi. Adapun jumlahnya sama dengan surat suara DPD yang telah menjalani proses pelipatan. Yakni masing-masing 768.738 lembar. ''Baru tadi malam (kemarin malam, red) datangnya surat suara. Sehingga saat ini kekurangan pada surat suara DPRD II,'' ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Agung Nugroho, anggota KPUD, saat dikonfirmasi soalkertas suara yang terdapat gambar pemain sepak bola malah sama sekali belum mengetahuinya. Dia, akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas yang menaungi masalah logistik. ''Sampai sekarang belum ada laporan sama sekali,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, surat suara yang masuk dalam data base kerusakan nantinya akan dikirimkan ke KPU pusat. Hal itu dilakukan untuk mendapat penambahan jumlah surat suara lagi. ''Yang mengalami kerusakan tentunnya harus ada penggantinya,'' pungkasnya.(dip/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-7412585246231120097?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/7412585246231120097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/surat-suara-dpd-bergambar-sepak-bola.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7412585246231120097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7412585246231120097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/surat-suara-dpd-bergambar-sepak-bola.html' title='Surat Suara DPD Bergambar Sepak Bola'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-5522826657867224200</id><published>2009-03-03T18:41:00.000+07:00</published><updated>2009-03-03T18:42:26.596+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Dua Anak SMP Mencuri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Selasa, 03 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dua Anak SMP Mencuri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Bocah kelas 2 (VIII) SMP asal Baosan Kidul, Ngrayun, Ponorogo, diduga bersekongkol menyatroni isi kamar tidur rumah tetangganya. Keduanya masuk dengan cara melompat lewat lubang jendela. Sekitar 100 massa Minggu (1/3) malam kemarin sengaja mengepung rumah Jan, 15 dan Har, 15, dua siswa SMP yang memiliki tabiat panjang tangan itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedok Jan dan Har terkuak setelah ada warga sempat memergoki keduanya ketika memasuki kamar tidur Katimun, 50. Manirah, 46, istri Katimun, petang harinya, langsung kelabakan lantaran uang simpanan sejumlah Rp 150 ribu di laci meja kamarnya telah raib. Nyonya rumah ini tiap hari rajin mengumpulkan uang hasil berjualan penganan buatannya sendiri. ''Hilang semuanya,'' keluh Manirah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dua warga akhirnya berani menunjuk hidung Jan dan Har, dua anak tetangganya, yang diduga telah nekad mencuri uang. Sebab, bocah ingusan itu sekitar pukul 14.00 tampak mondar-mandir di sekitar rumah korban. Jan dan Har juga kedapatan meloncat lubang jendela kamar. Massa tanpa dikomando akhirnya bergerak mendatangi rumah dua pelaku. ''Anaknya sudah ngaku,'' terang Katimun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas Polsek Ngrayun bergegas mengamankan dua tersangka pencuri cilik itu sebelum massa bertindak lebih jauh. Lantaran kasus pencurian ini melibatkan pelaku belum cukup umur, Kapolsek Ngrayun AKP Nurhadi sengaja melimpahkan penyidikan ke Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak). ''Proses penyidikan ditangani unit PPA,'' terang Nurhadi, kemarin (2/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terungkap dalam pemeriksaan, Jan dan Har selama ini sudah keranjingan merokok dan jajan. Uang saku keduanya tak cukup hingga melirik harta benda di kamar tidur rumah tetangga. Sebagian uang curian itu, sebelum dibagi dua, sudah berkurang untuk membeli rokok dan bakso. ''Kami sudah biasa merokok,'' aku Har sambil menyebut salah satu merk kesukaannya. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-5522826657867224200?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/5522826657867224200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/dua-anak-smp-mencuri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5522826657867224200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5522826657867224200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/dua-anak-smp-mencuri.html' title='Dua Anak SMP Mencuri'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-5115645061295241268</id><published>2009-03-03T18:39:00.000+07:00</published><updated>2009-03-03T18:41:25.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Lebih Berat Empat Kali</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lebih Berat Empat Kali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Vonis Kasasi Korupsi Dana Hibah Belanda&lt;br /&gt;PONOROGO - Satu demi satu putusan kasasi perkara korupsi dana Hibah Belanda mulai turun. Bahkan, Majelis Hakim Agung yang diketuai H Parman Soeparman sengaja menaikkan hukuman terdakwa Awan Mega Pertiwi menjadi empat tahun penjara. Mantan bendahara Gapensi Ponorogo itu sebelumnya hanya dihukum satu tahun penjara di pengadilan tingkat pertama (Pengadilan Negeri Ponorogo) dan banding (Pengadilan Tinggi Jatim).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Parman Soeparman yang bersidang bersama M Bahaudin Qaudry dan R Imam Harjadi, dua hakim anggota, pada 28 Februari 2007, juga menghukum Mega membayar denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan serta melunasi uang pengganti Rp 11.337.232. Vonis ini jauh lebih berat dibanding putusan Majelis Hakim PN dan PT yang hanya menghukum Mega satu tahun penjara potong masa tahanan, membayar denda Rp 10 juta dan uang pengganti senilai Rp Rp 2,775 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo Trimo menyambut gembira putusan Mahkamah Agung (MA) itu. Dia menyebut hukuman empat tahun penjara, denda Rp 200 juta dan uang pengganti Rp 11.337.232 itu hampir conform (sama) dengan tuntutan. Trimo mengaku bakal selekasnya menjalankan isi putusan MA. ''Kasasi adalah upaya hukum terakhir. PK (peninjauan kembali) dan grasi tidak menghalangi eksekusi, jaksa selaku eksekutornya,'' tegas Trimo, kemarin (2/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dia menilai dengan turunnya kasasi maka putusan sudah berkekuatan hukum tetap. Trimo membenarkan sudah menerima pemberitahuan dari Panitera PN Sudarsono tentang putusan hakim agung yang mengadili sendiri perkara korupsi dana Hibah Belanda dengan terdakwa Awan Mega Pertiwi ini. ''Suratnya tertanggal 16 Februari,'' terang Trimo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Advokat Ernawati, penasihat hukum Awan Mega, kemarin resmi mengajukan grasi untuk kliennya. Erna juga bakal segera mengirimkan permohonan penundaan pelaksanaan putusan ke Ketua PN dan Kajari Ponorogo. ''Putusan terlalu berat dan dirasa kurang memenuhi rasa keadilan masyarakat,'' terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Advokat perempuan itu khawatir MA memberlakukan standar ganda. Tolok ukurnya nanti, putusan kasasi yang turun ke terdakwa dana Hibah Belanda lainnya. Seperti diberitakan, MA juga sudah menelorkan putusan kasasi terhadap Onisimus Rasid HP, terdakwa yang lain, dengan hukuman satu tahun penjara, denda Rp 15 juta serta melunasi uang pengganti sebesar Rp 48 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awan Mega dan Rasid adalah dua dari 12 terdakwa Hibah Belanda. Empat di antaranya tercatat sebagai pengambil kebijakan yang mengalihkan proyek swakelola rehab gedung sekolah melalui program School Improvement Grant Program (SIGP) yang turun di 84 sekolah pada 2003 silam ke tangan para rekanan. Dalam juklak dan juknis SIGP, rehab gedung yang didanai hibah dari Negeri Belanda senilai Rp 6,47 miliar bagi 84 SD/MI serta SMP/MTs di Ponorogo itu harus dilaksanakan komite sekolah. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-5115645061295241268?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/5115645061295241268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/lebih-berat-empat-kali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5115645061295241268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5115645061295241268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/lebih-berat-empat-kali.html' title='Lebih Berat Empat Kali'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-453564539082511477</id><published>2009-03-02T18:36:00.003+07:00</published><updated>2009-03-02T18:47:24.295+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='materi'/><title type='text'>TATA CARA PERMOHONAN SIM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TATA CARA PERMOHONAN SIM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SIM Golongan A baru (PS.217 PP 44/93)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sehat Jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Berusia sekurang-kurangnya 17 tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Membayar formulir di BII/BRI.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Mengisi formulir permohonan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat menulis dan membaca huruf latin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Melampirkan foto copy KTP.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai lalu-lintas jalan dan memiliki ketrampilan mengemudikan kendaraan bermotor.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lulus ujian teori dan praktek. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; SIM Golongan C baru (PSL.217 PP 44/93)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sehat Jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berusia sekurang-kurangnya 16 tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membayar formulir di BII/BRI.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengisi formulir permohonan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat menulis dan membaca huruf latin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melampirkan foto copy KTP.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai lalu-lintas jalan dan memiliki ketrampilan mengemudikan kendaraan bermotor.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lulus ujian teori dan praktek.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; SIM Golongan A khusus (PS.217 PP 44/93)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sehat Jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berusia sekurang-kurangnya 20 tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membayar formulir di BII/BRI.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengisi formulir permohonan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat menulis dan membaca huruf latin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melampirkan foto copy KTP.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai lalu-lintas jalan dan memiliki ketrampilan mengemudikan kendaraan bermotor.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lulus ujian teori dan praktek.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SIM A - B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Umur minimal 20 tahun..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SIM A-nya sudah 1 (satu) tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membayar formulir di BII/BRI.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengisi formulir permohonan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lulus ujian teori dan praktek.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SIM B I - B II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Umur minimal 20 tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SIM B I-nya sudah 1 (satu) tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membayar formulir di BII/BRI.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengisi formulir permohonan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lulus ujian teori dan praktek.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SIM A - A Umum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Umur minimal 20 tahun..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SIM A-nya sudah 1 (satu) tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sehat jasmani dan rohani serta lulus ujian Psikologi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membayar formulir di BII/BRI.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengisi formulir permohonan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lulus ujian teori dan praktek.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SIM B I - B I Umum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Umur minimal 20 tahun..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SIM B I-nya sudah 1 (satu) tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membayar formulir di BII/BRI.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengisi formulir permohonan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lulus ujian teori dan praktek.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SIM B II - B II Umum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Umur minimal 20 tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SIM B II-nya sudah 1 (satu) tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membayar formulir di BII/BRI.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengisi formulir permohonan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lulus ujian teori dan praktek.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persyaratan perpanjangan SIM Golongan C (PSL.217 PP 44/93)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sehat Jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyerahkan / melampirkan SIM yang diperpanjang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Membayar formulir di BII/BRI.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengisi formulir permohonan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat menulis dan membaca huruf latin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melampirkan foto copy KTP.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tata cara dan Persyaratan perpanjangan Pindah masuk (dari daerah) (PSL.224 PP 44/93)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sehat Jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membawa kartu Induk/pengantar dari Satuan Lalu-lintas yang mengeluarkan SIM.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membayar formulir di BII/BRI.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengisi formulir permohonan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melampirkan KTP.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tata cara dan Persyaratan SIM mutasi (keluar daerah) (PS. 224 PP.44/93)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mencabut berkas/kartu Induk dari Satuan Lalu-Lintas asal dan pengantar dari Kasubbag SIM.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melampirkan KTP wilayah yang dituju.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melaporkan kepada Kepala Satuan Lantas yang dituju.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persyaratan SIM hilang atau rusak (PS. 255 PP.44/93)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sehat jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laporan Polisi kehilangan SIM.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membayar formulir di BII/BRI.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengisi formulir permohonan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melampirkan KTP.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persyaratan pengurusan SIM Internasional (PS.231 PP 44/93)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Salinan Surat Ijin Mengemudi yang dimiliki.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;KTP.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasport.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Foto B/W ukuran 4 x 6 = 5 lembar.(untuk pria = berdasi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengajukan permohonan ke IMI.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persyaratan SIM untuk orang asing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memiliki Pasport dan KIMS atau Surat Tanda Tugas diplomatik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi yang sudah memiliki SIM di negaranya atau SIM Internasional harus mengikuti ujian teori.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi yang belum pernah memiliki SIM , harus mengikuti dan lulus ujian teori dan praktek.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SIM untuk orang asing berlaku 1 tahun, kecuali diplomatik berlaku 5 tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbadan Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan keterangan Dokter.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-453564539082511477?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/453564539082511477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/tata-cara-permohonan-sim.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/453564539082511477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/453564539082511477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/tata-cara-permohonan-sim.html' title='TATA CARA PERMOHONAN SIM'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-3722425977587419364</id><published>2009-03-02T18:32:00.001+07:00</published><updated>2009-03-02T18:35:10.374+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='materi'/><title type='text'>Pengetahuan Dasar Lalu Lintas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengetahuan Dasar Lalu Lintas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Gerakan memberikan isyarat pengatur lalu lintas bertujuan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  * Mengarahkan agar lalu lintas berjalan dengan aman, tertib, lancar dan selamat.&lt;br /&gt;  * Mengatasi kepadatan arus lalu lintas&lt;br /&gt;  * Mengurangi terjadinya kecelakan lalu lintas&lt;br /&gt;  * Mencegah kerusakan - keerusakan jalan / infrastruktur&lt;br /&gt;  * Melindungi harta benda / jiwa orang lain di jalan&lt;br /&gt;  * Mengurangi pelanggaran di jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Pengetahuan rambu - rambu / marka jalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  * Rambu - rambu yang menunjukan peringatan suatu bahaya&lt;br /&gt;    ( dasar kuning petunjuk hitam )&lt;br /&gt;  * Rambu - rambu yang menunjukan larangan dan awas perintah&lt;br /&gt;    ( dasar putih petunjuk merah )&lt;br /&gt;  * Rambu - rambu yang memberikan petunjuk&lt;br /&gt;    ( dasar biru petunjuk putih )&lt;br /&gt;  * Rambu petunjuk arah / awas ( rambu tambahan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Pengetahuan dasar pengaturan lalu lintas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  * Berhenti untuk semua jurusan&lt;br /&gt;  * Berhenti untuk satu arah tertentu ( satu jurusan tertentu )&lt;br /&gt;  * Berhenti dari arah depan Petugas&lt;br /&gt;  * Berhenti dari arah belakang Petugas&lt;br /&gt;  * Berhenti dari arah depan dan belakang Petugas&lt;br /&gt;  * Jalan dari arah kanan Petugas&lt;br /&gt;  * Jalan dari arah kiri Petugas&lt;br /&gt;  * Jalan dari arah kanan dan kiri Petugas&lt;br /&gt;  * Percepat dari arah kanan Petugas&lt;br /&gt;  * Percepat dari arah kiri Petugas&lt;br /&gt;  * Perlambat dari arah depan Petugas&lt;br /&gt;  * Perlambat dari arah belakang Petugas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Pengetahuan penggunaan tanda bunyi pluit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  * Tanda peringatan berhenti / perhatian&lt;br /&gt;  * Tanda berkumpul&lt;br /&gt;  * Tanda bahaya&lt;br /&gt;  * Tanda berhenti&lt;br /&gt;  * Tanda maju&lt;br /&gt;  * Tanda menunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-3722425977587419364?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/3722425977587419364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pengetahuan-dasar-lalu-lintas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/3722425977587419364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/3722425977587419364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/pengetahuan-dasar-lalu-lintas.html' title='Pengetahuan Dasar Lalu Lintas'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-4847260660983208542</id><published>2009-03-02T17:20:00.000+07:00</published><updated>2009-03-02T17:22:43.233+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Bupati Didesak Tak Manfaatkan Momentum</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Senin, 02 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bupati Didesak Tak Manfaatkan Momentum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terkait Pencairan Dana Reses Sebelum Pileg&lt;br /&gt;PONOROGO - Rencana percepatan pencairan dana reses sebelum Pemilu Legislatif (Pileg) April 2009 yang dikhawatirkan bakal dimanfaatkan calon legislatif (caleg) incumbent untuk kampanye terus menjadi sorotan. Kali ini, desakan ditujukan kepada Bupati Ponorogo Muhadi Suyono agar tidak memanfaatkan momentum pileg dengan menggelontor dana reses yang sebenarnya tidak lazim sebelum April. ''Nuansa politisnya sangat kental jika dana reses benar-benar dicairkan sekitar bulan April,'' kata Wahidin Ronowijoyo, aktivis LSM Elbira, kemarin (1/2).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk itu, Wahidin minta agar bupati melakukan langkah secara bijak. Artinya, jika memang dana reses yang akan digelontor biasanya diberikan pada kisaran bulan Juni atau Juli tiap tahun, harus tetap seperti tahun sebelumnya. Sehingga, tidak ada kesan ada pemaksaan dari pihak-pihak tertentu bahwa dana reses harus cair sebelum pelaksanaan pileg. ''Sudah bukan rahasia lagi jika dana reses cair sebelum April bakal dimanfaatkan caleg incumbent yang saat ini masih duduk di dewan,'' tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, Wahidin yang saat ini juga maju sebagai caleg sempat memaparkan bahwa sebenarnya beberapa anggota dewan tidak setuju jika dana reses cair sebelum April. ''Ini semua untuk menjaga fair play antarcaleg tanpa mengandalkan dana reses,'' tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemkab hingga kemarin masih hati-hati menyikapi masalah ini. Kendati diakui ada beberapa lembar proposal yang sudah masuk. Sepert yang diungkapkan Murdiyanto, Kabag Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Pihaknya sementara bakal melakukan cross check validitas data yang ada di meja kerjanya. ''Untuk ACC kami belum mengarah ke persoalan tersebut, yang pasti beberapa dewan itu hanya minta pertimbangan ke kami,'' jelasnya, sebelumnya. Begitu juga soal pencairan dia belum bisa memberikan penjelasan secara gamblang. (tya/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-4847260660983208542?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/4847260660983208542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/bupati-didesak-tak-manfaatkan-momentum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4847260660983208542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4847260660983208542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/03/bupati-didesak-tak-manfaatkan-momentum.html' title='Bupati Didesak Tak Manfaatkan Momentum'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-4730113839402176140</id><published>2009-02-28T22:23:00.004+07:00</published><updated>2009-03-02T17:46:21.555+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TES'/><title type='text'>TES TES</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO PONOROGO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA&lt;br /&gt;PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA&lt;br /&gt;PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA&lt;br /&gt;PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA&lt;br /&gt;PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA&lt;br /&gt;PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA&lt;br /&gt;PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA&lt;br /&gt;PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA&lt;br /&gt;PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA&lt;br /&gt;PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA&lt;br /&gt;PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA&lt;br /&gt;PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA&lt;br /&gt;PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA&lt;br /&gt;PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA&lt;br /&gt;PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA BHAYANGKARA SAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009&lt;br /&gt;PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009&lt;br /&gt;PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009&lt;br /&gt;PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009&lt;br /&gt;PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009&lt;br /&gt;PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009&lt;br /&gt;PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009&lt;br /&gt;PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009&lt;br /&gt;PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009&lt;br /&gt;PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009&lt;br /&gt;PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009&lt;br /&gt;PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009&lt;br /&gt;PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009&lt;br /&gt;PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009&lt;br /&gt;PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009 PEMILU 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG CALEG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL&lt;br /&gt;PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL&lt;br /&gt;PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL&lt;br /&gt;PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL&lt;br /&gt;PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL&lt;br /&gt;PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL&lt;br /&gt;PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL&lt;br /&gt;PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL&lt;br /&gt;PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL&lt;br /&gt;PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL&lt;br /&gt;PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL PARPOL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL&lt;br /&gt;SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL&lt;br /&gt;SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL&lt;br /&gt;SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL&lt;br /&gt;SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL&lt;br /&gt;SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL&lt;br /&gt;SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL&lt;br /&gt;SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL&lt;br /&gt;SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL&lt;br /&gt;SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL&lt;br /&gt;SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL&lt;br /&gt;SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL&lt;br /&gt;SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL&lt;br /&gt;SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL&lt;br /&gt;SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL UAN 2009 SOAL&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-4730113839402176140?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/4730113839402176140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/tes-tes.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4730113839402176140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4730113839402176140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/tes-tes.html' title='TES TES'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-1540072532620933667</id><published>2009-02-28T16:06:00.001+07:00</published><updated>2009-02-28T16:08:51.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Avanza Hitam Sibukkan Tiga Polres</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Sabtu, 28 Februari 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Avanza Hitam Sibukkan Tiga Polres&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;TIGA kepolisian resort (polres) disibukkan keberadaan mobil Toyota Avanza buntut dua kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) beruntun yang terjadi di Magetan. Sejumlah polsek di Polres Magetan, Polres Ponorogo dan Polres Madiun langsung diperintahkan melakukan penghadangan. Petugas reserse mobile (resmob) juga sengaja turun ke jalan ikut mengejar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabar pengejaran mobil Toyota Avanza bercat hitam itu muncul bersamaan upacara sertijab Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Edi Susanto kepada AKP Suhono yang sebelumnya Kasat Reskrim Polres Magetan. Pengganti Suhono, AKP Sukono (sebelumnya Kasat Reskoba Polres Ponorogo) juga hendak mengikuti serah terima jabatan. Tiga perwira polisi berpangkat AKP itu sempat berembug bareng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, tersiar kabar bahwa seorang penumpang Toyota Avanza sempat menodongkan senjata api ketika dihadang polisi di kawasan Lembeyan, Magetan. Tim resmob Polres Ponorogo yang sudah lama mencari-cari Avanza hitam pasca-aksi pencurian tiga unit motor di SMKN 1 Jenangan sengaja mencegat di semua penjuru. ''Yang selama ini menjadi sasaran, Magetan, Madiun dan Ponorogo,'' kata Suhono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan itu, Edi juga berharap pasca-sertijabnya kepada Suhono, kasus curanmor beruntun yang terjadi selama dirinya menjabat segera terungkap. Sehari sebelum Edi menyerahkan jabatan, Ponorogo sempat dibombardir dua aksi curanmor yang terjadi di depan ruko Perdana Dadi di Jalan MT Haryono dan di halaman Puskesmas Siman. Saat sertijab kemarin, ganti dua curanmor terjadi di wilayah hukum Polres Magetan. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-1540072532620933667?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/1540072532620933667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/avanza-hitam-sibukkan-tiga-polres.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1540072532620933667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1540072532620933667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/avanza-hitam-sibukkan-tiga-polres.html' title='Avanza Hitam Sibukkan Tiga Polres'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-7357692363649296572</id><published>2009-02-28T15:40:00.000+07:00</published><updated>2009-02-28T16:05:45.721+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>DBD Masih Jadi Ancaman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Sabtu, 28 Februari 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DBD Masih Jadi Ancaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dinkes Tetap Lakukan Fogging&lt;br /&gt;PONOROGO - Ancaman demam berdarah dengue (DBD) di Ponorogo tampaknya belum hilang. Antisipasi terus digalakkan untuk menekan seminim mungkin penyebaran nyamuk aedes aegypti, penyebab utama penyakit mematikan itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satunya dengan melakukan fogging (pengasapan masal). Seperti yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat di Jalan Bawean, Kelurahan Mangkujayan yang merupakan kawasan endemis DBD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinkes Ponorogo, Andy Nurdiana mengatakan, Kecamatan Ponorogo merupakan daerah paling rawan akan serangan DBD. Mengingat, kepadatan penduduk sudah tidak sebanding lagi dengan lokasi pemukiman yang ditempati. ''DBD itu mudah menyebar bila kepadatan penduduk tinggi. Dan, kebiasaan kehidupan kota yang kurang peduli akan kebersihan lingkungan,'' terang Andy saat dikonfirmasi koran ini, kemarin (27/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah penderita DBD sebenarnya cenderung turun. Catatan terakhir di Dinkes, selama Februari 2009 ditemukan 50 kasus. Kondisi itu berbeda pada Januari lalu yang tercatat sebanyak 103 kasus. Dari jumlah itu, telah menelan satu korban jiwa. ''Penurunan pasien DBD ada separoh dari bulan sebelumnya. Hanya saja, kami tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan ini,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melakukan fogging pihaknya juga membagikan abate kepada masyarakat. Pengalaman tahun sebelumnya, penggunaan abate pada tempat mandi dan penampungan air minum lebih efektif. ''Upaya melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk, Red) akan lebih menekan penderita DBD. Dan, kami juga melakukan survey entomologi vector untuk mengetahui penyebaran nyamuk aedes aegypti,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut dia, masyarakat juga berperan penting dalam mengatasi penyebaran penyakit mematikan itu. Salah satunya dengan pola kehidupan bersih akan menghindarkan dari ancaman serangan DBD.   ''Untuk itu slogan 3M (menguras, menutup dan mengubur) harus dilakukan masyarakat,'' ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Suwarno salah seorang warga sekitar Jalan Bawean mengatakan fogging yang dilakukan dipemukimannya diharapkan mampu menekan seminim mungkin penyebaran nyamuk pembawa penyakit DBD. Mengingat, selama sepekan ini beberapa warga dinyatakan terjangkit gejala DBD. ''Kami tetap khawatir meski sudah dilakukan fogging,'' pungkasnya.(dip/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-7357692363649296572?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/7357692363649296572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/dbd-masih-jadi-ancaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7357692363649296572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7357692363649296572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/dbd-masih-jadi-ancaman.html' title='DBD Masih Jadi Ancaman'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-8614601208805943628</id><published>2009-02-28T15:39:00.000+07:00</published><updated>2009-02-28T15:40:41.991+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>PN Kirim Memori Banding dan Kasasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Sabtu, 28 Februari 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PN Kirim Memori Banding dan Kasasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Putusan banding maupun kasasi atas perkara-perkara korupsi di Ponorogo bakal terus berjatuhan. Sebab, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo Sukadi berani menjamin bahwa pihaknya telah mengirim semua memori banding dan kasasi. ''Semuanya sudah saya cek, memori banding dan kasasi telah dikirim,'' terang Sukadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti diberitakan, putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) atas nama Onisimus Rasid HP, terdakwa perkara korupsi dana Hibah Belanda belakangan sudah turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasid dahulu disidang bersamaan dengan Awan Mega Pertiwi, Sarto dan Marsono, tiga rekanan lain yang dituding terlibat dalam pelaksanaan proyek fisik rehab gedung sekolah lewat School Improvement Grant Program (SIGP). MA menguatkan putusan hakim di bawahnya yang menjatuhkan vonis kepada Rasid dengan hukuman satu tahun penjara, denda Rp 15 juta serta melunasi uang pengganti sebesar Rp 48 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukadi tak menampik bahwa sekarang ini ada belasan putusan perkara korupsi yang belum memiliki kekuatan hukum tetap (incraht). Hanya, dia memastikan upaya banding dan kasasi sedang dalam proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PN selama ini berkewajiban mengirim memori banding dan kasasi yang diajukan terdakwa maupun jaksa. Dalam perkara korupsi dana Hibah Belanda saja, terdapat 12 terdakwa (termasuk Rasid) yang masih mengajukan banding dan kasasi. ''Suatu saat, putusan banding dan kasasi pasti turun,'' terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila merunut ke waktu sidang Rasid yang sudah diputus di tingkat PN pada Mei 2005, putusan banding dan kasasi terdakwa lainnya bakal bergiliran turun. Data yang diperoleh Koran ini, sebanyak 13 dari 19 terdakwa koruptor yang ada memilih banding. Sedang empat lainnya tengah berupaya mengajukan kasasi ke MA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat masih ada delapan terdakwa Hibah Belanda yang masih banding ke Pengadilan Tinggi Jatim. Selain itu, lima lainnya adalah terdakwa kasus korupsi sapi kereman dan korupsi duit PDMDKE. (hw/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-8614601208805943628?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/8614601208805943628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/pn-kirim-memori-banding-dan-kasasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8614601208805943628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8614601208805943628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/pn-kirim-memori-banding-dan-kasasi.html' title='PN Kirim Memori Banding dan Kasasi'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-1408508667740911897</id><published>2009-02-28T15:36:00.001+07:00</published><updated>2009-02-28T15:39:16.263+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Ratusan Surat Suara Rusak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Sabtu, 28 Februari 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ratusan Surat Suara Rusak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tinta Luntur dan Banyak yang Robek&lt;br /&gt;PONOROGO - Tidak semua surat suara yang dikirim ke KPUD tercetak dengan sempurna. Sementara ini, KPUD Ponorogo telah menemukan 318 lembar surat suara yang menjalani proses pelipatan mengalami kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumlah itu disinyalir akan terus bertambah. Mengingat, hingga hari ketiga tahapan cross check kemarin (27/2), baru 90.314 lembar yang terselesaikan dari jumlah total 768.737 lembar surat suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi kerusakan surat suara, diakibatkan adanya tinta atau cetakan yang luntur. Sehingga, gambar calon dan tulisan yang tertera dalam surat suara tersebut kabur dan tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, beberapa surat suara mengalami robek dibagian ujung. ''Untuk surat suara yang dinyatakan rusak untuk sementara waktu kami data dan simpan terlebih dahulu,'' terang Sukamto, salah seorang pengawas pelipatan surat suara kepada koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, kerusakan surat suara lebih disebabkan pada proses produksi. Bukan human error saat menjalani pelipatan. Jadi dalam permasalahan tersebut, pihaknya tidak ingin dipersalahkan. ''Saat membuka kardus sudah mengalami rusak, jadi kami sendirikan. Malah sampai sekarang belum ada kerusakan yang diakibatkan proses pelipatan,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, pihaknya akan terus selektif dalam melakukan cross check surat suara. Hal itu untuk menghindari surat suara yang rusak agar tidak didistribusikan saat pemungutan suara 9 April mendatang. ''Pokoknya, surat suara yang digunakan dalam pemilu nanti harus benar-benar sesuai apa yang telah ditentukan KPU,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, saat dikonfirmasi secara terpisah, Hadi Prayitno, Sekretaris KPUD Ponorogo mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengusulkan adanya penambahan surat suara. Sesuai dengan jumlah kerusakan surat suara hingga proses pelipatan selesai. ''Jadi kami akan terus melakukan pendataan surat suara yang rusak. Barulah nanti diketahui berapa nominal yang bakal diusulkan ke KPU Pusat,'' kata Hadi Prayitno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah surat suara yang diterima KPUD tersebut sebenarnya sudah ada tambahan dua persen. Hanya saja, tambahan itu digunakan untuk para pemilih yang sekarang ini belum tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT). Jumlahnya mencapai empat ribu pemilih. ''DPT sekarang ini sebanyak 753.665 orang. Dan, kami juga sudah mengusulkan penambahan ke KPU pusat. Hanya saja sampai saat ini masih dalam proses klarifikasi,'' pungkasnya. (dip/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-1408508667740911897?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/1408508667740911897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/ratusan-surat-suara-rusak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1408508667740911897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/1408508667740911897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/ratusan-surat-suara-rusak.html' title='Ratusan Surat Suara Rusak'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-7869861418213933116</id><published>2009-02-26T18:07:00.000+07:00</published><updated>2009-02-26T18:08:29.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Kejari Sidik Korupsi Drum Bekas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Kamis, 26 Februari 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kejari Sidik Korupsi Drum Bekas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Drum bekas wadah aspal bantuan langsung pendamping swadaya program peningkatan jalan naik ke meja penyidikan perkara korupsi. Sebab, dana hasil lelang drum bekas dalam tiga tahun anggaran mulai 2004 itu diduga tidak masuk ke kas negara. Penyidik Kejaksaan Negeri Ponorogo akhirnya menyoal hasil penjualannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan, Kajari Ponorogo Yono Salim kemarin (25/2) memastikan perkara dugaan korupsi drum bekas aspal tersebut sudah naik status ke penyidikan. Pun, nama-nama tersangka sudah berada di dalam kantongnya. Kendati belum menunjuk nama, Yono menyebut pejabat di Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) harus bertanggung jawab. ''Saya target tiga bulan, proses penyidikan harus rampung,'' tegas Yono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, penyidikan kasus dugaan korupsi itu sengaja dibagi dalam dua berkas perkara terpisah. Yono tak menampik jumlah tersangka nanti lebih dari satu orang. Namun, dia lagi-lagi tidak bersedia menunjuk nama dan jabatan tersangkanya. ''Penyidikan adalah proses membuat terang sebuah peristiwa pidana sampai mencari siapa tersangkanya,'' elaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasinya, jaksa penyidik berpatokan pada aturan bahwa drum bekas wadah aspal bersubsidi itu harus dilelang, dikelola dan dipertanggungjawabkan. Faktanya, ada oknum yang sengaja menjual drum tadi dengan harga lebih mahal dari patokan namun tanpa menyetorkannya ke kas negara. Sayangnya, Yono juga enggan merinci jumlah drum dalam program peningkatan jalan pedesaan dari tahun 2004 sampai 2007 itu termasuk harga satuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bersamaan, jaksa penyidik ternyata juga tengah mengusut kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan Sukorejo. Modusnya, sebagian dana yang ada sengaja dipul di kecamatan. Padahal, di Sukorejo terdapat 18 desa yang paling berhak memanfaatkan ADD dengan proporsi 30 persen untuk pemerintahan dan 70 persen bagi pembangunan fisik ini. ''Kalau model pul dana ini tidak merugikan uang negara, buat apa kita angkat ke penyidikan korupsi,'' tegas Yono. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-7869861418213933116?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/7869861418213933116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/kejari-sidik-korupsi-drum-bekas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7869861418213933116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7869861418213933116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/kejari-sidik-korupsi-drum-bekas.html' title='Kejari Sidik Korupsi Drum Bekas'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-9007865345666326023</id><published>2009-02-26T18:05:00.000+07:00</published><updated>2009-02-26T18:06:12.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Lagi, Curanmor "Berjamaah"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Kamis, 26 Februari 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lagi, Curanmor "Berjamaah"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jupiter MX-Supra X Hilang Bersamaan&lt;br /&gt;PONOROGO - Lagi, aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) "berjamaah" di Ponorogo. Modusnya kali ini bukan beraksi di satu lokasi tapi di dua tempat terpisah. Curanmor Yamaha Jupiter MX Nopol AE 2658 SI di depan ruko Perdana Dadi di Jalan MT Haryono dan Honda Supra X 125 Nopol AE 5302 SM di halaman Puskesmas Siman. Itu terjadi nyaris bersamaan kemarin (25/2) di tengah hari bolong.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Theresia Titik Susiati, 50, pemilik Yamaha Jupiter MX, hanya sekitar lima menit lengah mengawasi motornya yang terparkir di depan ruko. Dia tengah sibuk melayani dua pengunjung toko besinya yang membeli batu gosok dan cat. Serampung dua pembeli itu undur diri, korban tak lagi mendapati motor seharga Rp 10 juta itu terparkir di tempatnya semula. ''Yang beli dua laki-laki, satu kurus dan satunya gemuk pendek,'' ungkap Theresia tanpa mau menuding dua pembelinya terlibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Vita Kusumaningrum, 24, karyawan Puskesmas Siman, selama empat jam luput mengawasi keberadaan Honda Supra X 125 miliknya. Dia memarkir motor keluaran 2008 itu di selatan bangunan kantor saat datang pagi hari sekitar pukul 08.00. Saat hendak pulang, Vita melihat tempat parkir telah kosong. Motor seharga Rp 14 juta itu keburu raib. ''Saya kunci stir,'' herannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi menandai dua kasus curanmor yang terjadi nyaris bersamaan itu sebagai model acak. Sedikit berbeda dengan curanmor yang terjadi di halaman Koperasi Serba Usaha (KSU) Prima di Jalan Niken Gandini, sepekan lalu, dengan hilangnya Honda Supra X 125 Nopol AE 5367 SJ dan Yamaha Vega R Nopol AE 5536 SD dari lokasi sama. ''Ganti lagi dengan model acak, dimungkinkan masih dilakukan sindikat yang sama,'' duga seorang petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi curanmor edan-edanan pernah terjadi di area parkir SMKN 1 Ponorogo saat tiga motor hilang sekaligus, pada 27 Januari lalu. Pelakunya waktu itu diduga datang berombongan naik mobil Toyota Avanza warna hitam. Kemarin, Toyota Avanza itu diduga menurunkan dua penumpang di sepanjang Jalan MT Haryono dan Jalan Raya Siman sebelum beraksi bersamaan. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-9007865345666326023?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/9007865345666326023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/lagi-curanmor-berjamaah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/9007865345666326023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/9007865345666326023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/lagi-curanmor-berjamaah.html' title='Lagi, Curanmor &quot;Berjamaah&quot;'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-5367411187719276981</id><published>2009-02-26T18:00:00.001+07:00</published><updated>2009-02-26T18:02:08.776+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Libatkan Puluhan Pekerja Musiman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Kamis, 26 Februari 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Libatkan Puluhan Pekerja Musiman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pelipatan Surat Suara Pileg 2009&lt;br /&gt;PONOROGO - Kesibukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ponorogo dalam beberapa hari terakhir tampak semakin meningkat. Distribusi logistik yang sempat menjadi kendala utama, lambat laun mulai teratasi. Salah satunya, proses pelipatan surat suara yang melibatkan puluhan pekerja di Gedung Sasana Praja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam distribusi tahap pertama, hanya surat suara dewan perwakilan daerah (DPD) saja yang terkirim. Jumlah totalnya mencapai 768.738 lembar. ''Ya jumlah itu sudah sesuai dengan daftar calon pemilih tetap yang sekarang dalam data base KPU sebanyak 753.665 pemilih dengan tambahan surat suara dua persen,'' terang Kasubag Teknis dan Humas Sekretariat KPUD Ponorogo Esther Leopenoe, kemarin (25/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, surat suara DPR RI , DPRD I dan DPRD II masih menunggu pendistribusian dari KPU Provinsi. Hanya, waktu penyaluran itu belum ada kejelasan pasti. Sampai saat ini pihaknya juga belum mendapat konfirmasi dari KPU Provinsi yang berwenang menanggani logistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari kerusakan, pelipatan surat suara dilakukan orang yang berpengalaman. Yakni mereka yang menanggani pelipatan sejak lima tahun lalu. ''Sebanyak 60 orang yang bekerja di sini sudah berpengalaman semua. Sebab pada pemilu 2004 lalu mereka juga terlibat dalam pelipatan surat suara,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, pihaknya juga melakukan cross check surat suara yang rusak saat pendistribusian. Pengalaman sebelumnya kerusakan surat suara yang disebabkan proses penyaluran tersebut terbilang tinggi. ''Sebelum dilipat, harus di cek terlebih dahulu. Bila ada yang dinyatakan rusak ya harus kami data berapa jumlahnya. Hanya saja, sampai sekarang belum diketemukan,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Jumiyatun, salah seorang pelipat, mengungkapkan pekerjaan ini setidaknya bisa menambah pendapatan keluarga. Setiap seratus lembar surat suara, dia mendapat upah Rp 7.500. ''Paling sehari hanya mampu melipat 500 lembar. Itu saja harus sampai sore,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, pekerjaan melipat ini sudah ditekuni sejak Pemilu 2004. Meski terbilang pekerjaan musiman, Jumiyatun dalam pemilu langsung pertama tersebut mampu meraup honor Rp 800 ribu. ''Kalau pemilu yang lalu, honor seluruhnya cukup lumayan. Karena itu saya ikut bekerja melipat kembali,'' pungkasnya.(dip/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-5367411187719276981?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/5367411187719276981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/libatkan-puluhan-pekerja-musiman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5367411187719276981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5367411187719276981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/libatkan-puluhan-pekerja-musiman.html' title='Libatkan Puluhan Pekerja Musiman'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-6419736360936722644</id><published>2009-02-25T16:42:00.003+07:00</published><updated>2009-02-25T16:57:50.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Prabowo Tetap Bidik RI-1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Rabu, 25-02-2009)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prabowo Tetap Bidik RI-1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO-Percaturan elite politik terus memanaskan daerah.Setelah sebelumnya kedatangan sejumlah tokoh nasional,kemarin(24/2)giliran Prabowo Subianto mampir di Kota Reyog.Calon presiden(Capres)Partai Gerindra itu pun mulai menebar pesona di depan ribuan santriwan-santriwati Ponpes Wali Songo,Ngabar,Siman,Ponorogo, kemarin(24/2).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Momen yang dikemas dalam silaturahmi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia(HKTI)itu mampu menyedot animo luar biasa.Bahkan,tak jarang mantan menantu Almarhum Soeharto tersebut mendapat aplaus dari peserta atas argumen-argumen yang dilontarkannya.''Sudah 63 tahun kita merdeka,tapi mengapa rakyat masih banyak yang harus berjuang dari kemiskinan,''terang Prabowo dalam orasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img alt="-" src="http://radarmadiun.co.id/picture/25-po-prof%20po.bmp" width="auto" border="0" height="auto" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Statemen pedas juga sempat diungkapkan ketua HKTI tersebut.Salah satunya,kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia hanya dapat dinikmati segelintir orang. Banyak pejabat yang sekarang duduk dalam pemerintahan berpangku tangan memanen keringat rakyat.''Kesehatan masih mahal,bahkan yang memprihatinkan ada siswa bunuh diri lantaran tidak bisa membayar biaya pendidikan,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung calon RI-1 yang bakal dibidiknya,Prabowo tetap optimistis.Capres merupakan angka mati dalam pemilu presiden nanti.Meski,dalam hal ini belum mampu mengalahkan nama besar incumbent SBY dan JK.''Tinggal perjalanan demokrasi nanti,tapi yang pasti Gerindra tetap optimistis bisa meraup suara besar dalam pemilu legislatif,''ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa bakal cawapres pendampingnya,Prabowo belum berani komentar banyak.Pihaknya,masih menunggu perolehan suara partai berlambang kepala burung garuda tersebut dalam pemilu legislatif(pileg)9 April mendatang.Dari hasil pileg itulah tokoh yang cocok untuk duduk sebagai RI-2 akan digulirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi isu yang beredar,terkait dirinya jadi rebutan SBY dan JK,Prabowo menanggapi itu hanya sebagai mekanisme politik.Sah-sah saja bila roda politik yang berjalan sekarang berargumen hal tersebut.Tapi yang pasti belum ada pikiran purnawirawan jendral bintang tiga ini melangkah menuju bursa cawapres.''Tujuan kami tetap seperti semula, pencalonan presiden dari partai Gerindra,''pungkasnya.(dip/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-6419736360936722644?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/6419736360936722644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/prabowo-tetap-bidik-ri-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6419736360936722644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6419736360936722644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/prabowo-tetap-bidik-ri-1.html' title='Prabowo Tetap Bidik RI-1'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-4683805528853197082</id><published>2009-02-25T16:40:00.000+07:00</published><updated>2009-02-25T16:42:24.426+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Eksekutif Dinilai Tidak Serius</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Rabu, 25 Februari 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Eksekutif Dinilai Tidak Serius&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jabatan Sekwan Masih Kosong&lt;br /&gt;PONOROGO - Pejabat yang bakal mengisi Sekretaris DPRD (Sekwan) Ponorogo masih menjadi tanda tanya. Posisi eksekutif di lembaga legislatif yang kosong hampir dua bulan itu terkesan semakin mengantung. Padahal, DPRD sudah memberi opsi kepada eksekutif untuk mengajukan bursa kandidat guna mengakhiri polemik di lembaga wakil rakyat itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wakil Ketua DPRD Ponorogo Marsuddin Boking Hasan mengungkapkan sampai sekarang belum ada sinyal keseriusan dari eksekutif. Padahal, sekwan merupakan posisi vital dalam lembaga legislatif. ''Siapa saja pejabat yang layak, harusnya cepat disampaikan ke dewan,'' terangnya kepada koran ini kemarin (24/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih obyektif dan fair play, kredibilitas seorang figur tentunya menjadi patokan. Kondisi itu akan memudahkan legislatif dalam melakukan fit and proper test. Dalam hal ini dewan juga menpunyai andil besar memberi lampu hijau calon yang diajukan pemerintah kabupaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, bursa kandidat harus lebih dari dua pejabat. Ini agar bisa membandingkan pejabat yang dicalonkan benar-benar mempunyai pemikiran prospektif. ''Jangan sampai calon cuma satu, bagaimana nanti dewan akan melakukan fit and proper test. Bila ada kandidat banyak, dewan tentunya akan memilih yang terbaik dari mereka,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan sebenarnya sudah mendesak eksekutif segera mengisi kursi sekwan, sejak Sekwan Sartono mengakhiri masa jabatannya lantaran pensiun. ''Sudah berkali-kali kami meminta untuk segera menggulirkan calon pengisi sekwan,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, kondisi itu dikhawatirkan akan mempengaruhi kinerja dewan. Apalagi sekarang ini acap diterpa gonjang-ganjing banyaknya wakil rakyat yang bolos. Untuk itu citra negatif yang menghantui setiap langkah anggota dewan harus diminimalisir. ''Dewan itu tugasnya berat. Tentunya ada kekhawatiran akan menurunkan kinerja bila jabatan sekwan belum ada solusinya,'' paparnya.(dip/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-4683805528853197082?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/4683805528853197082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/eksekutif-dinilai-tidak-serius.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4683805528853197082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/4683805528853197082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/eksekutif-dinilai-tidak-serius.html' title='Eksekutif Dinilai Tidak Serius'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-6512417448216006151</id><published>2009-02-21T16:28:00.000+07:00</published><updated>2009-02-21T16:29:17.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Andalkan Wisata Air Terjun Pletuk</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Sabtu, 21 Februari 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Andalkan Wisata Air Terjun Pletuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Kabupaten Ponorogo tidak hanya mengandalkan Telaga Ngebel untuk menarik wisatawan. Dalam penilaian Anugerah Wisata Jawa Timur 2009, Ponorogo sengaja mengandalkan air terjun Pletuk yang berada di Desa Jurug, Kecamatan Sooko.Kawasan wisata ini terus digarap sebagai salah satu jujugan wisata yang sangat mempesona. Tempat itu berada di atas ketinggian 450 meter di atas laut dan memiliki curah hujan yang cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Didukung suasana alam dengan suhu yang relatif dingin dan sejuk sehingga mampu untuk dijadikan desa ini sebagai daerah tujuan wisata, "Sebenarnya kalau kita kaji lebih dalam, kata Pletuk itu merupakan kata kiasan yang penuh misteri dan sangat dalam maknanya bagi hidup dan kehidupan," kata Gunardi, Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Ponorogo, kemarin (20/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana kata Pletuk dapat dikonotasikan sebagai petuah luhur. Yakni bila dikaitkan dengan sejarah Desa Jurug, ada beberapa petuah yang pantas dilakukan oleh seorang tokoh atau warga masyarakat di Desa Jurug.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantaranya sangguwo uriping danawa, sangguwo uriping raja, sangguwo uriping satriyo. Dan sangguwo uriping brahmana. Artinya dalam mengarungi hidup dan kehidupan kita harus pandai-pandai untuk menyesuaikan diri biar bisa diterima dan mampu beradaptasi terhadap alam dimana berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh,. Gunardi mengatakan diangkatnya air terjun Pletuk tidak hanya terkait dengan pesona air terjunnya saja. Tapi beberapa aspek seperti filosofi dan pengembangan dan keberadaan bagi masyarakat tetap menjadi pertimbangan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, pengembangan khusus secara intensif baru dilakukan pada akhir tahun 2006 melalui program PAMDKB dengan kegiatan membuka akses jalan menuju lokasi kawasan air terjun Pletuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat khususnya karang taruna bersama Perhutani membuat kerjasama dalam pengelolaan melalui wadah Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) "Jurug Makmur".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi alam lain yang dapat dikembangkan di kawasan Pletuk, adanya tebing yang memukau di kawasan tersebut dapat dijadikan menjadi sarana olahraga panjat tebing. "Kami sudah membuat program rencana pengembangan oleh Pengprov FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Jatim dan Pengcab FPTI Ponorogo," tambah Gunardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ketinggalan, bagi wisatawan kuliner bisa menikmati makanan khas nasi Gegog. Yakni nasi yang dibungkus daun pisang dan dicampur bothok dalam satu kemasan. "Sehingga mempunyai citarasa yang khas dan unik," tambahnya. Disamping buah khas seperti naga merah, juga buah peruk, alpokat, mangga, rambutan, manggis, durian juga pisang. (tya/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-6512417448216006151?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/6512417448216006151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/andalkan-wisata-air-terjun-pletuk.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6512417448216006151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6512417448216006151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/andalkan-wisata-air-terjun-pletuk.html' title='Andalkan Wisata Air Terjun Pletuk'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-5525776094858462831</id><published>2009-02-21T16:26:00.001+07:00</published><updated>2009-02-21T16:27:41.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Kakek Gantung Diri dengan Telanjang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Sabtu, 21 Februari 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kakek Gantung Diri dengan Telanjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Gantung diri bertelanjang bulat. Aksi bugil Karno, 68, kakek asal Karangan, Sukorejo, Ponorogo, saat kendhat di bangunan teras rumah kosong itu sempat menggemparkan seisi kampung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karno yang lama mengidap sakit jantung itu, pamit keluar rumah Jumat dini hari kemarin (20/2) sekitar pukul 00.30. Setengah jam kemudian, Kusnan, 45, keponakan Karno, sudah menemukan pamannya menjadi mayat menggantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi pelaku bunuh diri yang bertelanjang bulat itu sempat mengundang kecurigaan polisi. Olah TKP yang melibatkan petugas gabungan Polsek Sukorejo dan tim identifikasi dari Polres Ponorogo berlangsung cukup lama. Namun, tanda-tanda orang tewas gantung diri akhirnya ditemukan jelas pada mayat Karno. ''Tidak ditemukan bekas-bekas penganiayaan,'' kata Kapolsek Sukorejo AKP Darmana sambil menyebut model ikatan tali di leher berupa simpul hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karno diduga gelap mata lantaran deraan sakit jantung menahun. Dia sengaja pamit keluar rumah hingga ternyata berjalan menuju rumah kosong milik tetangganya. Tali gantungan disiapkan di kayu kasau teras sampai aksi gantung diri itu mulus terjadi. Karno dipastikan lebih dahulu melucuti  seluruh pakaiannya sebelum nekat gantung diri. Tak urung, kematian tak normal itu akhirnya membangunkan tidur warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terang, Karno tercatat pelaku bunuh diri kelima sepanjang perjalanan dua bulan tahun 2009 ini. Selama Januari saja, terulang empat kali kasus bunuh diri. Pelaku bunuh diri sebelum Karno adalah Kademun, 60, petani asal Dusun Ngadirogo, Blembem, Jambon, yang kendhat di blandar bangunan kandang sapi, 24 Januari. Kademun sengaja mencari mati diduga gara-gara putus asa mengidap asma. Tiga hari sebelumnya, Damin, 60, warga Dusun Gupakwarak, Jambon, juga gelap mata gantung diri. Bahkan, dia memilih kayu molo ruang tengah rumahnya sebagai tiang gantungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, mulai ada tanda-tanda angka bunuh diri di Ponorogo menurun cukup drastis. Selama 2008, hanya terulang 23 kali, lebih rendah dibanding 37 kasus serupa yang terjadi setahun sebelumnya. Namun, lima kali kasus bunuh diri yang terulang selama dua bulan ini saja, muncul galagat bakal kembali naik. (hw/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-5525776094858462831?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/5525776094858462831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/kakek-gantung-diri-dengan-telanjang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5525776094858462831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/5525776094858462831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/kakek-gantung-diri-dengan-telanjang.html' title='Kakek Gantung Diri dengan Telanjang'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-8424649149497600824</id><published>2009-02-21T16:23:00.001+07:00</published><updated>2009-02-21T16:25:39.949+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Banjir Masih Mengancam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Sabtu, 21-02-2009)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Banjir Masih Mengancam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO-Ancaman banjir masih menjadi kekhawatiran sebagian besar masyarakat Ponorogo.Meski akhir-akhir ini curah hujan cederung turun,genangan air setinggi lutut orang dewas masih tampak di beberapa titik di Desa Ngampel,Kecamatan Balong.Bahkan,kondisi semacam itu sudah berlangsung sejak tiga hari lalu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah seorang warga setempat,Kasni,mengatakan banjir yang menggenangi pemukiman warga merupakan bencana kali kedua selama musim penghujan ini.Sebelumnya, banjir juga pernah menerjang kawasan tersebut tiga pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img alt="pic" src="http://www.radarmadiun.co.id/picture/21-PO-A.bmp" width="auto" border="0" height="auto" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bahkan,ketinggian permukaan air mencapai dada orang dewasa.''Hanya saja,satu hari sudah surut.Tapi sekarang sampai tiga hari belum ada tanda-tanda air surut,''kata Kasni,kepada koran ini,kemarin (20/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir yang menerjang tersebut imbas luapan sungai Ngampel yang berjarak 300 meter dari pemukiman warga. Sungai yang menghubungkan Pacitan-Ponorogo itu selama ini memang terus mengalami pendangkalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga,bila curah hujan tinggi di kawasan Pacitan, sungai yang lebarnya tujuh meter itu tidak mampu menampung debit air.''Banjir bisa dipastikan bila di daerah selatan (Pacitan dan Kecamatan Slahung,Red) terjadi hujan deras,''ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia,banjir kali ini tidak banyak mengalami kerugian material.Mengingat,ketinggian permukaan air masih dianggap ambang kewajaran.Hanya saja,memaksa warga tidak bisa beraktivitas seperti biasanya.''Ya bersih-bersih rumah.Sebab,ada beberapa bagian yang masih tergenang air,''tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga dilontarkan Kasmiati.Lahan pertanian satu hektar miliknya masih terendam banjir.Padahal, kurang dari sebulan kedepan sudah menjalani panen raya.''Pastinya akan mempengaruhi hasil yang dicapai nanti.Namun demikian saya belum biasa menafsir berapa kerugian yang dialami,''ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara,pantauan koran ini,akses jalan di beberapa lokasi mengalami kerusakan.Namun demikian,sebagian besar sarana vital tersebut masih bisa berfungsi normal.Hanya saja,pengemudi kendaraan harus berhati-hati,mengingat dibeberapa kawasan permukaan jalan cukup licin.(dip/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-8424649149497600824?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/8424649149497600824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/banjir-masih-mengancam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8424649149497600824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8424649149497600824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/banjir-masih-mengancam.html' title='Banjir Masih Mengancam'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-7647291230862141287</id><published>2009-02-21T16:18:00.000+07:00</published><updated>2009-02-21T16:22:21.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Bidik Kades Binade</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Sabtu, 21 Februari 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bidik Kades Binade&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk Dijadikan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PNPM&lt;br /&gt;PONOROGO - Roda penyidikan kasus dugaan korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Kecamatan Ngrayun Ponorogo mulai mengerucut. Polisi kemarin (20/2) memeriksa secara bersamaan Ketua UPK (Unit Pengelola Kegiatan) PNPM Sujarno, Bendahara UPK Eni Susilowati dan BP (Badan Pengawas) Wintoro. Selain itu juga pembantu umum Misreni dan Kades Binade Sri Mulyani yang pernah menjadi bendahara UPK.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemeriksaan berlangsung alot lantaran sejak awal memang terjadi perbedaan keterangan tentang data 14 kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan enam kelompok Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang diklaim Sri Mulyani telah mengembalikan dana sebesar Rp 127 juta. Bendahara UPK yang baru dan pengurus lain bersikukuh bahwa penyelesaian pinjaman itu tidak pernah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kapolres Ponorogo AKBP Etik Margawati melalui Kasat Reskrim AKP Edi Susanto, pihaknya tidak terlalu memusingkan perbedaan keterangan lima terperiksanya. Sebab, 20 kelompok penerima dana PNPM itu sejak awal diduga kuat fiktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyidik sendiri menemukan 43 kelompok fiktif dengan nilai kucuran dana sejumlah Rp 258 juta di balik gelontoran dana ke 10 desa di Kecamatan Ngrayun sejak tahun 2000 ini. 'Kerugian uang negara, ya sejumlah itu,' terang Edi, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, Edi mulai bersedia membuka dapur penyidikan dengan menyebut Kades Binade Sri Mulyani tengah dibidik sebagai tersangka. Selepas ini, penyidik bakal meminta petugas Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) turun gunung melakukan audit. 'Setelah audit itu, proses penyidikan baru akan kelar,' ungkap Edi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar mengingatkan, polisi secara beruntun memeriksa enam kades di Kecamatan Ngrayun, disusul pemeriksaan pengurus UPK, lima fasilitator dan paling akhir Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK). Kali terakhir, saksi-saksi yang memberi keterangan tidak berkesusasian sengaja dikonfrontir. Pun, Edi akhirnya menyebut Kades Binade Sri Mulyani suspect sebagai tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dugaan praktik pemalsuan proposal kelompok belakangan mencuat setelah 10 desa di Kecamatan Ngrayun digerojok dana PNPM sejumlah Rp 6,25 miliar mulai tahun 2000. Laporan pun akhirnya masuk ke polisi lantaran pengembalian dana ratusan juta rupiah macet. PNPM sendiri didanai dari APBN yang diharapkan disalurkan secara bergulir. (hw/eba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-7647291230862141287?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/7647291230862141287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/bidik-kades-binade.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7647291230862141287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7647291230862141287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/bidik-kades-binade.html' title='Bidik Kades Binade'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-8510088973518276705</id><published>2009-02-20T17:25:00.000+07:00</published><updated>2009-02-20T17:27:01.077+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Temuan Uang Kuno Gegerkan Warga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Jum'at, 20 Februari 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temuan Uang Kuno Gegerkan Warga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Keheningan warga Dusun Blumbungan, Desa Binade, Ngrayun, Ponorogo, sontak menjadi gempar. Menyusul ditemukannya mata uang logam kuno bertuliskan huruf Cina sebanyak 6.500 keping di halaman rumah Suyono, 39 warga setempat.Uang logam kuno tersebut kali pertama ditemukan dua pekerja penggali tanah bukit. Kedua pekerja itu Misran, 42, warga setempat dan Kabul, 45, warga Desa Pucangombo, Tegalombo, Pacitan, Sabtu (31/1) lalu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski sudah ditemukan tiga pekan lalu, namu baru beberapa hari terakhir penemuan ini dilaporkan kepada aparat desa dan kepolisian setempat. Alasannya, untuk mendapatkan perhatian dan perlindungan. Mengingat, sejak ada kabar penemuan uang logam kuno ini, Suyono sering didatangi warga yang tak dikenal yang ingin mengetahui dari dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saya baru tiga hari ini melaporkan hasil temuan tersebut, karena ada beberapa permasalahan. Salah satunya, karena kedua penggali tanah di halaman kami tak dapat tidur setelah membawa sebanyak dua timba uang logam kuno ini. Hingga membuat keduanya mengembalikannya kepada saya,'' terang Suyono kepada koran ini, kemarin (19/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, dia sebagai generasi kelima yang menempati lahan warisan leluhurnya itu. Tepatnya, berbatasan langsung dengan Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegal Ombo, Pacitan. Sebelumnya, lokasi tersebut ditempati kakek buyutnya. Tapi tanpa disangka, halaman yang dulu dibiarkan terbengkalai setelah digali untuk bangunan rumah ditemukan uang logam kuno yang terdiri dari 15 jenis. ''Yang dulu pernah membuat rumah di tempat itu, nenek buyut saya. Tetapi, saya sudah lupa namanya siapa,'' pungkasnya.(dip/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-8510088973518276705?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/8510088973518276705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/temuan-uang-kuno-gegerkan-warga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8510088973518276705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/8510088973518276705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/temuan-uang-kuno-gegerkan-warga.html' title='Temuan Uang Kuno Gegerkan Warga'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-459587484558320785</id><published>2009-02-20T17:23:00.000+07:00</published><updated>2009-02-20T17:24:37.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Tersangka Mengarah pada Kades SM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; [ Jum'at, 20 Februari 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tersangka Mengarah pada Kades SM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kasus Dugaan Korupsi PNPM&lt;br /&gt;PONOROGO - Penyidikan kasus dugaan korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Kecamatan Ngrayun, Ponorogo, akhirnya mengerucut. Polisi mulai mengarah ke tersangka koruptor yang diduga merugikan uang negara Rp 258 juta ini.Kasat Reskrim AKP Edi Susanto kemarin (19/2) menyebut inisial SM yang suspect menjadi tersangka. Didesak agar menyebut nama, dia malah bermain teka-teki dengan mengatakan bahwa calon tersangka itu sebelumnya adalah bendahara PNPM. Statusnya sekarang? ''Kepala desa,'' jawab Edi saat mendampingi Kapolres Ponorogo AKBP Etik Margawati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penetapan tersangka kasus dugaan korupsi dana PNPM ini seakan menjadi kenang-kenangan Edi saat harus menyerahkan jabatan kepada AKP Suhono (saat ini Kasat Reskrim Polres Magetan). Posisi yang ditinggalkan Suhono bakal diisi AKP Sukono yang kini menjabat Kasat Reskoba Polres Ponorogo. ''Kasus korupsi ini sebenarnya sudah mulai terang benderang,'' terang Edi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali terakhir, penyidik mengkonfrontir sejumlah saksi lantaran keterangan mereka dinilai tidak ada persesuaian satu dengan yang lain. Mereka adalah ketua UPK (Unit Pengelola Kegiatan), BP (Badan Pengawas), sekretaris UPK, bendahara dan pembantu UPK. ''Tinggal menunggu hasil audit BPKP (badan pengawas keuangan pembangunan) untuk menentukan besaran kerugian uang negara secara pasti,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Edi tetap tidak bersedia membenarkan apakah inisial SM itu adalah Sri Mulyani, Kades Binade. Nama yang disebut paling akhir ini pernah menjadi bendahara UPK sebelum mencalonkan diri sebagai kades. Sri Mulyani juga sempat menjalani pemeriksaan setelah lima kades di Kecamatan Ngrayun (Kades Ngrayun Suyatman, Kades Temon Sri Winartutik, Kades Selur Bambang Sucipto, Kades Wonodadi Subari dan Kades Cepoko Sunarno) lebih dahulu dimintai keterangan, pada awal Januari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus dugaan korupsi dana PNPM di Kecamatan Ngrayun sebenarnya sudah gamblang dari keterangan, Kasi Pemberdayaan Masyarakat di Kantor Kecamatan Ngrayun yang juga selaku Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK). Saksi yang dimintai keterangan paling akhir ini menyebut ketidakberesan pengelolaan dana PNPM di kecamatannya mulai kelihatan pada September 2007. PJOK sengaja memerintahkan UPK (Unit Pengelola Kegiatan) dan BP (Badan Pengawas) melakukan klarifikasi hingga ditemukan 43 kelompok fiktif yang diklaim menggunakan dana Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Simpan Pinjam Perempuan (SPP) senilai Rp 258 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum cukup, PJOK lagi-lagi menugasi UPK dan BP mengklarifikasi ke penangung jawab keuangan. Didapat data mengejutkan lantaran duit negara itu ternyata digunakan untuk kepentingan pribadi. Ada toleransi uang yang telanjur terpakai itu dikembalikan paling lambat akhir Februari 2008. Lantaran belum juga ada penyelesaian, deadline sengaja diundur sampai awal Mei. ''Akhirnya menjadi persoalan hukum seperti sekarang ini,'' terang Bambang Wahyudiono di depan penyidik. (hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-459587484558320785?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/459587484558320785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/tersangka-mengarah-pada-kades-sm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/459587484558320785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/459587484558320785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/tersangka-mengarah-pada-kades-sm.html' title='Tersangka Mengarah pada Kades SM'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-7838085581855156228</id><published>2009-02-20T17:21:00.011+07:00</published><updated>2009-02-28T20:40:40.924+07:00</updated><title type='text'>PENDAFTARAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;___________________&lt;br /&gt;UNDER CONSTRUCTION&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;form action="" name="form1" method="post"&gt;&lt;table width="350" align="center" cellspacing="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td width="111"&gt;Nama Lengkap&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td width="8"&gt;:&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td width="218"&gt;&lt;input class="textbox2" name="textfield" type="text"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Tempat Lahir &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;:&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;input class="textbox" name="textfield2" type="text"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Tanggal Lahir &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;:&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;input class="textbox" name="textfield" type="text"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Kelamin&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;:&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;label&gt;&lt;br /&gt;&lt;input value="radio" class="radiobutton" name="RadioGroup1" type="radio"&gt;&lt;br /&gt;Laki-Laki&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;&lt;label&gt;&lt;br /&gt;&lt;input value="radio" class="radiobutton" name="RadioGroup1" type="radio"&gt;&lt;br /&gt;Perempuan&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td valign="top"&gt;Alamat&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td valign="top"&gt;:&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;input class="textbox" name="textfield" type="text"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Telepon&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;:&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;input class="textbox" name="textfield" type="text"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Email&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;:&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;input class="textbox" name="textfield" type="text"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="ymsgr:sendIM?ir_61040"&gt; &lt;input value="kirim" class="button" name="Submit" type="submit"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;input value="batal" class="buttonbatal" name="Submit" type="submit"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/form&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--!doctype--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-7838085581855156228?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/7838085581855156228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/pendaftaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7838085581855156228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7838085581855156228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/pendaftaran.html' title='PENDAFTARAN'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-6838443732770372628</id><published>2009-02-19T16:59:00.002+07:00</published><updated>2009-02-19T17:30:07.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Penghuni Lokalisasi Kedungbanteng Membengkak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Kamis, 19-02-2009)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penghuni Lokalisasi Kedungbanteng Membengkak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PONOROGO - Penghuni lokalisasi Kedungbanteng Ponorogo, terus bertambah.Jika sebelumnya rata-rata pada kisaran 100 wanita pekerja seks komersial(PSK),saat ini telah membangkak menjadi 172 orang.Kondisi ini sempat membuat prihatin Kelompok Kerja Sosial(Pokjasos) Pemkab Ponorogo saat melakukan peninjauan,kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Etty Muhadi Suyono,ketua Tim Pokjasos mengatakan akan berusaha agar mereka bisa terentas dari profesi yang selama ini digelutinya.Apalagi saat ini jumlahnya semakin banyak.''Terus terang saja saya sempat keget. Tapi masalah ini harus tetap kita perhatikan agar mereka bisa hidup layak dan keluar dari dunia hitam ini,''ungkapnya pada Koran ini kemarin(18/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img alt="pic" src="http://www.radarmadiun.co.id/picture/19-po-A%20psk%20kedungbanteng.bmp" width="auto" border="0" height="auto" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan bertambahnya penghubuni,menurut istri Bupati Ponorogo Muhadi Suyono ini,memang banyak faktor.Terutama belum adanya ketrampilan yang bisa membantu mereka bisa mandiri.''Makanya kita ke sini selain bersilaturahmi juga memberikan kail kepada mereka sesuai bakat yang dimiliki,''tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,Etty sempat membantah jika beberapa pelatihan yang bakal diberikan kurang mendapat respon.''Bukan begitu.Tapi tampaknya mereka yang tadi saya tanya masih bingung dengan latihan yang cocok,''kilahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya beberapa pelatihan seperti menjahit, membordir hingga melakukan usaha lain yang bisa menciptakan kemandirian.Dalam safarinya,tim ini juga mengunjungi keluarga kurang mampu di daerah Krebet, Sidoharjo.Rombongan ingin melihat perkembangan kehidupan masyarakat yang dulunya terbelakang.Baik pola hidupnya maupun pendidikan yang tertinggal. Ditambah daerahnya yang terpencil.(tya/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-6838443732770372628?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/6838443732770372628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/penghuni-lokalisasi-kedungbanteng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6838443732770372628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/6838443732770372628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/penghuni-lokalisasi-kedungbanteng.html' title='Penghuni Lokalisasi Kedungbanteng Membengkak'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-7996692841375674057</id><published>2009-02-19T16:31:00.001+07:00</published><updated>2009-02-19T16:34:41.737+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Desa Wilangan-Bangsalan Putus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Kamis, 19-02-2009)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Desa Wilangan-Bangsalan Putus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Badan Jalan Tergerus Air Sungai&lt;br /&gt;PONOROGO - Jalur perekonomian antardesa di wilayah Kecamatan Sambit,Ponorogo sejak kemarin (18/2) terganggu.Badan jalan yang menghubungkan desa Wilangan dan Bangsalan tergerus setelah tebingnya longsor. Akibatnya,jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Longsor tebing setinggi hampir 15 meter tersebut setelah malam hari sebelumnya kawasan Ponorogo diguyur hujan deras.Warga sempat mendengar suara gemuruh saat tengah malam.Ketika ditengok ternyata badan jalan sudah amblas ditelan arus sungai.Posisi jalan yang tergerus banjir memang berada di belokan sungai tersebut.Apalagi,di seputaran sungai belum dibangun tanggul yang memadai.Yakni hanya tembok sederhana yang dibangun warga setempat beberapa tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img alt="pic" src="http://www.radarmadiun.co.id/picture/19-po-ope%20longsor.bmp" width="auto" border="0" height="auto" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca-longsor tebing sungai,beberapa penduduk sekitar sungai mulai was-was.Pasalnya,jarak antara sungai dan perumahan penduduk semakin dekat.Ditambah curah hujan beberapa hari ini sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya longsor di kawasan tebing sungai sudah sudah mulai terjadi sepekan lalu.Hanya saja kondisinya tidak sampai memakan badan jalan.''Minggu lalu memang sudah ada longsor,namun belum separah ini,''kata Menok Indrajati,kepala Desa Bangsalan,pada koran ini kemarin (18/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan,beberapa warga setempat memasang pagar dari bambu seadanya. Mengingat lokasi tersebut sangat rawan,terutama dimalam hari lokasi tidak ada alat penerangan jalan. (tya/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-7996692841375674057?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/7996692841375674057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/desa-wilangan-bangsalan-putus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7996692841375674057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/7996692841375674057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/desa-wilangan-bangsalan-putus.html' title='Desa Wilangan-Bangsalan Putus'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8149357970693709373.post-2578722227379648702</id><published>2009-02-19T16:27:00.001+07:00</published><updated>2009-02-19T16:30:06.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Hakim Kabulkan Sita Jaminan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Kamis, 19-02-2009)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hakim Kabulkan Sita Jaminan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suhodo Mendadak Ganti Pengacara&lt;br /&gt;PONOROGO - Sidang gugatan class action penabung Koperasi Simpan Pinjam(KSP)Palapa Mandiri Ponorogo mulai diwarnai kejutan.Ketua KSP Palapa Mandiri Suhodo mendadak mengganti pengacara.Bersamaan dengan itu, majelis hakim yang menyidangkan perkara gugatan kelompok buntut macetnya dana tabungan belasan miliar ini,juga menetapkan sita jaminan (conservatoir beslag) atas enam bidang tanah ber-SHM (Sertifikat Hak Milik) atas nama Suhodo.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak urung,penetapan sita jaminan itu disambut suka cita para penabung yang kemarin(18/2)memadati ruang sidang Pengadilan Negeri(PN)Ponorogo.Sita jaminan atas area tanah yang dua di antaranya berlokasi di Kertosari,Babadan,Ponorogo;dan tiga lainnya berada di Kabupaten Madiun,masing-masing di Mojopurno,Wungu; Sumber Gandu,Pilangkenceng;dan Bangunsari,Mejayan; serta satu di Tamanan,Sukomoro,Magetan;itu untuk menghindari pengalihan ke pihak lain.''Sebagai jaminan bila gugatan ini nanti dimenangkan pemohon,''kata Ketua Majelis Hakim Kusno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikabulkannya sita jaminan itu juga disambut girang Advokat Achmad Drajad,kuasa hukum para penabung.Dia menunjuk enam lokal tanah yang disitajaminankan sama dengan materi gugatannya dahulu.''Wajar kalau ada kekhawatiran tergugat akan mengalihkan hak atas harta kekayaannya.Sejak awal kami juga sudah minta jaminan agar gugatan class action ini tidak sia-sia atau illusior,''tegas advokat asal Malang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan,Achmad Drajad sudah berani ancang-ancang meminta penabung KSP Palapa Mandiri menyiapkan berkas tentang dokumen tabungan mereka.Dia mengaku sudah menyiapkan sejumlah jurus gugatan lain untuk menuntut pengembalian uang tabungan.Achmad Drajad mengaku jauh-jauh hari sudah memprediksikan gugatan class action yang diajukannya bakal berakhir happy ending. ''Ini menyangkut nasib penabung dalam jumlah besar sebagai konsumen yang dirugikan saat berhadapan dengan lembaga koperasi selaku pelaku usaha,''tegas Achmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu,Advokat Suriati Hutapea yang kini menggantikan Oesman Ponco sebagai kuasa hukum KSP Palapa Mandiri berjanji bakal menerapkan style(gaya) lain menghadapi gugatan class action itu.Menurutnya, kunci penyelesaian gugatan ini berpulang ke niat baik pihak penggugat dan tergugat.''Pak Suhodo sejak awal sudah memiliki niat baik untuk mengembalikan tabungan milik para penggugat,''tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar mengingatkan,sebanyak 13 penabung KSP Palapa Mandiri Ponorogo menggugat pengembalian tabungan senilai Rp15miliar.Mereka mengatasnamakan 1500 penabung lainnya menuntut ganti rugi moril senilai Rp 20 miliar.Bersamaan dengan itu,tujuh bidang tanah ber-SHM atas nama Suhodo dimintakan sita jaminan. Tanpa kecuali,harta kekayaan lain milik KSP Palapa Mandiri,baik benda-benda yang bergerak maupun tidak bergerak.(hw/sad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Radar Madiun (Jawa Pos)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8149357970693709373-2578722227379648702?l=www.prasbhara-ponorogo.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/feeds/2578722227379648702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/hakim-kabulkan-sita-jaminan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/2578722227379648702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8149357970693709373/posts/default/2578722227379648702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prasbhara-ponorogo.co.cc/2009/02/hakim-kabulkan-sita-jaminan.html' title='Hakim Kabulkan Sita Jaminan'/><author><name>LOKABHARA 2009</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02964520341294440991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zr54KVoqLyw/SaqZ5Q-D53I/AAAAAAAAAII/2AsOhTs1G6M/S220/aq-dw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
